Muhammadiyah Kayu Putih Permudah Infak Jemaah Idul Adha dengan QRIS

Metro27 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur, memanfaatkan sistem pembayaran digital QRIS untuk memudahkan jemaah berinfak pada pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman International Equestrian Park Pulomas, Rabu (27/5/2026).

Sedikitnya 2.000 lembar flyer dibagikan kepada jemaah saat pelaksanaan salat. Sebelumnya, panitia juga telah menyebarkan sekitar 4.000 flyer kepada masyarakat menjelang hari raya.

“Total 4.000 flyer dibagikan sebelum hari H untuk publik, sedangkan saat pelaksanaan sholat Idul Adha hari ini sekitar 2.000 lembar,” kata Ketua PRM Kayu Putih sekaligus Ketua Panitia Sholat Idul Adha, H. Ferrizal Nasrullah, S.E.

Dalam flyer tersebut, panitia tidak hanya mencantumkan nama khatib dan imam, yakni H. Fahmi Salim, Lc., M.A. dan Wasdi Rahman, tetapi juga memuat informasi pembangunan Gedung Madrasah Diniyah 02, pengembangan Baitul Quran, hingga rumah tinggal imam.

Melalui kode QRIS yang tertera, jemaah dapat langsung menyalurkan infak ke rekening Muhammadiyah Ranting Kayu Putih dan Baitul Quran Muhammadiyah melalui Bank BNI. Panitia juga menyediakan akses digital untuk mengunduh naskah khutbah Idul Adha melalui pemindaian kode QR.

“Hasil infak Idul Adha kami prioritaskan untuk penyelesaian pembangunan Madrasah Diniyah 02, gedung tiga lantai beserta fasilitas pendukung lainnya,” ujar Ferrizal.

Menurut dia, penggunaan QRIS sebenarnya telah diterapkan sejak tahun lalu. Namun, pada Idul Adha kali ini pemanfaatannya dibuat lebih optimal untuk memudahkan jemaah berpartisipasi dalam penggalangan dana umat.

“Sebenarnya sejak tahun lalu kami sudah menerapkan sedekah dan infak melalui QRIS. Tahun ini kami optimalkan lagi,” katanya.

PRM Kayu Putih dikenal sebagai salah satu ranting Muhammadiyah berprestasi dan pernah meraih predikat Ranting Unggulan Terbaik tingkat nasional.

Organisasi ini membawahi sejumlah amal usaha pendidikan, di antaranya SD Muhammadiyah 41 Jakarta Timur di Jalan Marmer No. 11 serta SMP Muhammadiyah 39 Jakarta Timur di Jalan Marmer No. 1-7-9-11, Kayu Putih.

Selain melalui QRIS, panitia juga tetap mengedarkan kantong infak di setiap saf. Sejumlah remaja turut membantu membagikan flyer berisi kode pembayaran digital dan tautan khutbah yang dapat langsung diakses melalui telepon genggam.

Khutbah Idul Adha Angkat Pesan Perdamaian Dunia

Dalam khutbah Idul Adha, khatib H. Fahmi Salim, Lc., M.A. menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual individual umat Islam, melainkan simbol kuat perdamaian dan kesetaraan manusia.

“Hari Raya Qurban adalah miniatur kehidupan dunia versi Islam yang tanpa kekerasan dan tanpa diskriminasi,” kata Fahmi di hadapan jemaah di halaman Pacuan Kuda Pulomas.

Menurut dia, Islam melarang segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun tindakan nyata. Karena itu, umat Islam diminta menjadi agen perdamaian di tengah situasi geopolitik dunia yang dipenuhi konflik.

“Perdamaian harus dimulai dari dalam diri sendiri,” ujarnya.

Fahmi menjelaskan, Idul Adha memiliki kaitan erat dengan ibadah haji karena sama-sama berakar pada kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dalam ibadah haji, seluruh umat Islam mengenakan ihram tanpa membedakan ras, jabatan, maupun status sosial.

“Semua berkumpul di Padang Arafah dengan standar yang sama, yaitu ketakwaan kepada Allah,” katanya.

Ia menyebut ibadah haji dan kurban sebagai simbol perlawanan terhadap rasisme dan ketimpangan sosial. Selain itu, distribusi daging kurban juga menjadi gambaran nyata pemerataan kesejahteraan dan solidaritas sosial dalam Islam.

“Dunia membutuhkan toleransi dan kolaborasi, bukan konflik,” ujar Fahmi.

Pada pelaksanaan salat Idul Adha tersebut, imam Wasdi Rahman membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

Kedua surah itu merupakan bacaan yang disunnahkan Rasulullah SAW dalam Sholat Id, Jumat, dan Witir karena berisi pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT.[]

Comment