Membangun Masyarakat Merdeka dalam Bingkai Islam

Opini421 Views

 

Penulis: Mutiara Aini | Pegiat Literasi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Masyarakat merdeka adalah dambaan setiap bangsa dan negara. Akan tetapi, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan politik, tetapi juga bebas dari penjajahan ideologi, ekonomi, dan sosial.

Sejak runtuhnya sistem Islam di Turki, negara-negara di dunia khususnya Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan. Seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, keamanan, dan lain-lain.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kemerdekaan hakiki belum tercapai karena kesejahteraan rakyat masih jauh dari harapan. Berbagai seremonial digelar, utamanya di setiap bulan Agustus dengan dalih untuk memperingati HUT kemerdekaan RI yang kita cintai ini. Lantas, kemerdekaan seperti apa yang sebenarnya dikehendaki bangsa ini?

Faktanya, hingga saat ini Indonesia masih dalam kungkungan asing sehingga menjadikan bangsa ini makin melemah baik secara ideologis ataupun sistemis. Kedaulatan yang diimpikan sejak dibentuknya negara Indonesia makin terkikis.

Keberadaan Asing menjadikan negara ini tidak bisa berkutik karena mereka telah memasang perangkap dan jebakan yang memaksa penguasa tunduk mengikuti keinginan mereka.

Seharusnya, usia panjang kemerdekaan negeri ini sudah cukup untuk melakukan banyak perubahan yang layak dimiliki oleh sebuah negara yang merdeka. Karena, merdeka itu bukan hanya bermakna lepas dari belenggu penjajahan, tetapi negara yang merdeka idealnya menjadi negara mandiri dan tidak tergantung ataupun membebek pada negara lain.

Kian Terpuruk

Sungguh sangat memprihatinkan melihat kenyataan Indonesia saat ini. Negeri yang sumber daya alamnya melimpah, tetapi tidak dapat menjamin kesejahteraan penduduknya. Karena, kekayaan itu justru diserahkan kepada pihak Asing sehingga masyarakat pun tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.

Seakan, Indonesia hadir hanya untuk kepentingan Asing hingga tak memiliki jati diri. Begitu juga pelayanan kesehatan yang memadai dibuat rumit, bahkan tidak mendapatkan jaminan keamanan. Ditambah utang yang menumpuk, korupsi kian menjadi-jadi, BUMN banyak yang merugi, dan seabreg persoalan lainnya.

Di sisi lain, prinsip kebebasan dan simbiosis mutualisme telah melekat dalam sistem demokrasi kapitalisme yang diterapkan negara saat ini sehingga prinsip ini dijadikan pembenaran atas sumber kekayaan yang dimiliki oleh para pejabat, seperti kepemilikan aset yang mengandung hajat hidup orang banyak. Semua itu bebas dilakukan dalam rangka memperkaya diri, sebab hal ini dilindungi oleh demokrasi.

Dalam sistem ini pula para pejabat memandang bahwa jabatannya hanya sebagai profesi bukan sebagai amanah yang akan dimintai pertanggung- jawaban. Alih-alih memberikan pelayanan kepada rakyat, justru sebaliknya mereka ingin dilayani secara khusus sehingga dampaknya menjadikan masyarakat memiliki karakter individualisme. Mereka digaji oleh rakyat, tetapi tidak berpihak kepada rakyat.

Padahal, kehendak rakyat sebenarnya sangat sederhana yakni rakyat hanya ingin dipenuhi kebutuhan dasarnya yaitu sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Akan tetapi, pelayanan yang mereka berikan kepada rakyat tampak setengah hati.

Seungguhnya, semua persoalan yang melilit negeri ini bermuara pada keterjajahan bangsa ini secara non fisik bahkan dalam wujud yang paling fundamental yakni pemikiran atau ideologi.

Kemerdekaan Hakiki dalam Perspektif Islam

Kemerdekaan yang hakiki dalam perspektif Islam adalah ketika seseorang atau masyarakat atau negara mau tunduk sepenuhnya kepada seluruh perintah Allah, menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menjadikan kedaulatan sepenuhnya di tangan syarak bukan di tangan manusia.

Oleh karena itu, menjadi sebuah kewajiban bagi kaum muslim untuk berjuang membebaskan umat dari penjajahan ideologi kapitalisme-sekuler dan segenap tatanan yang tidak islami dengan menegakkan aturan yang bertumpu pada prinsip-prinsip tauhid, yakni syariat Islam.

Dengan demikian, membangun masyarakat merdeka dalam bingkai Islam memerlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan dengan cara memahami prinsip-prinsip kemerdekaan dalam Islam dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan tercipta masyarakat yang merdeka, adil, dan sejahtera.[]

Comment