by

Pemkab Nias Ekspose Capaian RPJMD Kabupaten Nias Periode 2016 – 2021

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Pemerintah Daerah Kabupaten Nias melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dahlanroso Lase memaparkan ekspose RPJMD Kabupaten Nias tahun 2016-2021.

Kepada awak media ini, Jumat (30/10), Dahlanroso Lase menyampaikan pencapaian pembangunan daerah Kabupaten Nias yang didasarkan pada pendekatan kinerja (performance base driven) dan sifatnya yang berbasis outcomes.

Beberapa hal yang dapat disampaikan Pemerintah sebagai informasi pencapaian pembangunan daerah antara lain:

a. Dalam upaya pencapaian Misi-1, yakni Mewujudkan penyediaan infrastruktur dan prasarana fisik wilayah secara merata dan berwawasan lingkungan, maka adapun capaian yang telah diperoleh berdasarkan indikator tujuan Misi-1, bahwa ketimpangan kondisi wilayah cenderung semakin membaik dengan diindikasikan telah tercapainya persentase sebesar 62% dari realisasi sebesar 0,205 terhadap rencana sebesar 0,330 (status 2019). Berkenaan dengan penanganan desa terisolir dapat disampaikan dari 52 (lima puluh dua) Desa terisolir dimaksud yang telah dientaskan sebanyak 8 (delapan) Desa di Tahun 2016, 5 (lima) Desa di Tahun 2017, 6 (enam) Desa di Tahun 2018, 8 (Delapan) Desa di Tahun 2019, 5 (lima) Desa di Tahun 2020 ini dan 5 (lima) Desa lagi di Tahun 2021 yang telah termuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

Sehingga total Desa yang dapat dientaskan di Tahun 2021/akhir periode sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) Desa sebagaimana yang termuat dalam Dokumen Perda Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perubahan RPJMD 2016-2021 Kabupaten Nias.

Sementara terkait isu daerah tertinggal, berdasarkan evaluasi pelaksanaan program percepatan pembangunan daerah tertinggal (PPDT) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 dan Pemantauan pelaksanaan PPDT Tahun Anggaran 2019 pada Workshop tematik PPDT oleh Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal disampaikan bahwa Kabupaten Nias adalah Kabupaten yang tertinggi pencapaian Indeks Komposit dalam upaya pengentasan daerah tertinggal di Kepulauan Nias (minus Kota Gunungsitoli) dengan nilai 0,42240 dari batas minimun indeks Kabupaten tidak tertinggal (BMIKTT) yaitu 0,46210. Indeks komposit dimaksud meliputi perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, kemampuan keuangan daerah, aksesbilitas, karakteristik daerah dan sarana prasarana.

Berkenaan dengan penanganan Kawasan Soziona dhi. Pembukaan ruas jalan dapat disampaikan pekerjaan yang telah dilakukan sejak Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2020 ini sepanjang lebih kurang 41,28 km meliputi:

• Ruas jalan Lasela-Laira 2,8 km pembukaan badan jalan oleh penyedia jasa (APBD Tahun 2016).

• Ruas jalan Laira-Biouti Timur-Bozihona 5,12 km pembukaan badan jalan yang dikerjakan karya bakti TNI (APBD Tahun 2017).

• Ruas jalan Bozihona-Tagaule 10,62 km pembukaan badan jalan yang dikerjakan melalui kegiatan TMMD regular 98 Tahun 2017

• Ruas jalan Somi-Lasela 3 km pembukaan badan jalan yang dikerjakan melalui kegiatan karya bakti TNI (PAPBD Tahun 2018)

• Ruas jalan Tagaule-Balale Toba’a 9,75 km pembukaan badan jalan melalui kegiatan bakti TNI Tahun 2018 dan kegiatan TMMD 104 Tahun 2019

• Ruas jalan Somi-Bakaru 4,94 km pembukaan badan jalan yang dikerjakan melalui kegiatan karya bakti TNI (APBD Tahun 2019)

• Ruas jalan Balale-Toba’a-Gazamanu 5,05 km pembukaan badan jalan kegiatan bakti TNI Tahun 2020.

b. Dalam upaya pencapaian Misi-2 yakni Mewujudkan peningkatan kualitas hidup mayarakat yang tinggi dan berdayasaing, maka adapun capaian yang telah diperoleh berdasarkan indikator tujuan Misi-2, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam kondisi baik dengan diindikasikan telah meningkatnya angka IPM dari target 61,00 menjadi 61,65 (status 2019). Terkait dengan harapan lama sekolah disampaikan bahwa harapan lama sekolah Kabupaten Nias mengalami peningkatan dari 11,77 di Tahun 2015 meningkat menjadi 12,39 di Tahun 2019. Sementara, rata-rata lama sekolah juga mengalami peningkatan yakni 4,76 di Tahun 2015 meningkat menjadi 5,15 di Tahun 2019.

Dalam upaya mendukung kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Nias telah memberikan beasiswa berprestasi kepada siswa/i sekolah dasar (SD) sebanyak 8.220 orang (Tahun 2016), 5.004 orang (Tahun 2017), 5.158 orang (Tahun 2018), 5.243 orang (Tahun 2019) dan 5.337 orang (Tahun 2020). Sementara untuk siswa/i sekolah menengah pertama (SMP) yakni : 1.920 orang (Tahun 2016), 732 orang (Tahun 2017), 735 orang (Tahun 2018), 747 orang (Tahun 2019) dan 777 orang (Tahun 2020). Sehingga total keseluruhan untuk SD sebanyak 28.962 orang dan untuk SMP sebanyak 4.911 orang.

c. Dalam upaya pencapaian Misi-3 yakni Mewujudkan peningkatan perekonomian yang berbasis pada ekonomi kerakyatan dan potensi sumberdaya alam daerah, maka adapun capaian yang telah diperoleh berdasarkan indikator tujuan Misi-3, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dalam kondisi baik dengan diindikasikan telah meningkatnya angka LPE dari target 4,70 persen menjadi 5,04 persen (status 2019), sementara dalam upaya meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, yang ditandai dengan indikator Indeks Gini atau kesenjangan pendapatan dalam kondisi baik dengan diindikasikan di periode tiga Tahun terakhir terus membaik dari 0,2735 menuju 0,2645.

Selanjutnya dalam upaya pencapaian mewujudkan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daya saing daerah, ditandai dengan indikator Angka Kemiskinan yang semakin menurun menjadi 15,94 pada Tahun 2019 dibandingkan dengan Tahun 2018 sebesar 16,37.

d. Dalam upaya pencapaian Misi-4 yakni Mewujudkan peningkatan kualitas pelayananan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik, beberapa capaian yang telah didapatkan oleh Pemerintah daerah diantaranya Predikat CC atas Akuntabilitas Kinerja, predikat WDP atas Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, Indeks Kepuasan Masyarakat yang baik.

Disamping itu juga bahwa saat ini tata kelola Pemerintahan berorientasi dalam pemanfaatan Teknologi Informasi/Aplikasi. Untuk pencapaian terhadap akuntabilitas kinerja (SAKIP) Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2018 dengan nilai 56,60 (CC) dan Tahun Anggaran 2019 dengan nilai 57,28 (CC) dengan peringkat berada di urutan ke-8 (Delapan) se–Sumatera Utara dan urutan pertama se-Kepulauan Nias.

Selanjutnya, pencapaian terhadap laporan Penyelenggaraan pemerintah Daerah (LPPD) Kabupaten Nias Tahun 2017 dengan skor 2,5595 berada di urutan ke-26 (dua puluh enam) se-Sumatera Utara dan pada Tahun 2018 dengan skor 2,8202 berada di urutan ke-23 (dua puluh tiga) se-Sumatera Utara dan urutan pertama se-Kepulauan Nias. Sedangkan untuk LPPD Tahun 2019 masih dalam tahapan validasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

e. Dalam upaya pencapaian Misi-5 yakni Mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius, berbudaya, dan taat hukum, bahwa sampai dengan saat ini, kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Nias tetap dalam kondisi baik dan rukun.

f. Salah satu upaya pencapaian program dan kegiatan pro rakyat yakni pelaksanaan pemberian santunan kematian kepada masyarakat miskin se-Kabupaten Nias yang telah dilaksanakan sejak Tahun 2017 sebanyak 300 orang, Tahun 2018 sebanyak 500 orang,

Tahun 2019 sebanyak 500 orang dan pada Tahun 2020 sebanyak 400 orang, sehingga total capaian secara keseluruhan sebanyak 1.700 orang.

Reporter : Albert

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 13 =

Rekomendasi Berita