Oleh : Liyanti Ummu Syifa, Ibu Rumah Tangga
__________
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ramadhan bulan tarbiyah, bulan yang penuh pengajaran, perjuangan, bulan jihad, bulan penuh berkah, ampunan dan rahmat dari sang Mahapencipta. Di bulan ini juga diturunkannya al-quran yang membawa kita dari cahaya kegelapan kepada cahaya benderang. Sebagai petunjuk bagi umat manusia agar tidak menyimpang dalam menjalani kehidupan.
Sungguh sangat disayangkan bila kita sebagai seorang muslim menyia-nyiakan kesempatan emas di mana Allah muliakan segala aktivitas kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda.
Tiidak terasa saat ini kita sudah memasuki akhir Ramadhan, sepuluh malam terakhir terutama malam ganjil merupakan malam yang diimpikan kaum muslimin yaitu malam Lailatul Qadar. Dari hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. Rasulullah saw bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan yang terdapat pada tanggal gasal “.
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa malam Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil yakni tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29. Datangnya malam Lailatul Qadar dapat dicirikan dengan keadaan malam yang tenang seolah cerah walaupun tidak ada bulan, sejuk, tidak panas tidak pula dingin sementara pagi harinya matahari tidak menyengat walaupun cuaca sangat cerah.
Lailatul Qadar adalah malam di mana para malaikat turun menyebarkan kebaikan, serta banyak keutamaan bagi seorang muslim apabila berjumpa dengan malam Lailatul Qadar seperti kemuliaan, keselamatan, ampunan, pahala, dan diaminkannya doa oleh para malaikat.
Salah satu keutamaan orang yang beribadah pada malam tersebut, sama seperti beribadah selama seribu bulan, atau setara dengan beribadah selama kurang lebih delapan puluh tahun.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam al-qur’an surat Al-Qadr ayat 3-5.
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
Sejahteralah (malam itu) sampai terbitnya fajar.”
Akan tetapi tidak semua umat islam mendapatkan malam tersebut. Oleh sebab itu, dari ayat di atas sudah semestinya kita saling mengingatkan untuk bersama-sama dan bersegera, serta berlomba-lomba meningkatkan ibadah-ibadah sunnah, terutama ibadah yang yang wajib, agar mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar, karena tidak ada jaminan hidup kita akan sampai pada usia 80 tahun.
Tentunya kita juga berharap kemuliaan dan kesejahteraan tidak hanya untuk diri kita saja, akan tetapi didapatkan juga oleh saudara-saudara muslim kita di seluruh penjuru dunia. Wallahu a’lam bissawab.[]










Comment