by

Lestia Ningsih S.Pd*: Mencari Sumber Tingginya Kasus Perceraian Di Kabupaten Serdang Bedagai

-Opini-19 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Angka kasus perceraian di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2019 meningkat dan pada bulan September tahun 2020 menurun juka dibandingkan dengan bulan dan tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Ketua Pengadilan Agama (PA) Sei Rampah Kelas II Munir, S.H.M.H didampingi Panitera, Edi Sucipto. Selasa (27/10).

Munir menjelakan, kasus perceraian dari tahun 2019 sampai 2020 untuk wilayah Serdang Bedagai, pada tahun 2019 sebanyak 1.070 perkara dan sisa darintahun 2018 sebanyak 111 perkara sehingga total perkara pada thun 2019 sebanyak 1.118 perkara.

Sedangkan pada tahun 2020 pertanggal 30 September 2020. Pengadilan Agama Sei Rempah telah menerima sebanyak 813 perkara dan sisa dari tahun 2019 adalah sebanyak 74 perkara hingga hingga totalnya dipengadilan Agama SeibRampah telah menerima 887 perkara” ucap Munir. Ia menambahkan, pengajuan gugatan perceraian ini tetap meningkat dan data saat ini blm signifikan, akan bertambah lagi karena dibatasi akibat situasi panemi COVID-19 dan PA Sei Rampah menerapkan protokol kesehatan.

Sangat memprihatinkan bukan? Di saat keluarga adalah tempat berlindung dan ada keharmonisan di dalamnya menjadi hancur dan tidak bisa menjadi tameng bagi anak-anaknya dan berujung rusaknya psikologi anak. Keluarga adalah tumpuan pertama dalam pendidikan generasi bangsa selanjutnya. Ayah dan ibu merupakan guru pertama dalam mendidik dan membentuk  karakter, sifat, akhlak dan kepribadian anak-anaknya.

Namun ekonomi mampu memecahkan sebuah keluarga akibat sistem ekonomi Kapotalis yang di emban Negara ini.

Kapitalis membentuk watak para penganutnya, manfaat dan materilah sebagai landasan hidupnya. Sistem ini pula yang menjadikan rakyat bersikap individualisme dan materialistik. Wajar jika angka perceraian meningkat karena landasan kebahagian hidupnya hanya materi semata.

Jika sistem ini tetap terus diterapkan sebagai ideologi Negara maka akibatnya seorang Ayah hilang tanggung jawab akibat stres tuntutan ekonomi, berikutnya kasus KDRT, kekerasan terhadap anak, penelantaran terhadap keluarga, hilangnya peran ibu akibat ikut ambil andil dalam mencari nafkah, hingga timbul kasus kejahatan lainnya.

Kapitalis -sekuler menjadikan negara berfungsi hanya sebagai penjamin ekonomi para korporasi bukan rakyatnya.

Bukan sebagai wakil rakyat, penguasa malah menjadi pengusaha demi memperkayanya dirinya sendiri. Tidak ada jaminan dalam menjaga ketahanan keluarga dalam sistem kapitalis saat ini, malah sebaliknya angka perceraian akan terus meningkat akibat negara tidak serius menuntaskan masalah ekonomi dan menjaga ketahan keluarga yang melahirkan generasi selanjutnya.

Bisa dibayangkan bagaimana Negara ini pada beberapa tahun ke Depan jika tetap menerapkan sistem kapitalis.

Berbeda dengan islam, menjaga ketahanan keluarga sangat penting, sebab keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi generasi, dari sebuah keluarga yang kokohlah akan lahir generasi yang gemilang sebagai mujtahid, ulama dan pejuang islam yang cemerlang. Hanya di dalam sistem islam yang mampu memenuhi fitrah manusia, seperti tugas seorang ayah yang diwajibkan untuk memenuhi nafkah istri dan anaknya, disinilah tugas negara dalam sistem islam menjamin adanya lapangan pekerjaan.

Begitu juga peran seorang ibu sebagai ummu warabbatul ba’it yang mendidik anak-anaknya dengan islam, menjaga kebutuhan keluarganya, mengurusi rumahnya maka dari ini islam tidak mewajibkan seoranh wanita untuk mencari nafkah dan tidak perlu repot-repot memikirkan masalah ekonomi sebab Negara telah menjamin kebutuhan umum rakyatnya seperti pendidikan, layanan kesehatan dan keamanan bagi siapapun baik itu kaya ataupun miskin, muslim maupun non muslim semua akan dijamin di Negara Islam.

Bukan masalah ekonomi ataupun materi, melainkan iman kepada Allah SWT-lah yang menjadi landasan sebuah keluarga dan menggunakan syariat islam sebagai satu-satunya pemecah problematika.

Hanya di dalam naungan sistem islam yang mampu menjaga ketahanan keluarga sebagai solusi tuntas memecahkan masalah kasus perceraian.

Selain islam, sistem kapitalis saat ini tidak sanggup lagi menyelesaikan kasus perceraian, maka ceraikan saja sistem rusak ini!.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − 3 =

Rekomendasi Berita