by

Muchtar Effendi Harahap: Pernyataan PM Cina Sebagai Upaya Intervensi

Muchtar Effendi, Ketua Network for South East
Asian Studies (NSEAS).[rmol]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Muchtar Effendi Harahap, Ketua Network for South East
Asian Studies (NSEAS) mengomentari isue terkait pemberitaan dari salah
satu media online yang melansir tentang respon cukup keras yang
datang dari Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Keqiang. Li
menilai situasi dan suasana politik di Indonesia yang sedang memanas mengusik kenyamanan warga keturunan Tionghoa di Indonesia. Kekhawatiran tersebut disampaikan Li dalam konfrensi pers bersama pejabat negara lainnya di Kantor
Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun televisi international
beberapa hari yang lalu.
Berdasarkan informasi dan kabar berita yang diperolehnya
terkait aksi damai pada 4 November yang lalu, Li melihat ancaman mengarah pada etnis Tionghoa. Selanjutnya selaku PM Cina, Li memperingatkan
Indonesia jika Tragedi 98 Terulang, Cina akan kirim aasukan ke
Indonesia. Bagi Muchtar selaku pengamat politik, menyampaikan analisa dan pandangannya. Menurutnya, terdapat beberapa butir penting dalam
pernyataan PM Cina ini.
Lebih
lanjut, Muchtar Effendi Harahap menyatakan di hadapan wartawan, Selasa (8/11), ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Pertama
(1), pasukan militer Cina masuk ke Indonesia, dan kedua (2) semua
keturunan Cina di Indonesia akan ditarik dari Indonesia.
“Lalu
kemudian, ada indikasi hubungan ekonomi antara
Cina dan Indonesia akan diputus; Dan kemudian poin terakhir adalah
bahwa Cina telah mengancam dan bercampur urusan dalam negeri Indonesia,”
jelasnya.
Bagaimanapun juga, sambung Muchtar, pernyataan PM
Cina ini sebagai upaya intervensi urusan negara lain dan ancaman
terhadap rakyat Indonesia, terutama pribumi, agar tidak merugikan
kepentingan kelompok ras Cina di Indonesia.
Sebagai
ancaman, tentu rakyat pribumi semakin bersikap konflik terhadap ras
Cina di Indonesia. Sebaliknya, ras Cina semakin merasa kuat konflik
dengan rakyat pribumi. 
Ketua NSEAS juga
menambahkan kalau pernyataan PM Cina ini juga indikasinya menunjukkan,
ancaman bagi penguasa negara supaya tidak membiarkan terjadi kerusuhan
sosial pribumi terhadap ras Cina di Indonesia.
“Sebagai sebuah ancaman,
bagaimana pun, PM Cina telah merendahkan martabat  atau prestise negara
Indonesia,” jelasnya.
Maka
itu, ke depan, apa yang harus dilakukan negara Indonesia? Ada baiknya,
Muchtar berpandangan, pernyataan PM Cina ini harus dilontar atau
dipersoalkan baik eksekutif maupun legislatif secara opini
internasional. 
“Kandungan apa yang dipersoalkan, tentu substansi
pernyataan PM Cina tersebut. Sekali negara Indonesia tidak mempersoalkan
pernyataan ini, lambat laut Cina akan dengan mudah merendahkan martabat
dan prestise Indonesia di mata internasional,” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita