by

Kades Hilialawa Berhentikan Perangkat Desanya Tanpa Memberikan Pembinaan

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Sadarman Lase protes kebijakan Kepala Desa Hilialawa, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias yang memberhentikan dirinya dari perangkat Desa Hilialawa yakni Kasi Kesejahteraan.

Menurut Sadarman Lase, pemberhentian dirinya tidak berdasar karena pemberian surat peringatan yang dikeluarkan Kepala Desa sangat tidak berdasar.

“Sebelumnya, Kepala Desa Hilialawa memberikan surat peringatan pertama kepada saya pada tahun 2019, saat itu saya diminta menandatangani surat pertanggung-jawaban yang kegiatannya bukan saya yang laksanakan,” ucapnya.

Sadarman Lase juga menjelaskan saat dia menerima surat peringatan kedua.

“Surat peringatan berikutnya saya terima bersamaan dengan semua perangkat desa yang lain, Kepala Desa mengatakan saya tidak melaksanakan tugas. Namun saya tidak mengetahui tugas apa yang dimaksud kepala desa karena tidak dinyatakan dalam surat peringatan kedua tersebut,” ucapnya lebih lanjut.

“Sedangkan surat peringatan ketiga diberikan Kepala Desa Hilialawa karena handphone yang saya gunakan untuk meng-upload data diaplikasi SDGs Desa telah hilang. Dan saya juga sudah menyatakan kepada Kepala Desa bahwa handphone tersebut akan saya ganti sebagai bentuk tanggung jawab saya,” jelas Sadarman Lase lebih lanjut.

Menurut Sadarman, ketiga surat peringatan tersebut dikeluarkan Kades Hilialawa tanpa memberikan penjelasan atau pembinaan.

“Kepala Desa Hilialawa belum melakukan pembinaan terhadap saya,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Sadarman berharap surat pemberhentian yang telah dikeluarkan Kepala Desa Hilialawa tersebut dianulir.

Pada kesempatan berbeda saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Hilialawa, Arozatulo Telaumbanua menjelaskan kronologi pemberhentian perangkat desanya.

“Dari awal saya sudah melakukan pembinaan kepada aparat desa saya sejak tahun lalu, dia malas berkantor, tidak melaksanakan tugas, saya kasih peringatan, diulangi lagi, saya kasih peringatan kedua. Sesudah itu, kami berikan satu unit handphone kepada yang bersangkutan untuk meng-upload data diaplikasi SDGs Desa. Sekitar dua bulan setelah saya kasih handphone itu, saya tanyakan kepada yang bersangkutan, namun katanya saat itu sudah rusak,” jelas kades.

Kades mengatakan, pihaknya telah memanggil Sadarman Lase melalui surat panggilan dan juga dihadiri aparat desa lainnya, katanya (Sadarman-red) sudah saya jual handphone tersebut, namun Sadarman Lase mengatakan jika pihaknya akan mengganti handphone tersebut.

Reporter : Albert

Comment

Rekomendasi Berita