Kasus Bunuh diri Antara Mental Health dan Agama

Opini458 Views

 

 

Oleh : Heidy Sofiyantri, Pengemban dakwh, Pengajar Tahsin Metode Ummi

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  — Laman sindonews.com (9/3/2023) menulis bahwa warga Dusun Wirokerten RT 02 Kelurahan Wirokerten Kapanewon Banguntapan, Bantul, Kamis (9/3/2023) petang mendadak geger. Mereka menemukan NS, lelaki berumur 38 tahun ditemukan gantung diri di dapur rumahnya.

Pada Rabu (8/3/2023) laman kompas.com  juga menulis, sekitar pukul 23.45 WIB, seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI) berinisial MPD (21) ditemulan tewas di sebuah apartemen kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 18 apartemennya.

Kasus bunuh diri terus berulang, artinya ada sesuatu yang menyebabkan mengapa orang dengan mudahnya melakukan tindakan bunuh diri.  Menurut penelitian terbaru kasus bunuh diri di Indonesia munfkin saja empat kali lebih tinggi dari data resmi.

Hal ini menunjukkan bahwa terganggunya kesehatan mental masyarakat dengan berbagai usia.
Ada banyak faktor dan berpengaruh yang menjadi penyebab seseorang melakukan tindakan bunuh diri, mulai dari kurang pemahamn agama, kurikulum bermasalah, hingga pola asuh yang salah sehingga menghasilkan generasi menjadi rapuh.

Sangat disesali bahwa asupan nilai nilai agama dalam dunia pendidikan tidak memadai kebutuhan para siswa baik di tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Hal ini dapat menjadi penyebab terpengaruhnya kesehatan mental karena kurangnya pemahaman akan nilai-nilai yang terkandung dalam hal akidah, ibadah dan akhlak.

Minimnya tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang terhadap penciptaNya dapat melemahkan keimanan dan terganggunya kesehatan mental sehingga dengan mudahnya melakukan bunuh diri.

Selain sedikitnya jam pelajaran agama, kurikulum yang ada juga bermasalah. Berganti-gantinya kurikulum bisa juga menjadi penyebab terganggunya mental, adanya banyak tugas yang harus diselesaikan menjadi beban siswa.

Dalam hal pola asuh, kesalahan akan menyebabkan rapuhnya mental anak atau generasi, yang berakibat lemahnya mental, tidak bisa bertahan dalam kondisi atau situasi yang terjadi dalam kehidupan. Ini  bisa saja menjadi pemicu seseorang melakukan tindakan bunuh diri.

Bagaimana Islam mengatasi masalah ini ?

Islam adalah agama yang sempurna dan memiliki solusi terhadap setiap masalah. Dalam dunia pendidikan, Islam sudah mengaturnya dengan pelajaran agama dan diterapkan baik di sekolah-sekolah ataupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kurikulum yang berlaku adalah kurikulum yang berasaskan aqidah islam sekaligus menjadi asas bagi kehidupan seorang muslim. Aqidah islam dijadikan standar penilaian manusia.

Jadi, semua pelajaran yang diberikan mulai dari pendidikan di rumah,  sekolah baik itu usia dini sampai menengah tentunya harus berasaskan aqidah islam.

 

Negara juga memberikan fasilitas-fasilitas yang menjunjang dalam segala aspek, termasuk juga dalam hal pendidikan.

Negara menyediakan sekolah gratis, guru berkualitas, sarana dan prasarana yang memadai.

Mengkondisikan masyarakat dengan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang generasi, yang akan menghasilkan generasi tangguh bukan generasi rapuh.[]

Comment