Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat Apresiasi Gerakan Belajar Raya Jakarta

Pendidikan72 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Moh Jumhur Hidayat hadir dalam acara kegiatan Belajar Raya Jakarta yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Sabtu, 02 Mei 2026. Ide yang luar biasa, energi di Belajar Raya 2026 terasa sangat hidup karena ribuan orang, pada pendidik, pelajar, mahasiswa,  aktivis/relawan/penggiat komunitas serta masyarakat umum berkumpul dalam satu titik untuk mendorong ekosistem pendidikan yang lebih insklusif.

Belajaraya merupakan sebuah festival pendidikan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Inisiatif ini lahir pada 2016 dari jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG); sebuah jaringan penggerak pendidikan yang memfasilitasi integrasi, kolaborasi, dan inovasi lebih dari 1.000 Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) bersama berbagai pemangku kepentingan.

Belajaraya menjadi ruang pertemuan bagi berbagai inisiatif pendidikan untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, serta mendorong kolaborasi yang berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia. Semangat #KerjaBarengan menjadi landasan utama dalam memperkuat ekosistem belajar yang lebih inklusif dan relevan.

Setelah sebelumnya hadir di berbagai kota seperti Bali, Bandung, Makassar, Semarang, Surabaya, dan Kupang, rangkaian Belajaraya akan mencapai puncaknya di Jakarta melalui penyelenggaraan di Taman Ismail Marzuki.

Momentum Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 menegaskan peran Belajaraya Jakarta sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

Tema “Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan” diangkat untuk mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menjawab tantangan pendidikan yang masih perlu diperjuangkan di Indonesia. Kesenjangan akses belajar, kualitas pembelajaran yang belum merata, hingga kebutuhan keterampilan baru di tengah perubahan zaman menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan kolektif dan terintegrasi.

Lewat Belajaraya, publik diajak melihat bahwa perubahan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi nyata antara pendidik, murid, komunitas, pemerintah, sektor swasta, dan media.

Pada sesi konferensi pers 21 April 2026 lalu, Najelaa Shihab, Pendidik & Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru, menyoroti Belajar Raya tahun ini sebagai tonggak penting dalam perkembangan gerakan pendidikan berbasis komunitas di Indonesia.

Pertama kalinya, kegiatan ini hadir di sembilan kota melampaui capaian sebelumnya yang umumnya hanya menjangkau enam kota sejak dimulai pada 2015.

Perluasan ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa inisiatif pendidikan tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan mulai tumbuh di berbagai daerah, termasuk wilayah baru seperti Kupang yang menunjukkan karakter Belajar Raya sebagai gerakan regional yang inklusif.

“Di jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Komunitas dan organisasi pendidikan melakukan inovasi di ratusan kota dan kabupaten, melalui berbagai klaster kerja yang meliputi literasi, kepemimpinan dan kepemudaan, karakter, pengembangan guru, keluarga, teknologi pendidikan, pendidikan bagi kelompok marginal, lingkungan, seni, pendidikan inklusif, pendidikan lainnya, antikorupsi, toleransi, kesehatan, serta riset.

Seluruh kegiatan para penggerak di SMSG, mendefinisikan ulang makna pendidikan melampaui ekosistem persekolahan, serta mengintegrasikan langkah secara kolektif guna memperbesar dampak pendidikan untuk mewujudkan perubahan masyarakat dan perbaikan dunia,” jelas Najelaa.

Beragam aktivitas dihadirkan dalam Belajaraya Jakarta 2026 untuk membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas, mulai dari Ngobrol Publik, Kelas Belajar, Booth Komunitas, Pameran Karya, hingga Pertunjukan Musik.

Seluruh rangkaian ini menjadi titik temu berbagai inisiatif dan energi perubahan dalam pendidikan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Rangkaian Ngobrol Publik dalam Belajaraya Jakarta mengangkat isu-isu strategis pendidikan dari berbagai perspektif untuk mendorong lahirnya gagasan, refleksi, dan kolaborasi yang berdampak.

Ngobrol Publik #1 membuka diskusi melalui tema “Green is the New Cool: Belajar dari Gerakan Lingkungan” dengan menghadirkan Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si., Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Diah R. Sulistiowati, External Engagement & Media Manager Yayasan WWF Indonesia, serta Taufiq Supriadi, Founder Pencegah Krisis Planet & Ketua RT Inovatif, dengan moderator Muhamad Nuralamsyah dari Hutan Itu Indonesia.

Sesi ini menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan kesadaran dan perilaku berkelanjutan sejak dini.

Ngobrol Publik #2 mengangkat tema “Teknologi untuk Semua: Belajar Tanpa Batas di Era Digital” dengan menghadirkan Prof. Brian Yuliarto dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stefani Herlie sebagai Country Lead Canva Indonesia, serta Salman Subakat dari Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), dipandu oleh moderator Yoga Angelina dari Rumah Belajar Wardah Inspiring Teacher.

Diskusi ini menekankan peran teknologi dalam memperluas akses pembelajaran sekaligus menjawab kesenjangan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Ngobrol Publik #3 membahas tema “Anak di Era Media Sosial: Mewujudkan Ruang Digital yang Berpihak kepada Anak” dengan menghadirkan Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, Nikita Willy sebagai figur publik, serta Siti Nur Andini dari Keluarga Kita, dengan moderator Nisa Felicia dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan.

Sesi ini menyoroti urgensi literasi digital, keamanan anak, serta peran keluarga dan ekosistem dalam memastikan ruang digital mendukung tumbuh kembang anak.

Ngobrol Publik #4 menghadirkan tema “Berani Bertanya, Berani Bercerita: Belajar Berpikir dan Berkarya dari Keluarga, Layar dan Iman” bersama Quraish Shihab, Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, Najwa Shihab, jurnalis dan pendiri Narasi, serta Ryan Adriandhy, animator dan sutradara film, dengan moderator Ivan Ahda, Growth Strategy & Advisory Director.

Diskusi ini menegaskan pentingnya kemampuan berpikir kritis sebagai kompetensi dasar dalam menghadapi arus informasi yang kompleks dan berpengaruh terhadap pembelajaran masyarakat.

Ngobrol Publik #5 mengangkat tema “Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas” dengan menghadirkan Letkol (Inf.) Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, Prof. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah*, serta Saifullah Yusuf, Menteri Sosial*, dengan moderator Najelaa Shihab sebagai inisiator SMSG.

Sesi ini mempertemukan perspektif kebijakan dan aspirasi masyarakat untuk menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.

Rangkaian ini ditutup melalui Ngobrol Publik #6 bertema “Indonesia 2045: Mimpi Besar, dan Kerja Kolektif” dengan menghadirkan Purbaya Yudhi Sadewa dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia*, Najelaa Shihab sebagai Dewan Pembina dan Pendiri PSPK, serta Mandira Bienna Elmir, Ketua Yayasan Forum Indonesia Muda, dengan moderator Hety Nurcahyarini dari Guru Belajar Foundation.

Diskusi ini menyoroti peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Selain diskusi publik, Belajaraya Jakarta juga dimeriahkan oleh penampilan musisi Tanah Air seperti Tompi, Andien, Endah & Rhesa, serta Dere yang menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inklusif, ekspresif, dan menyenangkan.

Kelas Belajar menjadi ruang berbagi yang digerakkan langsung oleh Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) melalui praktik-praktik baik yang kontekstual.

Sementara itu, Booth Komunitas dan Pameran Karya menghadirkan berbagai inisiatif nyata dari beragam daerah di Indonesia, sehingga publik dapat melihat secara langsung bagaimana komunitas pendidikan berkontribusi menjawab tantangan pendidikan sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing wilayah.

Keterlibatan KOP dalam Belajaraya merepresentasikan 15 klaster kerja dalam jaringan SMSG, meliputi literasi, kepemimpinan dan kepemudaan, karakter, pengembangan guru, keluarga, teknologi pendidikan, pendidikan bagi kelompok marginal, lingkungan, seni, pendidikan inklusif, pendidikan lainnya, antikorupsi, toleransi, kesehatan, serta riset.

Seluruh upaya ini mencerminkan gerakan yang mendefinisikan ulang makna pendidikan melampaui persekolahan sekaligus memperkuat dampak pendidikan bagi perubahan masyarakat.

Penyelenggaraan Belajaraya Jakarta 2026 terlaksana berkat dukungan berbagai mitra lintas sektor, antara lain Paragon, Sekolah.mu, Bank Indonesia, Canva, Keluarga Kita, Komdigi, Pertamina, Living English, Liberta, Nutrifood, serta SEI Indonesia.

Belajaraya hadir sebagai festival pendidikan yang diinisiasi oleh jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) sejak 2016.

Hingga saat ini, lebih dari 1.000 Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) tergabung dalam gerakan ini untuk memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, serta mendorong kolaborasi yang berdampak bagi pendidikan Indonesia.[]

Comment