Kemenag dan Muhammadiyah Perkuat Sinergi Pengembangan Pesantren

Nasional21 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup pembenahan tata kelola, validasi data, kolaborasi dalam peringatan Hari Santri, hingga optimalisasi Tri Dharma Pesantren.

Komitmen tersebut mengemuka saat Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, berkunjung ke Gedung PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2026).

Kedatangan jajaran Ditjen Pesantren disambut Ketua PP Muhammadiyah M. Saad Ibrahim, didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) PP Muhammadiyah, Maskuri.

Dikutip dari Kemenag.go.id, Basnang menegaskan, penguatan pesantren merupakan komitmen negara terhadap seluruh institusi pendidikan pesantren tanpa memandang latar belakang organisasi kemasyarakatan (ormas).

Salah satu prioritas kerja sama tersebut adalah integrasi data melalui Education Management Information System (EMIS) berbasis by name by address (BNBA) untuk memastikan bantuan dan fasilitasi pemerintah tepat sasaran.

“Salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah penguatan tata kelola dan pendataan pesantren melalui Education Management Information System (EMIS). Validasi dan integrasi data kelembagaan dinilai penting untuk memastikan kebijakan pembinaan, fasilitasi, dan program afirmasi pemerintah berjalan secara tepat sasaran,” jelas Basnang Said.

Ia menambahkan, Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan keagamaan nasional.

“Dalam konteks tersebut, pesantren dan satuan pendidikan keagamaan yang dikembangkan Muhammadiyah menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan Islam nasional yang perlu terus diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi” tutur Basnang Said.

Selain pembenahan tata kelola dan pendataan, kedua pihak juga mendorong pelibatan aktif kader Muhammadiyah dalam peringatan Hari Santri sebagai momentum kebangsaan yang inklusif.

“Hari Santri tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi satu organisasi kemasyarakatan, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat kontribusi bersama berbagai elemen Islam, termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al Washliyah, Persatuan Islam, dan organisasi lainnya,” ujar Basnang.

Kemenag dan LP2M PP Muhammadiyah juga berkomitmen mengoptimalkan Tri Dharma Pesantren yang meliputi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan memadukan tradisi keilmuan Islam (nushush) dengan perkembangan sains dan teknologi modern.

Ketua PP Muhammadiyah M. Saad Ibrahim menyambut baik kunjungan jajaran Ditjen Pesantren Kemenag serta inisiatif kolaborasi yang dibangun.

“Muhammadiyah menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antarorganisasi Islam untuk memperluas kemaslahatan umat dan memperkuat kontribusi pendidikan Islam bagi bangsa,” ucap Saad Ibrahim.

Sementara itu, Ketua LP2M PP Muhammadiyah Dr. Masykuri menggarisbawahi pentingnya sintesis antara keilmuan Islam dan sains kontemporer.

“Pendekatan ini relevan untuk membangun pendidikan Islam yang berakar kuat pada nilai keagamaan sekaligus terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan,” kata Masykuri.

Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa buku terbitan Ditjen Pesantren Kemenag kepada jajaran pimpinan PP Muhammadiyah sebagai simbol penguatan literasi pesantren di Tanah Air.[]

Comment