Mengisi Liburan Agar Tetap Produktif

Opini2266 Views

 

 

Oleh : Muhammad Humam Ash-Shiddiq,
Santri Kelas VIII, Ma’had Syaraful Haromain – Bogor

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sebagaimana perkataan imam syafi’i bahwa Al-waqtu kashaif, fa in lam taqtha’hu qatha’aka. Artinya, “Waktu itu laksana pedang, maka jika kamu tidak menebaskannya, ia yang akan menebasmu.

Perkataan tersebut mengandung makna yang penting kita fahami bahwasanya jika waktu kita sia-siakan maka akan membinasakanmu. Sebab itu kita harus menggunakan waktu dengan sebaik baiknya dengan aktifitas yang positif. Sekalipun di saat libur, kita harus tetap menggunakan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat di antaranya :

1. Belajar
Belajar itu tidak harus di dalam kelas, sebab di zaman modern ini sudah ada fasilitas yang lebih memudahkan seperti internet, yang tidak harus keluar rumah.
Belajar juga bisa berdiskusi dengan orang tua, sahabat, teman tentang berbagai ilmu. Bisa juga dengan cara membaca buku-buku yang bermanfaat.

Sebagaimana hadits Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh imam Ahmad bin hambal:

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

Dari hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad bin hambal tersebut dapat diartikan bahwa untuk mendapatkan sesuatu membutuhkan ilmu. Adapun menurut perkataan imam Al-Ghazali yakni Al-ilmu bi-laa ‘amalin junuunun, wal-‘amalu bi-laa ‘ilmin lam yakun, ilmu tanpa amal adalah gila, dan amal tanpa ilmu tiada nilainya.

2. Silaturrahim
Silaturahim salah satu cara mempererat tali persaudaraan. Dengan silaturahim kita bisa mendapatkan keberkahan rezeki dan doa. Silaturahim bisa berkunjung ke rumah kerabat, guru dan teman.

Adapun perintah silaturahim terdapat dalam hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari yaitu “Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna, jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturrahmi dengan orangtua dan saudara.

3. Rihlah
Rihlah adalah salah satu metode belajar dengan mengunjungi tempat-tempat yang bisa menambah ilmu, wawasan dan ketaatan kepada Allah. Rihlah bisa dengan mengunjungi berbagai destinasi / tempat wisata seperti dataran tinggi, dataran rendah, perairan. Rihlah pun tidak harus dengan biaya yang mahal, cukup dengan berkunjung ke tempat-tempat edukatif yang dekat dengan tempat tinggal kita.

4. Birrulwalidain
Birrulwalidain adalah berbuat baik kepada kedua orang tua. Di saat libur sekolah, tentu kita memiliki banyak waktu luang di dalam rumah. Banyak cara birrulwalidain yang bisa kita lakukan seperti merapikan rumah, membantu menyiapkan makanan, membantu berbelanja ke pasar dan lain-lain. Dengan birrulwalidain kita mendapatkan banyak kebaikan yaitu dipanjangkan umur, ditambah rizki dan mendapatkan pahala serta mendapatkan Ridho kedua orang tua.

Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh imam Ahmad bin hambal, “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rizkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan)”.

5. Berkarya
Manusia yang kreatif pasti dia tidak akan berdiam diri saja dirumah tapi dia akan melakukan sesuatu yang menghasilkan karya yang bermanfaat.
Berkarya tidak harus dengan modal yang besar, bisa juga dengan menggunakan barang-barang bekas. Kita bisa menggunakan 3 Cara yaitu 3R.

1. Reduce, mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah

2. Reuse, menggunakan kembali

3. Recycle, mendaur ulang

Dengan melakukan 3R kita membantu mengurangi sampah-sampah di bumi. Berkarya juga bisa melakukan berbagai eksperiment kuliner yaitu mengolah bahan makanan yang sederhana menjadi istimewa dan menyehatkan.

Demikianlah cara mengisi liburan produktif yang bisa kita lakukan. Selain bermanfaat untuk diri sendiri, juga bermanfaat bagi orang lain. Tentu manusia yang bermanfaat adalah salah satu manusia terbaik di hadapan Allah sebagaimana bunyi sebuah hadits Rasulullah:

“Khairun naas anfaauhum linnaas.” Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)“. Wallahu ‘alam bishawab.[]

Comment