Kematian Siswa SD di Ngada Alarm Keras Kemiskinan Struktural

Nasional250 Views

Siap, bos. Ini sudah saya rapikan gaya Tempo: ringkas, dingin, fokus fakta, dan kutipan jelas. Judul juga saya buat ala Tempo—tajam tapi elegan.
ASPIRASI:

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  — Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi dan keterbatasan akses kebutuhan pendidikan itu dinilai mencerminkan masih lemahnya perlindungan negara terhadap hak dasar anak.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, menilai kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan individual atau semata-mata masalah keluarga.

“Ini adalah sinyal serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pelaksanaan tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan dan pendidikan anak bangsa,” kata Mirah dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Menurut Mirah, konstitusi telah memberikan mandat yang jelas terkait perlindungan warga negara, khususnya anak-anak. Pasal 27 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Pasal 31 menjamin hak atas pendidikan, sementara Pasal 34 menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

“Jika masih ada anak yang terhambat mengakses pendidikan karena alasan ekonomi, maka itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam implementasi amanat konstitusi,” ujarnya.

ASPIRASI mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kebijakan sekaligus pelaksanaannya di lapangan melalui sejumlah langkah konkret.

Di antaranya memastikan akses pendidikan gratis yang benar-benar efektif bagi keluarga rentan, memperkuat program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, menyediakan pendampingan sosial dan psikologis di lingkungan pendidikan, serta mengembangkan sistem deteksi dini bagi anak-anak dalam kondisi sosial berisiko.

ASPIRASI menegaskan pentingnya kehadiran negara secara nyata, berkelanjutan, dan tepat sasaran agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh dan belajar. Organisasi ini berharap tragedi di Ngada menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan sosial dan pendidikan nasional.

ASPIRASI juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban serta seluruh pihak yang terus memperjuangkan terpenuhinya hak dasar anak di Indonesia.[]

Comment