by

Libatkan Organisasi Kepemudaan, Gerakan Literasi di Maros Harus Massif

RADARINDONESIANEWS.COM, MAROS – Tidak seperti
pada umumnya di tempat lain, Maros berkomitmen menjadikan diri kabupaten
Literasi  dengan diawali Focus Group Discussion yang melibatkan banyak
organisasi kepemudaan seperti IMM, PMII, HMI,
GMNI, HPPMI, GP Ansor, BKPRMI, Pospera, SAPMA, Fokus Maros, Madani
Society, karang taruna dan lain-lain. Kehadiran lebih 70 anggota dari
semua organisasi kepemudaan  yang tergabung dalam KNPI ini, menjadi
sinyal energi yang kuat tersebarnya virus-virus gemar
membaca dan ketrampilan literasi di tengah masyarakat Maros. 
“Karena
para pemuda sudah mau terjun langsung  ditambah semua elemen-elemen
kebijakan dan pendidik juga bergairah mendukungnya, semoga gerakan
benar-benar besar dan bisa menjadi contoh gerakan literasi
bagi kabupaten lain,” ujar Jamaruddin, Provincial Coordinator USAID
PRIORITAS untuk Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu pembicara dalam
Focus Group Discussion “Menuju Maros Sebagai Kabupaten Literasi” di
ruang pola bupati Maros, Selasa (24 Januari 2016).


Selain anggota kepemudaan, FGD yang langsung dibuka
oleh Bupati Maros, M Hatta Rahman,  juga dihadiri oleh Ketua Komisi III
DPRD Maros, 2 anggota DPRD Provinsi Sulsel, Dinas Pendidikan Maros,
Kemenag, IGI, PGRI, Forum Fasilitator Daerah
USAID PRIORITAS, MKKS, MKKG dan berbagai unsur yang lain. Tujuan
pertemuan ini adalah untuk mendisain berbagai  program dan kegiatan yang
akan dilakukan baik di tingkat komunitas maupun tingkat sekolah untuk
keberhasilan menjadikan Maros sebagai kabupaten
literasi.


Selama FGD yang diorganisir oleh KNPI dan
Pemerintah Daerah Maros ini, empat kelompok dibentuk merancang berbagai
kegiatan literasi ke depan; kelompok sekolah, kelompok komunitas,
kelompok kebijakan dan kelompok evaluasi dan monitoring.
Kelompok sekolah mencanangkan akan melakukan berbagai kegiatan di
sekolah seperti membaca lima belas menit, membuat taman-taman baca,
pemilihan duta baca dan lain-lain.


Kelompok komunitas yang beranggotakan organisasi
kepemudaan merencanakan pelaksanaan kegiatan seperti menghadirkan sudut
baca di setiap sudut lingkungan seperti di masjid, ruang-ruang publik,
diskusi akhir pekan, lomba membaca dan menulis
dan lain-lain. Kelompok kebijakan memiliki agenda kegiatan untuk
mendukung dan merancang perbup atau perda  kota literasi, sosialisasi
perbup atau perda, mendorong kebijakan anggaran dari desa dan membentuk
tim teknis untuk mengawal gerakan literasi.


Sedangkan kelompok monitoring dan evaluasi
mengagendakan akan menyusun instrument monev, melakukan monev,
menganalisis hasil monev dan lain–lain. Hasil dari rancangan ini akan
dimatangkan oleh kelompok kerja yang juga telah diputuskan
keanggotaannya
selama FGD tersebut. “Tiga SKPD yaitu Dinas Pendidikan, Infokom, dan
Dinas Perpustakaan sudah bersedia mensukseskan kegiatan ini. DPRD  sudah
nyata akan mendukung regulasi pelaksanaannya, Bappeda juga sudah siap
mengkoordinasikan dan memasukkan dalam perencanaan
pembangunannya. Oleh karena itu,  gerakan ini harus jadi besar dan
tidak boleh gagal,” ujar Wawan Mattaliu, Anggota DRPD provinsi Sulsel
dalam sambutannya.

Bupati Maros, Hatta Rahman, juga berkomitmen besar
untuk menjadikan literasi sebagai gerakan yang menggema di masyarakat.
“Karena periode kedua ini, tema pembangunan kita adalah pembangunan
sumber daya manusia. Literasi merupakan jalan
salah satunya,” ujar bupati yang berencana membangun perpustakaan besar
di Maros ini.[Must]

Comment