by

Mr.Kan: Rejim Jokowi Tambah Utang Luar Negeri Terbanyak Dan Tercepat

Mr.Kan Pengamat Hukum Dan Politik
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Total Utang Luar Negeri Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia Diperkirakan Per Akhir Mei 2018 Sekitar Rp.4.200 Triliun belum termasuk hutang swasta.
Cadangan DEVISA NEGARA Republik Indonesia Per Akhir Mei 2018 Sebesar 122,9 Miliar Dollar AS atau dikurs ke Rupiah jadi Rp.1.720,6 Triliun, nilai utang luar negeri jauh lebih besar dibandingkan cadang devisa.
Nilai APBN per tahun sekitar Rp.1.600 Triliun, tahun 2018 dan 2019 kewajiban bayar utang pokok tambah bunga sekitar Rp.810 Triliun, 
Khusus bunga utang luar negeri :
Tahun 2015 sekitar Rp.156 Triliun.
Tahun 2016 sekitar Rp.191 Triliun.
Tahun 2017 sekitar Rp. 221 Triliun.
Tahun 2018 sekitar Rp. 247 Triliun.
Dari nilai bunga diatas ini dapat dilihat setiap tahun bunga terus bertambah banyak, karena utang terus bertambah banyak
Utang luar negeri pemerintahan pusat akan terus meningkat, diperkirakan sampai akhir tahun 2018 akan mencapai sekitar Rp.4.500 Triliun.
Pasca REFORMASI setiap rejim kepemerintahan terus menambah utang luar negeri, hanya di jaman rejim kepemerintahan Presiden Gusdur yang sempat mengurangi sedikit utang luar negeri.
Pada tahun 1998 Rejim ORBA kepemerintahan presiden Soeharto meninggal warisan utang luar negeri sebesar Rp.551 Triliun, Sebelum rejim kepemerintahan Presiden Joko Widodo, Pada tahun 2014 Rejim kepemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan warisan utang luar negeri sebesar Rp.2.608,8 Triliun.
Sebelum SBY, pada tahun 2004 Rejim kepemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri meninggalkan warisan utang luar negeri sebesar Rp.1.298 Triliun.
Jaman rejim kepemerintahan Presiden Joko Widodo menambah utang luar negeri terbanyak dan tercepat, hanya dalam waktu 3,5 tahun telah menambah utang luar negeri sebesar Rp.1.526 triliun.
Angka penambahan utang luar negeri ini dihitung dari warisan SBY Oktober 2014 Rp.2.608,8 Triliun dilanjutkan oleh Jokowi sampai akhir Maret 2018 utang luar negeri sudah sebesar Rp.4.134 Triliun.
Ini lah fakta sebagian besar keadaan keuangan negara Republik Indonesia yang saya baca dari berbagai media online terpercaya, semua data diatas yang sudah pernah disampaikan oleh kementerian keuangan Negara Republik Indonesia.
Yang menjadikan sejumlah besar pertanyaan dari saya, sekiranya untuk pemerintahan kedepannya bagaimana caranya untuk membayar utang luar negeri? dari mana sumber keuangan untuk membayar utang luar negeri? Apa saja resiko jika negara gagal bayar utang? Siapa saja yang bertanggung jawab atas utang luar negeri?
Apakah Pejabat pemerintahan sekarang dan sebelumnya yang menjadi pejabat negara khususnya yang memutuskan menambah utang luar negeri masih turut bertanggung jawab jika terjadi gagal bayar utang luar negeri? kemana saja uang sebanyak itu semuanya?
Apakah pemerintah sekarang ini sudah cukup terbuka untuk keseluruhan pengelolaan keuangan negara ? digunakan untuk apa saja? berapa saja nilai-nilai keuangan negara yang sudah digunakan?[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 11 =

Rekomendasi Berita