Ketua MPR Ahmad Muzani Resmi Buka Muktamar XXIII Al Washliyah

Nasional51 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, secara resmi membuka Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran Al Washliyah dalam bidang pendidikan dan dakwah yang dinilai telah menumbuhkan semangat optimisme masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Menurut Muzani, Indonesia beruntung memiliki organisasi keagamaan seperti Al Washliyah yang memiliki kader hingga ke daerah-daerah terpencil. Melalui dakwah dan pendidikan, organisasi tersebut dinilai mampu membangun harapan di tengah masyarakat yang kondisi ekonominya masih terbatas.

“Coba bayangkan kalau tidak ada organisasi keagamaan seperti Al Washliyah ini. Betapa beratnya beban negara untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” ujar Muzani.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru Al Washliyah yang tetap mengabdi meski menghadapi keterbatasan kesejahteraan.

“Saya mendengar dari Pak Ahmad Doli Kurnia Tanjung bahwa Al Washliyah memiliki ribuan kader yang mengajar di madrasah-madrasah milik sendiri dengan kondisi yang memprihatinkan. Namun semangat pengabdiannya tetap tinggi karena mengajar bagi mereka bukan semata mencari dunia, tetapi juga akhirat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga mengingatkan para guru dan kaum perempuan agar memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara bijak.

“Sekarang semuanya ada di handphone. Mau belajar menjadi pengusaha, membuat kue, memasak rendang, atau membuka usaha bisa dipelajari melalui handphone. Manfaatkan media sosial dengan baik dan jangan sampai menjadi korbannya,” ujarnya.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi secara positif juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan para guru, di mana pun mereka bertugas.

Sementara itu, Ketua Umum PB Al Washliyah, DR. KH. Masyhuril Khamis, mengatakan dakwah Al Washliyah tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pada upaya membentengi umat dari kerusakan moral, termasuk maraknya penyebaran LGBT.

“Ini menjadi fokus gerakan dakwah Al Washliyah mengingat penyebarannya sudah sangat masif,” ujarnya.

Selain itu, kata Masyhuril, Al Washliyah juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera secara ekonomi, kuat iman, dan mulia akhlaknya.

Ia turut mengapresiasi semangat para peserta muktamar yang datang dari berbagai daerah dengan biaya sendiri meski harus menempuh perjalanan panjang.

“Ada yang naik kapal laut, naik bus, bahkan ada yang bersepeda dari pegunungan menuju pelabuhan sebelum melanjutkan perjalanan dengan kapal secara bersambung. Ini menunjukkan organisasi sangat dicintai kader dan menjadi sarana perjuangan untuk membangun bangsa,” katanya.

Muktamar XXIII Al Washliyah diikuti sekitar 1.000 peserta yang berasal dari 38 Pengurus Wilayah se-Indonesia, tujuh organisasi bagian, 198 Pengurus Daerah, pengurus luar negeri dari Malaysia, Inggris/Eropa, dan Amerika Serikat, para rektor serta pimpinan perguruan tinggi Al Washliyah, serta jajaran Pengurus Besar Al Washliyah.

Pembukaan muktamar juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Ketua MUI KH Abdul Manan Ghani, Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari, serta Kepala BIN Z. Huda.

Pada kesempatan itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid turut memberikan sambutan. BAZNAS dan Al Washliyah juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama program pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru dengan nilai bantuan sebesar Rp500 juta pada tahap pertama dan Rp500 juta pada tahap berikutnya.

Sejumlah Menteri Menjadi Narasumber

Rangkaian Muktamar XXIII Al Washliyah juga diisi dengan berbagai sesi pembekalan yang menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara.

Pada hari kedua, Rabu (8/7/2026), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dijadwalkan menyampaikan materi bertema “Penguatan Pendidikan Karakter dan Keagamaan di Era Disrupsi.”

Selanjutnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf membawakan tema “Transformasi Pelayanan Haji dan Umrah untuk Kemandirian Umat.” Menteri Agama Nasaruddin Umar mengangkat tema “Moderasi Beragama dan Penguatan Keluarga Muslim di Era Digital,” sedangkan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan materi “Optimalisasi Zakat untuk Penguatan Pendidikan dan Kesejahteraan Umat.”

Pada hari ketiga, Kamis (9/7/2026), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dijadwalkan membahas tema “Legalitas Aset Umat dan Penguatan Kemandirian Organisasi Islam.” Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i akan menyampaikan materi “Penguatan Program Ekonomi Keumatan,” sedangkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga dijadwalkan menjadi pembicara.

Selain agenda persidangan, Muktamar XXIII Al Washliyah turut dimeriahkan berbagai kegiatan hiburan dan seni budaya. Pada pembukaan, misalnya, tampil Orkes Gambus Noor El Sabah dari Malaysia.

Sejumlah pengurus wilayah juga menyiapkan berbagai atraksi budaya serta aspirasi yang akan disampaikan dalam forum muktamar.[]

Comment