MCI Klarifikasi Polemik Pencabutan Sertifikat Mualaf dr Richard Lee

Nasional341 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Yayasan Mualaf Center Indonesia menggelar konferensi pers terkait polemik pencabutan sertifikat mualaf milik Richard Lee. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Mualaf Center Indonesia, Fandy W Gunawan, di kantor yayasan Mualaf Center Indonesia, Jalan Kemuning Raya No.26, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Konferensi pers digelar menyusul ramainya perbincangan publik terkait pencabutan sertifikat mualaf dr Richard Lee yang sempat viral di media sosial dan sejumlah media daring.

Dalam keterangannya, Fandy menegaskan bahwa pihak Yayasan Mualaf Center Indonesia tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proses syahadat dr Richard Lee maupun penerbitan sertifikat mualaf yang menjadi polemik.

“Dokter Richard Lee itu tidak difasilitasi dan juga tidak bersyahadat di Mualaf Center Indonesia,” ujar Fandy kepada awak media.

Ia menjelaskan, karena proses masuk Islam Richard Lee tidak berlangsung di bawah naungan yayasan, maka MCI tidak memiliki kewenangan administratif terhadap dokumen yang beredar di tengah masyarakat.

“Yang pertama adalah Mualaf Center Indonesia bukan menjadi yayasan yang diminta atau memberikan fasilitas kepada dokter Richard Lee untuk bersyahadat. Kami tidak menerbitkan sertifikat syahadat atau surat pernyataan masuk Islam atas nama dokter Richard Lee,” katanya.

Fandy juga menekankan bahwa persoalan sertifikat tidak berkaitan dengan sah atau tidaknya keislaman seseorang. Menurut dia, dokumen tersebut hanya bersifat administratif dan bukan penentu keimanan seseorang di hadapan Allah SWT.

Polemik ini sebelumnya mencuat setelah beredarnya pernyataan terkait pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee dengan sejumlah alasan, mulai dari status agama pada kartu identitas hingga aktivitas keagamaan yang masih dipersoalkan sebagian pihak.

Melalui konferensi pers tersebut, Yayasan Mualaf Center Indonesia berharap masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang utuh sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di ruang publik.

Menjawab pertanyaan Radar Indonesia News terkait upaya menjaga keimanan para mualaf, Gunawan menjelaskan bahwa di MCI sudah ada program khusus untuk  pembinaan mualaf. []

Comment