by

Mukti Atun Sariah*:  Pengaruh Lingkungan Teman  Terhadap Kenakalan Remaja

-Opini-59 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Teman seusia sangat berpengaruh pada kenakalan remaja saat ini, terlebih remaja saat ini sangat cepat sekali mengikuti trend yang sedang berkembang.

Tidak semua trend yang hadir membawa dampak positif namun banyak juga yang membawa dampak negatif dan itu akan menghadirkan masalah untuk keluarga terutama bagi kedua orang tuanya.

Pengaruh teman seusia dapat merubah karakter yang ada, bahkan tidak jarang remaja yang berasal dari keluarga baik – baik dan sebelumnya tidak bermasalah dikeluarganya dapat berubah menjadi sangat bermasalah.

Masa – masa remaja sangatlah berpengaruh penting dalam proses perkembangan, disinilah pentingnya peran orang tua dan orang – orang terdekat terhadap tumbuh kembang dan mengarahkan untuk menemukan jati diri kearah yang lebih baik demi masa depannya.

Keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan karakter, karena dari keluarga seorang anak belajar banyak hal tentang dunia dan yang lainnya.

Sebagai orang tua haruslah tetap memberikan perhatian dan kasih sayang sampai kapanpun, dan memberikan waktu untuk sang anak.

Memang masa remaja adalah masa yang yang menentukan masa depan si Anak tersebut oleh karena banyak pihak – pihak yang seharusnya ikut bertanggung jawab dalam proses tersebut.

Salah satunya adalah lingkungan sekitar yaitu teman – teman sebayanya. Disini jelas menentukan pembentukan karakter dan identitas diri yang sangat penting bagi masa depannya. Karena hal ini juga sangat berpengaruh pada cara berpikir dan tingkah lakunya.

Keluarga merupakan aspek penting bagi perkembangan remaja, dari keluargalah mereka belajar mengetahui banyak hal, mengetahui tentang dunia dan isinya, dari keluargalah mereka mengenal baik dan buruk, maka dari itu pentingnya peran keluarga terutama orang tua bagi perkembangan remaja.

Namun itu bertolak belakang sekali dengan kondisi saat ini dimana orang tua yang seharusnya mengenalkan mereka banyak hal sibuk dengan pekerjaan masing – masing sehingga tidak sedikit dari mereka para orang tua yang mengabaikan dan mengesampingkan peran dan tanggung jawabnya terhadap mereka.

Di sinilah para remaja menganggap mereka diabaikan, tidak diperhatikan, dan tidak mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuanya sehingga jelas ini sangat mengganggu perkembangan mereka.

Pada akhirnya mereka mencari semua itu diluar dengan teman – teman sebayanya dengan teman – teman sepermainannya, yang belum tentu membawa pengaruh yang baik bagi mereka.

Di sinilah banyak dari mereka yang kurang perhatian dari orang tuanya memilih mencari perhatian diluar rumah dan akhirnya tidak sedikit dari yang terjerumus pada pergaulan yang salah, pada narkoba, pada pergaulan bebas, atau pada pada balapan liar yang saat ini sedang marak dikalangan para remaja.

Selain itu banyak sekali terjadinya kasus para remaja yang belum tau tentang tanggung jawabnya sebagai remaja, mereka masih memiliki tanggung jawab sosial yang harus mereka jalankan, seperti tanggung jawab pendidikan mereka harus tetap bersekolah, mereka harus tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang anak dan anggota masyarakat dilingkungannya, dan itu bukan hal yang mudah dan harus memiliki pendampingan dari orang – orang disekitarnya.

Karakter seseorang yang akan dijadikan teman pun akan sangat berpengaruh pada perkembangan remaja. Hubungan kelompok teman seusia yang positif akan memberi hasil yang positif pada prestasi akademik dan keaktifan pada setiap kegiatan – kegiatan di sekolah. Aspek perkembangan kognitif dilihat dari sudut pandang pendekatan konstruktivis Vygotsky (dalam Santrock, 2011 ).

Jadi dapat dikatakan bahwa ketika remaja memiliki teman seusia yang membawa ke arah yang positif maka sangat mungkin pada akhirnya remaja tersebut juga ikut dalam hal – hal yang positif dan dapat berkembang dibidang akademik, karena teman – teman seusianya membawa dampak yang baik untuk perkembangan remaja tersebut.

Namun sebaliknya jika remaja tersebut memiliki teman seusia yang tidak baik maka akan membawa pada kehancuran hidup remaja tersebut. Dampak yang bisa berujung pada kriminalitas pun dapat terjadi karena usia – usia remaja keingin tahuannya sangatlah besar dan tinggi para remaja akan mencoba hal – hal baru yang dianggap mereka menantang dan seru untuk dilakukan.

Maka di sinilah pentingnya peran orang tua dalam pemgawasan pergaulan remaja, dapat memberikan pengarahan pada si Anak agar dapat memilih teman seusia yang akan dijadikan teman bergaul itu dengan baik sehingga dapat membawa mereka pada hal yang positif atau bahkan menguntungkan banyak hal.

Sangat berpengaruhnya lingkungan teman seusia dalam kehidupan remaja maka sedikit demi sedikit remaja tersebut akan mengurangi bahkan meninggalkan intensitasnya dalam linkungan keluarga, berkurangnya waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga khususnya orang tua, disinilah peran penting orang tua bukan hanya mengurusi tetapi mendidik remaja dan memberikan waktu luang untuk bercerita, berbagi kisah dan pengalaman serta meluangkan waktu untuk si anak agar merasa dihargai, merasa nyaman ketika berada ditengah – tengah orang tuanya, agar si Anak tidak lagi mencari kenyaman di luar yang semua itu belum tentu baik untuk perkembangan dan masa depannya kelak.

Lingkungan pertemanan akan menjadi tempat pembelajaran yang berharga bagi kehidupan remaja, dimana didalamnya juga mengajarkan untuk berbagi kisah, kepedulian dan rasa setia kawan yang begitu besar sehingga penting sekali untuk tepat dalam memilih lingkungan teman seusianya, dengan adanya mereka maka secara tidak langsung interaksi sosial pun terjalin dan remaja belajar untuk berorganisasi dan berdaptasi serta memahami satu sama lain diantara mereka.

Namun kembali lagi orang tua haruslah berperan aktif dalam mengawasi teman – teman seusia yang dimiliki si anak agar apa yang mereka lakukan, mereka kerjakan dan keputusan yang mereka ambil sesuai dengan norma yang berlaku agar tidak keluar dari aturan – aturan yang berlaku.

Sejati orang tua pun tau siapa saja, dan bagaimana pergaulan di lingkungan teman – teman seusia yang dimiliki si Anak agar tetap terus bisa mengawasi dan memberi arahan.

Dengan perkembangan yang ada kenakalan remaja bermacam – macam dari yang paling ringan sampai yang paling berat, serius dan harus dapat penanggulangan yang cepat dan tepat dari berbagai pihak. Contohnya seperti penyalahgunaan NARKOBA, penyebab utamanya adalah rasa ingin tahu yang tinggi dalam diri remaja maka ingin sekali mengatahui rasanya bagaimana bila memakai NARKOBA tanpa adanya sikap yang bijak dari dalam dirinya sehingga apa yang dilakukannya berdampak buruk bagi dirinya sendiri.

Selanjutnya pencurian, karena kebutuhan yang mendesak atau ingin sekedar memiliki uang untuk mengikuti gaya hidup tidak jarang dari mereka melakukan tindak pencurian yang jelas – jelas itu melanggar hukum. Dalam pasal 352 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15tahun penjara.

Contohnya lain kenakalan remaja yaitu tawuran dimana mereka hanya mencari jati diri semata atau karena ingin dibilang “ Jagoan “ oleh teman – temannya sehingga mereka berani tanpa memikirkan nyawa mereka sendiri, atau ada yang hanya ikut – ikutan saja.

Padahal jelas – jelas tindakan itu melanggar hukum melanggar Pasal 358 KUHP tentang penganiayaan, penyerangan atau perkelahian dengan hukuman pidana penjara 2 tahun 8 bulan apabila menyebabkan luka berat dan apabila menyebabkan kematian maka hukumannya adalah paling lama 4tahun hukuman pidana penjara.

Jika dilihat dari akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja jelas itu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain apalagi keluarga khususnya orang tua, maka kembali lagi disinilah pentingnya peranan orang tua dalam mengetahui pergaulan mereka dengan teman seusianya.

Dijelaskan pula dalam pasal 489 ayat (1) KUHP bahwa kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau kesusahan, diancam dengan pidana denda paling banyak dua ratus dua puluh lima ribu rupiah.

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa segala bentuk kenakalan yang menimbulkan bahaya, baik itu yang disebabkan oleh manusia, binatang maupun hewan jelas aka nada hukumannya walau tidak berupa kurungan penjara.

Namun, tetap saja apa yang dilakukan akibat kenakalan remaja yang dijelaskan diata maka akan sangat berdampak dan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.

Dari hasil penelitian, pengaruh teman seusia itu sangat berpengaruh besar pada karakter dan kepribadian remaja dan itu sangat berdampak pada kenakalan remaja yang memiliki pengaruh besar dibandingkan remaja yang tidak memiliki teman seusia yang cukup banyak.

Betul sekali bahwa kenakalan remaja dari tahun ketahun membuat masyarakat khususnya para orang tua memiliki keprihatinan tinggi terhadap hal tersebut.

Apalagi saat ini juga banyak didapati fenomena dimana para remaja khususnya remaja Perempuan melakukan prostitusi baik secara offline maupun online, sangat memprihatinkan tentunya dan ditemukan fakta mengejutkan bahwa karena kenakalan remaja yang ditimbulkan dari maraknya jaringan prostitusi di kalangan remaja maka tinggi pula angka aborsi yang dilakukan para remaja tersebut.

Mereka remaja perempuan tidak segan – segan melakukan hal tersebut hanya karena mereka ingin mendapatkan sedikit materi dari pekerjaan yang tidak halal tanpa memikirkan efek dari perbuatan mereka.

Oleh karena itu marilah kita sebagai orang tua haruslah memberikan perhatian penuh terhadap anak – anak kita, berikan kasih sayang dan rasa nyaman agar mereka bisa selalu terbuka dengan kita dan dianggap teman oleh mereka, sehingga mereka tidak akan mencari – cari lagi tempat ternyaman di luar sana karena mereka menganggap di rumah mereka lebih nyaman dengan orang tuanya daripada dengan teman – teman di luar.

Dukungan dari semua pihak pun dapat membantu mengurangi kenakalan remaja yang sangat marak dari tahun ke tahun, serta pentingnya penanaman nilai – nilai agama pada mereka agar bisa menjadi senjata mereka untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Semoga kita sebagai orang tua dapat merenungi itu semua, karena masa depan bangsa berada ditangan mereka dan masa depan mereka pun berada ditangan mereka sendiri.[]

*Mahasiswi semester VII
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Prodi PPKN
Universitas Pamulang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − twelve =

Rekomendasi Berita