by

Murka Allah Terhadap Anak Durhaka

-Opini-46 views

 

 

Oleh : Peni Sartika, Aktivis Dakwah

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Miris, kasus anak menelantarkan orang tua terus terjadi seakan mereka lupa dari mana mereka berasal. Apakah mereka keluar dari batu? Sungguh bahwa seorang anak lahir dari rahim sang ibu lalu dirawat oleh kedua orang tua dengan penuh kasih sayang.

Bak air susu dibalas air tuba, betapa teganya sang anak berbuat durhaka kepada ibu yang telah mengandung 9 bulan 10 hari dengan kondisi payah dan lemah.

Kemudian, disaat melahirkan, seorang ibu bertarung dan bertaruh nyawa. Setelah itu seorang ayah harus banting tulang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup seorang anak agar dapat berbakti kepada mereka. Itulah harapan mereka kepada anak anak yang dilahirkannya.

Namun, mengapa di usia senja orang tua yang kini tidak lagi kuat, renta dimakan waktu dengan rambut penuh uban dan kulit keriput jutru dianggap sebagai beban. Bahkan sang anak tega membuang dengan menitipkan orang tua mereka ke Panti Jompo.

Inikah bakti seorang  anak kepada orang tua yang telah bersusah payah sejak mengandung, melahirkan dan merawat saat anak hingga dewasa dan berhasil? Betapa hati orang tua sakit bak diiris sembilu. Allah sangat murka terhadap anak yang berbuat durhaka kepada kedua orang tua mereka.

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Artinya: “Ridho Allah SWT bergantung dari ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim).

Tidakkah kita takut terhadap ancaman Allah ini? Imam Ahmad, Imam Nasai, Al Bazzar dan Imam Hakim meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Aas, bahwa Rasulullah berkata:

ثلاثة حرم الله تبارك وتعالى عليهم الجنة : مدمن الخمر ، والعاق ، والديوث الذي يقر الخبث في أهله

“Ada tiga orang yang Allah haramkan mereka masuk surga. Pecandu Khamr, Anak yang durhaka pada orang tua, dan dayyuts yaitu orang yang setuju dengan maksiat yang dilakukan keluarganya.”

Seperti dilansir viva.co, seorang ibu bernama Trimah, 65 tahun, warga Magelang, Jawa Tengah, dititipkan ke sebuah panti jompo, Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, Jawa Timur.

Dalam wawancara dengan tvOne, Minggu, 31 Oktober 2021, ia mengatakan alasan dia dititipkan ke panti jompo adalah karena anak-anaknya tidak mampu membiayai orang tua.

Meskipun tekanan hidup, khususnya ekonomi yang begitu menghimpit – tidak boleh dijadikan alasan seorang anak melepas tanggung jawabnya mengurus orang tua ke Panti Jompo.

Kapitalisme memang sejak awal telah gagal membangun dan memberi kesejahteraan kepada umat manusia. Persoalan ekonomi tak pernah beres, masyarakat hanya menjadi objek dari lingkaran bisnis yang mereka bangun. Ekonomi dan profit hanya bergerak dan diperoleh kalangan mereka. Masyarakat hanya menjadi konsumen yang tetap dalam kesulitan yang semakin parah.

Kondisi ini tentu saja berimbas kepada kehidupan keluarga dan pengasuhan orang tua. Keluarga miskin semakin miskin dan terus miskin. Hingga muncul banyak problem dalam kehidupan sebuah keluarga.

Rakyat terpaksa berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin berat ditambah tekanan dan kebutuhan,  macam-macam pajak, harga sembako yang terus naik,  biaya pendidikan dan kesehatan.  Semua ini ditanggung sendiri oleh rakyat  sedangkan pendapatan tidak mencukupi.

Banyak sekali hak – hak rakyat yang tidak terpenuhi.  Maka tidak heran tingkat kejahatan semakin meningkat baik dalam keluarga dan masyarakat luas.

Sebab penguasa tidak benar – benar tulus mengurusi rakyatnya. Problem ini akan terus ada dan terjadi selama sistem yang diemban adalah sistem yang membawa kehancuran yakni sistem kapitalisme sekuler Barat yang bertentangan dengan hati nurani kemanusiaan.

Sungguh benar apa yang telah di peringatan dalam Al Qur’an;

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” [TQS.[20] : [124] ].

Sungguh tidak ada kebaikan dalam sistem kapitalis sekuler hingga berkhirnya dunia ini. Maka sudah selayaknya,  sebagai orang yang beriman pasti kita menginginkan kebaikan dalam setiap kehidupan. Ketahuilah bahwa kebaikan itu ada dalam islam.

Islam sangat memuliakan kedudukan orang tua dan mengistimewakan anak-anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Adapun keistimewaan berbakti kepada orang tua di antaranya sebagai berikut ;

1. Amalan paling dicintai Allah SWT
Dari sahabat yang bernama Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW pernah menyebut berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Berikut bunyi haditsnya:

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

Artinya: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasul menjawab, “Shalat pada (awal) waktunya.”
“Kemudian apa lagi?” Nabi menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Aku bertanya kembali.” “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah.” Ibnu Mas’ud mengatakan, “Beliau terus menyampaikan kepadaku (amalan yang paling dicintai oleh Allah), andaikan aku meminta tambahan, maka beliau akan menambahkan kepadaku,” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasai).

2. Doa mustajab
Anak yang berbakti kepada orang tuanya biasanya selalu didoakan oleh kedua orang tuanya tersebut. Doa dari orang tua untuk anaknya yang sholeh bernilai mustajab di mata Allah sesuai dengan sabda Rasulullah:

” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ ”

Artinya: “Ada tiga doa yang mustajab, tidak ada keraguan akan hal itu; doa orang yang terdzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk (kebaikan) anaknya,” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syekh Al-Arnaut).

3. Kemudahan rezeki
Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa berbakti kepada orang tua akan membawa kemudahan rezeki bagi seorang anak. Berikut bunyi haditsnya:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ،قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda; “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambug silaturrahim (kekerabatan).” (HR Ahmad).

Itulah beberapa kebaikan yang akan kita terima ketika berbakti kepada orang tua.  Betapa indah ajaran islam yang tidak akan kita temukan kecuali dalam islam saja. Tidakkah kita bersyukur dan bangga bahwa Allah SWT telah menetapkan kita sebagai muslim dan beriman.

Implementasikan iman tersebut untuk melakukan amal shalih salah satunya berbakti kepada orang tua.Wallahu’alam bis shawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita