Pemerintah Desa Sisobalauru Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Jagung

Daerah, Kep. Nias401 Views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Sebagai langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan, Pemerintah Desa Sisobalauru, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias manfaatkan lahan kosong di sekitar kantor desa untuk kegiatan pertanian.

Kepala Desa Sisobalauru, Yaventinus Ndraha yang ditemui radarindonesianews.com, Kamis (7/3/2024), membeberkan bahwa kegiatan pemanfaatan lahan kosong untuk penanaman jagung ini digagas oleh pihaknya pada akhir tahun 2023.

“Awal mulanya itu kita rencanakan membuka lahan bersama dengan teman-teman perangkat desa untuk memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana cara bertani yang baik dengan dibantu Penyuluh Pertanian Lapangan di Kecamatan Hiliduho,” ungkap Yaventinus.

Ia menjelaskan, kendati di desanya terdapat lima kelompok tani, pihaknya ingin memberikan motivasi lebih kepada masyarakat dengan melakukan aksi nyata memanfaatkan lahan yang terbengkalai.

Dari lahan yang berkisar kurang lebih setengah hektar tersebut, pihak Pemerintah Desa Sisobalauru berhasil memanen jagung sebanyak 1,1 ton.

“Untuk hasil panen jagung ini kita bagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk ibu-ibu PKK Desa Sisobalauru yang sedari awal ikut turut mengambil bagian mensukseskan kegiatan ini,” ucap Kades.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak terhenti hanya sampai disini. Kami mengharapkan peran aktif Pemerintah Kabupaten Nias melalui dinas terkait untuk dapat membantu kami mengembangkan sektor pertanian, sehingga ekonomi masyarakat dapat bertumbuh,” harap Yaventinus.

Sementara itu pasca panen jagung yang dilakukan pada Rabu (6/3/2024), Sekretaris Desa Sisobalauru, Siasa Ndraha mengatakan jika pihaknya mendapati sejumlah kendala dalam melakukan aksi lanjutan pada sektor pertanian.

“Kekhawatiran kami saat ini yaitu jika kami kembali menanam tanaman di lahan yang sama, tanahnya itu semakin tandus. Maka dari itu kami mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nias untuk kiranya memberikan kami mesin pencacah rumput. Sehingga kami dapat lebih mandiri lagi untuk membuat kompos,” tutur Siasa.

Siasa juga membeberkan, sebelumnya Pemerintah Desa Sisobalauru telah mengajukan permohonan permintaan mesin pencacah rumput, namun hingga sampai saat ini belum dapat diberikan.

“Permohonan mesin pencacah rumput ini sudah pernah kami ajukan melalui forum RKPD pada tahun-tahun yang lalu, dan seandainya mesin pencacah rumput ini dapat di adakan di desa maka kami yakin kelompok-kelompok tani semakin aktif dalam pengolahan lahannya karena masyarakat semakin mandiri dan bisa mengolah kompos dengan dibekali oleh tenaga penyuluh,” imbuhnya mengakhiri.[]

Comment