by

Pendidikan Vokasi dan Masa Depan Generasi

-Opini-55 views

 

 

Oleh : Irmayanti, S. Pd*

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Ditjen Vokasi terus melakukan terobosan dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang lebih baik. Di tahun 2021, terdapat 11 program pengembangan Ditjen pendidikan vokasi.

Lulusan pendidikan vokasi harus dapat memuaskan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), kompeten, unggul dan sesuai, serta menghasilkan produk nyata yang dihilirkan ke pasar/masyarakat. Artinya, dunia pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar industri.

Tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, namun pihak industri juga memiliki wewenang dalam merancang pelaksanaan pendidikan.

Melalui program “Link and Macth”, dunia usaha dan industri dilibatkan dalam segala aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, mulai dari penyususnan kurikulum dan sertifikasi kompetensi sesuai standar, memperbesar peran industri dalam pembelajaran melalui guru/dosen ahli, hingga riset terapan berbasis kebutuhan nyata.

Padahal, konsep pendidikan harusnya dirancang oleh para pakar pendidikan yang memahami hakikat pendidikan untuk generasi. Apalagi, saat ini Indonesia mengalami krisis pendidikan yang terjadi selama pandemi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menuturkan bahwa ada dua hal yang mengalami kelumpuhan akibat krisis pendidikan nasional. Pertama, lumpuhnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, lumpuhnya masa depan sumber daya manusia dan masa depan nasib generasi penerus bangsa. (nasional.okezone.com, 16/1/2021).

Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang serius untuk menata kembali sistem pendidikan nasional. Negara harus mengembalikan peran pendidikan dalam membentuk generasi bangsa yang cemerlang.

Potret Pendidikan Sekuler

Sejatinya pendidikan diarahkan untuk mencerdaskan anak bangsa. Kita harus mempersiapkan generasi dengan kualitas pemimpin terbaik di masa yang akan datang.

Pendidikan merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan. Di tengah berbagai krisis yang terjadi di negara kita, pendidikan diharapkan mejadi problem solving.

Banyaknya para ahli seharusnya berkolaborasi positif dengan permasalahan yang dihadapi. Dimana, intelektual berlomba-lomba untuk memberikan karya terbaik yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia.

Namun, sepertinya jauh panggang dari api jika berharap potensi intelektual bisa maksimal untuk kepentingan rakyat. Pasalnya, potensi intelektual telah terkooptasi oleh kepentingan korporasi. Betapa tidak, akibat penerapan sistem sekulera kapitalisme di negara kita, telah membuka jalan bagi para investor asing sebagai pemilik modal untuk menguasai aset penting negara.

Sumber daya alam strategis berada dalam cengkraman para kapitalis. Lalu, mereka menggandeng intelektual dalam proyek-proyek yang mereka rancang. Penelitian-penelitian pun dimanfaatkan sebagai sumber informasi kekayaan alam negara kita.

Pendidikan vokasi, jika kita telaah lebih jauh justru hanya akan memproduksi para pekerja dengan upah murah dan menjadi generasi yang minim nilai-nilai karakter mulia. Potret generasi yang individualis, pragmatis dan hedonis.

Maka selama paradigma sistem pendidikan hanya orientasi materi, tentu akan sulit untuk menghasilkan generasi cerdas. Oleh karena itu, negara harus memiliki visi yang jelas, kuat dan independen, dalam membangun kemndirian bangsa. Sistem pendidikan ideal akan melahirkan generasi unggul, baik akhlak maupun akademik.

Mencetak Generasi Cemerlang

Sistem pendidikan islam menetapkan tujuan pendidikan untuk membentuk anak didik yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia serta menguasai sains dan teknologi. Tujuan pendidikan ini diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan.

Islam memandang bahwa pendidikan sebagai salah satu kebutuhan dasar rakyat yang wajib disediakan oleh negara. Negara bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan berkualitas untuk semua kalangan secara gratis.

Pembiayaan pendidikan ditopang oleh penerapan sistem ekonomi islam yang memberlakukan sistem mata uang dinar dan dirham, serta mengharamkana riba dalam ativitas ekonomi.

Saat sistem pendidikan islam diterapkan dalam negara islam, maka tidak ada satupun negara yang berani mendekati sistem pendidikan islam. Meskipun hanya sekedar menawarkan kerja sama. Hal ini karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dalam negara islam, justru menjadikan sistem pendidikan islam sebagai rujukan literatur dunia.

Pada saat itu, terus bermunculan para ilmuan sekaligus ulama dengan karya gemilang yang mengubah wajah dunia. Generasi inilah yang memabngun peradaban islam sebagai mercusuar peradaban dunia. Sebuah negara yang berjaya selama 13 abad lamanya.

Dengan demikian, potret generasi di masa yang akan datang sangat ditentukan oleh sistem pendidikan yang diterapkan hari ini.

Oleh karena itu, sistem pendidikan islam menjadi solusi untuk mencetak generasi unggul, berkarakter pemimpin dan memiliki kepedulian membangun bangsa yang mandiri. Wallahua’alam bishshowab.[]

*Praktisi pendidikan

_____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 3 =

Rekomendasi Berita