by

Nisa Rahmi Fadhilah, S.Pd*: K-Wave Inspirasi Semu, Islam Inspirasi Hakiki

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — K-Wave merupakan sebuah tren yang tak ada habisnya booming di Indonesia karena stylenya yang sangat digemari oleh anak muda Indonesia.

Tersebarnya budaya Korea berawal dari drama Korea yang sangat digemari masyarakat. Tidak hanya pada drama dan musik, semua yang berbau Korea mulai dari fashion, makanan hingga permainan computer menjadi mesin utama popularitas K-Wave.

Tak heran jika popularitas K-Wave yang terdiri dari K-Pop, film, serial TV, hingga budaya Korea Selatan kini menjamah hampir seluruh pelosok dunia. Bahasa lokal Korea pun tidak lagi menjadi penghalang utama untuk menarik perhatian publik dunia.

Pro-kontra terhadap keberadaan K-Wave pun tak terhindarkan. Pasalnya etos kerja yang tinggi ikut menjadi branding yang disajikan tersisip bersama dengan budaya permisif. Sebut saja kerja keras, pantang menyerah, kreatif, dan inovatif menjadi sebagian alasan yang ditawarkan Negeri Ginseng atas kebudayaannya.

K-Wave ini pula disambut baik keberadaannya oleh pemerintah Indonesia. Pada acara peringatan 100 tahun hubungan bilateral Indonesia-Korea.

Dilansir dari merdeka.com wakil presiden RI mengapresiasi hal tersebut, beliau mengatakan bahwa dengan K-pop dan drama korea dapat menginsipirasi anak muda Indonesia dalam meningkatan kreativitas agar budaya Indonesia pun dapat diterima oleh dunia Internasional.

Dilansir dari detik.com salah satu Musisi besar Tanah Air pun mengatakan bahwa musisi Indonesia jauh lebih berkualitas ketimbang artis K-Pop dan tentunya lebih kreatif. Menurutnya, yang dibutuhkan musisi Indonesia saat ini adalah dukungan dari pemerintah.

Hal tersebut disebabkan karena pemerintah Korea Selatan menyiapkan dana besar dan serius dalam memajukan industri musik Korea Selatan sehingga industrinya bisa maju. Support sistem pemerintah Korsel dalam menciptakan demam K-Wave bisa berlangsung lama dan mewabah pada tingkat yang sangat parah. Hal demikian dibutuhkan jumlah industri yang terus bergerak dan tumbuh.

Sejujurnya, sangat ironi ketika kita berbicara ke booming-an K-Wave yang diapresiasi, karena K-Wave merupakan budaya timur yang kebarat-baratan. Lifestyle yang ditampilkan pun berupa kebebasan, berpakaian serba mini, merombak fisik agar terlihat cantik/ tampan hingga tak sedikit selebritinya mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Di sisi lain, kaum muda muslim di negeri ini kian dipojokkan dengan framing negative berklausa radikal. Padahal mereka adalah orang-orang yang tengah menempuh jalan ketaatan kepada Rabb-Nya. Mereka senantiasa berusaha melakukan sunah Rasulullah SAW saat ini, mereka terintimidasi secara opini.

Sudah terpampang jelas, bahwa K-Wave adalah kebudayaan asing yang jangan dibiarkan berkembang di sebuah negeri muslim, karena membahayakan akidah, mengenyampingkan identitas kaum muslim serta menjerumuskannya menjadi kaum pembebek semata.

Maka sudah sepatutnya sebagai seorang muslim sadar aliran makna hidup ini bersandar sepenuh daya dan upaya semata kepada Allah SWT Yang Maha Mengatur manusia, kehidupan, dan alam semesta. Wallahu’alam-biishawwab.[]

*Member AMK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − five =

Rekomendasi Berita