by

Muncul Perundungan, Di Manakah Dirimu KPI?

 

 

 

Oleh : Ranyassifa, Enterpreneur

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini kasus pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tengah ramai menjadi sorotan. KPI menegaskan pihaknya mendukung kepolisian mengusut kasus pelecehan seksual dan perundungan yang diduga dilakukan oleh tujuh pegawainya terhadap seorang pegawai KPI Pusat.

Dukungan untuk penyelidikan lebih lanjut itu disampaikan oleh Ketua KPI Pusat Agung Suprio sebagaimana dikutip republika online, Rabu.

Seorang pria yang mengaku sebagai pegawai KPI Pusat mengaku sebagai korban perundungan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh tujuh pegawai di Kantor KPI Pusat selama periode 2011-2020.

Pengakuan korban itu muncul ke publik lewat siaran tertulis yang diterima oleh sejumlah media nasional di Jakarta, Rabu. Dalam pengakuan itu, korban mengaku mengalami trauma dan stres akibat pelecehan seksual dan perundungan yang menjatuhkan martabat dan harga diri korban.

Korban menyampaikan ia sempat melapor ke Komnas HAM dan kepolisian. Namun, saat melaporkan kasus yang dia alami, polisi yang menerima laporan meminta korban menyelesaikan masalah itu di internal kantor.

Korban pun melapor ke kantor, tetapi aduan itu hanya berujung pada pemindahan divisi kerja dan pelaku tidak mendapat hukuman. Pemindahan itu, kata korban lewat siaran tertulisnya, tidak menghentikan perundungan dari para pelaku.

Hingga saat ini sebagaimana dikutip republika online baik korban maupun terduga pelaku sama-sama belum bisa dimintai tanggapan.

Selain dari kasus di atas, muncul pro dan kontra lantaran kembalinya Saipul Jamil di industri pertelevisian. Akibat dari pro kontra tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai pengatur penyelenggaraan penyiaran di Tanah Air mendapat kritikan pedas dari berbagai kalangan.

Mereka mempertanyakan kinerja KPI atas munculnya mantan narapidana kasus kekerasan seksual terhadap remaja tersebut. Kritikan pedas juga datang dari sederetan artis tanah air. Salah satunya dari Ernest Prakasa.

“Mantan narapidana pelecehan seksual di bawah umur disambut bagai pahlawan di televisi. Kemana KPI?” katanya di Instagram, Minggu (5/9/2021)

Postingan Ernest pun dibanjiri komentar warganet. Banyak dari mereka yang sependapat dengan pemain film Cek Toko Sebelah itu dan warganet ramai-ramai mempertanyakan kinerja KPI sebagai pengatur penyelenggaraan penyiaran di Indonesia seperti dikutip id.investing.com.

Sungguh miris jika melihat kasus-kasus di atas justeru terjadi di negara mayoritas muslim ini. Apalagi jika hal tersebut terjadi di dalam lembaga yang justru bertolak belakang dengan kampanye nasional anti kekerasan seksual.

Para pelaku yang tidak diberikan hukuman yang tegas tentu tidak akan membuat mereka jera. Kondisi yang serba bebas saat ini juga menjadi penyebab munculnya kasus pelecehan seksual.

Maka jika dibiarkan demikian, tidak menutup kemungkinan kasus hal serupa akan terulang kembali. Wallahu’alam bishawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita