Menyambut Ramadhan Dengan Ketaqwaan

Opini1663 Views

 

 

Oleh: Naimatul Jannah, Aktivis Muslimah Asal Ledokombo

__________

RADARINDONESIANEW.COM, JAKARTA– Tak terasa beberapa hari lagi kita akan bertemu dengan Ramadhan. Saat indah yang sangat dinantikan oleh seluruh Muslimin di seluruh dunia dengan penuh rasa gembira. Di dalamnya ada pengampunan, ada barakah, ada lailatul qadr dan ada kemenangan, insya Allah. Kita berdoa:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي َشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya’ban ini dan menyampaikan kita di bulan Ramadhan. Aamiin.

Ramadhan merupakan madrasah pengendalian diri, bagaimana selama satu bulan penuh kita mengendalikan hawa nafsu dan tunduk terhadap aturan syariat Allah SWT. Karena tujuan puasa Ramadhan adalah menuju taqwa.

Tujuan utama disyariatkan ibadah pada bulan suci Ramadhan adalah untuk meningkatkan ketakwaan orang-orang yang beriman, sesuai dengan Alquran surat al-Baqarah ayat 183. Artinya, ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”Keutamaan Bulan Ramadhan

Nabi Saw menyebut Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan (syahrun mubârakun).

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ كَتَبَ اللّهُ عَلَيْكُمْ صِيَا مُهُ فِيْهِ تُفْتَحُ اَبْوَابَ الجِنَانِ وَتُغْلَقُ اَبْوَابُ الجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرُ هَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan keberkahan. Allah telah mewajibkan kalian shaum di dalamnya. Di bulan itu pintu-pintu surga di buka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebajikan pada malam itu, berarti diharamkan baginya segala rupa kebajikan”. (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Baihaqi, dari Abu Hurairah).

Persiapkan Diri Tingkatkan Ketaqwaan

Takwa pada hakikatnya adalah keyakinan yang mantap kepada Allah, rasa takut yang mendalam, dan perasaan muraqabah yang terus-menerus. Orang yang takwa menyadari dan meyakini bahwa dirinya senantiasa dilihat, didengar, dan diketahui oleh Allah yang maha-melihat, maha-mendengar dan maha-mengetahui.

Perasaan tersebut dapat membangkitkan kesadaran yang tinggi untuk selalu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Untuk merealisasikan peningkatan ketakwaan diri kita di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, kita perlu melakukan langkah-langkah yang realistis, yang dari waktu ke waktu semakin menampakkan indikasi peningkatan ketakwaan.

Amalan-amalan yang Bisa dilakukan

Amalan-amalan itu antara lain: melakukan puasa dengan sebaik-baiknya, membiasakan diri melaksanakan ibadah-ibadah yang diperintah Allah baik yang wajib ataupun yang sunnah, dan meningkatkan interaksi dengan Alquran, dengan banyak membacanya dan berupaya memahaminya agar dapat dijadikan sebagai petunjuk hidup.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“.. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah jadikan baginya jalan keluar (atas segala permasalahan). (Qs. At-Talaq : 2).

Selain itu, kita menjauhi larangan-larangan Allah, serta berdoa meminta segala kebaikan kepada Allah, terutama anugerah ketakwaan.

Selain diupayakan melalui kerja keras dan usaha peningkatan komitmen ketaatan kepada Allah, takwa adalah karunia dan anugerah Allah kepada hamba-Nya. Karenanya, selain usaha yang maksimal, kita perlu meminta kepada Allah, terlebih lagi pada bulan suci Ramadhan, bulan dikabulkannya doa hamba-Nya.

Hikmah Puasa

Hikmah diwajibkannya kita berpuasa adalah agar kalian bertakwa. Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi di dalam Aysar at-Tafâsîr menjelaskan makna firman Allah SWT ”la’allakum tattaqûn” yakni agar dengan puasa itu Allah mempersiapkan kalian untuk takwa yaitu melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT (Al-Jazairi, Aysar at-Tafâsîr, I/80).

Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya itu dilaksanakan karena kesadaran jiwa dan akal. Maka pelaksanaannya memerlukan pengetahuan syar’iy akan halal dan haram.

Karenanya, takwa bisa juga dimaknai sebagai kesadaran akal dan jiwa serta pengetahuan syar’i terhadap wajibnya mengambil halal dan haram sebagai standar bagi seluruh aktivitas lalu merealisasikannya secara praktis (‘amalî) di dalam kehidupan.

Oleh karena itu, seharusnya pasca Ramadhan, akan lahir manusia-manusia baru, keluarga-keluarga baru, dan masyarakat baru yang bertakwa kepada Allah SWT, mengamalkan ajaran Islam, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Bukankah ketakwaan yang diperintahkan oleh Allah tidak hanya bersifat individual? Apa maknanya pribadi baik tapi hidup dalam masyarakat yang mengingkari syariah Allah SWT?

Walhasil, semoga Ramadhan ini menjadi pemicu bagi kita kaum Muslim mewujudkan ketakwan hakiki, yakni menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan: individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Inilah wujud keimanan dan ketakwaan yang sebenarnya.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96).

Semoga Ramadhan kali ini menjadi pintu terbukanya keberkahan bagi negeri ini. Aamiin. Wallahu A’lam Bisshowab.[]

Comment