Makin Tertindas, Palestina Tanggung Jawab Siapa?

Opini138 Views

 

 

Penulis: Yusriani Rini Lapeo, S.Pd | Pemerhati Sosial

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Sudah lebih dari 200 hari lamanya keadaan kaum muslim di Palestina memburuk dengan jumlah yang semakin sedikit akibat terbunuh oleh zionis Israel lebih banyak dari pada yang masih tersisa.

Mereka di antaranya adalah anak-anak, perempuan, para orang tua baik pria maupun wanita, pers bahkan tenaga Medis. Mirisnya hingga saat ini belum ada aksi atau tindakan nyata yang dilakukan para penguasa negeri Muslim di dunia.

Selain itu akses untuk para relawan Palestina pun terputus dikarenakan para blokade jalan dari berbagai arah oleh zionis. Segala yang mereka miliki telah direnggut Zionis Israel secara membabi buta.

Hal ini menunjukan penguasa negri-negri muslim sangat lemah dan tidak memberi pengaruh apapun terhadap krisis kemanusiaan dan pelanggaran HAM di Palestina. Semua tunduk terhadap penguasa negara adidaya hingga membuat para pemimpin negeri muslim takut berbuat dan menolong saudara mereka seiman.

Diam tapi tidak bisu, tidak bisa mendengar tapi tidak tuli, dan tidak bisa melihat tapi tak buta itulah gambaran pemimpin negeri muslim saat ini.

Sedangkan di negeri-negri yang notabene masyarakatnya non-Muslim justru kerap melakukan aksi kemanusiaan demi membela saudara kita di Palestina. Kita sudah melakukan apa?

Boikot, paling hanya bertahan sebentar setelah itu kita melupakan perbuatan biadab para zionis Israel. Doa, membuktikan kita lemah, padahal kaum muslimin itu kuat. Meski doa adalah senjata bagi kaum Muslimin tetapi kita tidak cukup hanya dengan doa.

Sejatinya, para pemimpin negeri muslim yang mempunyai andil dalam hal ini, yakni bertanggung jawab membebaskan saudara seiman di sana. Kejahatan zionis yang melampaui batas kemanusiaan  terhadap Palestina ini hanya bisa dihentikan dengan kekuatan militer

Namun semua itu hanya fatamorgana. Sekat nasionalisme yang ditanamkan para penjajah asing membatasi kaum muslim untuk menolong saudara mereka yang tertindas di Palestina dan lainnya.

Eksistensi PBB pun tidak memberi pengaruh apapun terhadap kejahatan yang zionis lakukan kepada rakyat Palestina. Dibutuhkan aksi nyata para pemimpin dunia islam. Bila masyarakat mau namun tidak ada dukungan dari penguasa, untuk apa ada PBB?

Lihat saja jutaan manusia yang telah menjadi korban zionis, hitung saja berapa juta anak, bayi, bahkan janin yang mati sebelum dilahirkan terbunuh dengan gampangnya di tangan zionis. Mereka adalah representasi iblis yang sangat bengis dan sadis.

Pandangan Islam

Apapun permasalahan kita saat ini jangan pernah melupakan saudara kita di Palestina. Kita akan dimintai pertanggung-jawaban atas mereka.  Para penguasa dan pemimpin negeri-negeri muslim yang paling bertanggung jawab.

Dulu ada seorang pemimpin sekaligus panglima perang yang gagah berani bernama Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Siapa yang tidak mengenal beliau. Sosoknya yang solih, berani, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya memantaskan ia untuk jadi seorang penguasa negeri muslim kala itu.

Dirinya berhasil membebaskan Baitul Maqdis dan mengusir tentara salib bersama dengan tentara muslim pada tahun 1178 M. Tentu saja ini beliau lakukan bukan tanpa alasan. Selain karena di sana terdapat Masjidil Aqsa. Di sana juga merupakan kiblat pertama kaum Muslimin. Peristiwa isra mi’raj Rasulullah SAW yang hingga saat ini masih dikenang oleh seluruh umat Muslim di dunia juga terjjadi di sana.

Sebagai pemimpin beliau berusaha menaklukan kembali Yerusalem untuk menyatukan seluruh kaum Muslimin. Pada tahun 1099 M, tentara salib berhasil menjajah Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa hingga mengalami kerusakan berat akibat perang –  menjadikannya sebagai gudang senjata dan kandang kuda para tentara Salib saat itu.

Beliau sadar menciptakan rasa aman dan ketentraman tanpa adanya intimidasi serta teror dari kafir penjajah adalah tanggung jawabnya yang harus segera ditunaikan tanpa intervensi siapapun.

Keimanan yang beliau miliki memunculkan sikap tanggung jawab terhadap keselamatan penduduk hingga akhirnya beliau berhasil menaklukan tanah Palestina atas izin Allah.

Dari sepenggal kisah di atas setidaknya dapat menjadi ibrah para pemimpin dunia islam. Palestina saat ini butuh sosok seperti beliau. Kita tidak menginginkan pertumpahan darah namun apa yang terjadi di sana sudah sangat tidak manusiawi. Padahak nyawa seorang uslim lebih berharga daripada dunia.

Sebagaimana hadits yang berbunyi “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai)

Selain itu sebagai seorang Muslim tentunya tidak mengabaikan tanggung -jawab dan hak-hak kita terhadap saudara yang lain, yakni tolong menolong dalam kebaikan terlebih menyangkut nyawa saudara kita.

Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya). ‘ (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah segera mendatangkan pertolongan dan menghadirkan pemimpin sebagaimana sosok Shalahudin yang mampu merebut kembali kemuliaan umat Islam di tanah Palestina. Wallahu ‘alam.[]

Comment