by

Pemberian Nama Jalan Mustafa Kemal  Perlu Dipertimbangkan Secara Matang

-Opini-103 views

 

 

 

Oleh: Ukhty Islaba, Founder Komunitas Akhwat Tongkuno dan Parigi Ngaji

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Bagi umat Islam baik di Indonesia dan dunia PADA umumnya pasti mengenal siapa Mustafa kKemal Attaturk itu.

Dia adalah seorang yang telah menghancurkan islam di Turki di era kesultanan Turki Utsmani atau yang dikenal dengan Ottoman. Kini jasadnya sudah terbujur kaku dan tidak diterima bumi. Baru-baru ini namanya kembali diangkat di layar kaca.

Dikutip dari liputan6.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pemerintah berencana mengubah salah satu nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat menjadi nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Attaturk.

Dia menyebut, pemerintah Turki juga siap menyediakan satu jalan untuk di isi dengan nama tokoh dari Indonesia

“Jadi memang ada keinginan dari kita, dari pemerintah Turki agar ada nama dari kita yang di Turki dan juga nama tokoh dari Turki. Jadi sama-sama.” kata Riza di laman tersebut.

Rencana ini sangat tidak rasional dan tentunya banyak menuai protes dari kalangan khususnya para tokoh Islam. Bagaimana tidak?

Mustafa Kemal Attaturk, adalah seorang keturunan Yahudi Tesalonika (Yahudi Dumamah). Lahir 19 Mei 1881 Selânik, Kesultanan Utsmaniyah (sekarang Thessaloniki, Yunani). Mustafa Kenal Attaturk meninggal 10 November 1938 Istana Dolmabahce, Istanbul, Turk

Nama lain Mustafa Kemal Attaturk adalah Ghazi Mustafa Kemal Pasha di sebut demikian karena dia seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin Revolusi negara itu.

Ghazi (غازي, ġāzī) adalah istilah Arab yang digunakan untuk merujuk kepada orang-orang yang terlibat dalam Ghazw عزو, ġazw), yang berarti ekspedisi militer atau serangan; setelah bangkitnya Islam, konotasinya dalam peperangan religius berubah. Istilah yang terkait, yaitu Ghazwa (غزوة ġazwah), adalah bentuk singulatif yang berarti pertempuran atau ekspedisi militer, yang sering kali dipimpin oleh Nabi Muhammad.

Mustafa Kemal meruoakan komandan militer yang sukses selama berdinas sebagai komandan divisi dalam Pertempuran Gallipoli.

Setelah kekalahan Kesultanan Utsmaniyah di tangan tentara Sekutu, Mustafa kemal Attaturk memiliki rencana-rencana untuk memecah negara Turki kemudian memimpin gerakan nasional Turki yang dikenal dengan Perang Kemerdekaan Turki. Kampanye militernya yang sukses menghasilkan kemerdekaan negara ini dan terbentuknya Republik Turki.

Sebagai presiden pertama, Mustafa Kemal memperkenalkan serangkaian pembaruan luas dalam usahanya menciptakan sebuah negara modern yang sekuler dan demokratis.

Menurut Hukum Nama Keluarga, Majelis Agung Turki memberikan kepada Mustafa Kemal nama belakang “Atatürk” (yang berarti “Bapak Bangsa Turki”) pada 24 November 1934.

Kebiadaban Mustafa kemal Attaturk bisa di lihat dari aturan yang diterapkan pada saat menjadi presiden pertama Turki.

Banyak aturan yang mensikreditkan/ menzalimi kaum muslim di antaranya penghapusan aturan pemakaian hijab bagi kaum muslimah, dan aturan azan dari bahasa Arab yang di ganti menjadi bahasa Turki bahkan sebelum itu Mustafa Kemal Attaturk telah berbuat aniaya dan mengasingkan Khalifah terakhir Abdul Hamid II.

pada tahun 1937 Mustafa kemal Attaturk di diagnosa mengidap penyakit sirosis hati dan di akhiri dengan kematian yang mengenaskan dan bahkan jazadx tidak di terima oleh bumi dan harus di cor terlebih dahulu agar bisa di kuburkan.

Jauh sebelum itu,
1453 Turki yang dulunya adalah bagian dari Romawi Timur di taklukan oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Muhammad Al Fatih,

Dengan bermodalkan hadist
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel. (HR Ahmad)

Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).

Penghianatan atas kaum muslimin dan keberhasilannya meruntuhkan daulah Islam 3 Maret 1924.
membuat kaum Muslimin hari ini bercerai berai dan terpecah belah.

Benarlah apa yang di Firmankan Allah Subuhanna wata’ala dalam Q. S Al Maidah ayat 50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?

Sebagai tokoh sekuler Mustafa Kemal Attaturk telah mengganti sistem pemerintahan Islam menjadi sistem pemerintahan Republik, meruntuhkan Daulah Islam Turki Ustmaniyyah, yang imbasnya masih merembet ke negeri-negeri kaum Muslimin hingga hari ini.

MUI dan umat Islam seharusnya tidak hanya menolak menggunakan nama Mustafa Kamal Attaturk sebagai nama jalan , akan tetapi menolak seluruh ide atau faham yang di bawa bersamanya yakni sekularisme, leberalisme yang dengannya umat Islam terjauhkan dari ajaran agama yang sesungguhnya.

Masih banyak tokoh-tokoh pemimpin Islam yang bisa di jadikan sebagai panutan bahkan banyak berkontribusi untuk kaum Muslimin di wilayah Indonesia seperti misal Khalifah Abdul Hamid II.

Untuk itu rencana Wagub, DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengganti nama jalan di kawasan Menteng menjadi hal yang seharusnya perlu di pertimbangkan kembali, mengingat Mustafa Kemal Attaturk tokoh yang meruntuhkan daulah Islam.

Wallahu A’lam bisawwab

Comment

Rekomendasi Berita