by

Pengacara Jessica Ajukan Banding

Oto Hasibuan,Pengacara Jessica Kumala Wongso.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tim pengacara Jessica Kumala Wongso mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas putusan hukuman 20 tahun penjara terhadap kliennya. Pengacara menyebut putusan majelis hakim dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, tidak berdasar.

“Sudah didaftarkan hari Jumat (28/10/2016). Kami hari ini ambil tanda terima memori banding,” kata pengacara Jessica Otto Hasibuan, Senin (31/10/2016).

Ada 4 alasan tim pengacara mengajukan banding. Pertama, hakim dianggap melebih kompetensi saat menentukan penyebab kematian Mirna pada 6 Januari 2016. “Hakim tidak punya kompetensi untuk menentukan sebab matinya orang. Yang bisa menentukan sebab matinya orang itu hanya dokter patologi dan dokter patologi hanya bisa menentukan kematian orang yang mendadak hanya dengan autopsi,” paparnya.

Atas dasar itu, Otto mempertanyakan keyakinan majelis hakim yang menyatakan kematian Mirna karena sianida di gelas vietnamese iced coffee (VIC) yang diminum saat berada di Kafe Olivier, Grand Indonesia.

“Hakim sudah menentukan sendiri sebab matinya Mirna tanpa merujuk kepada dokter, atau visum et repertum. Ini kesalahan fatal. Bagaimana seorang hakim menyatakan seseorang mati karena ini (sianida), ini bukan kompetensi dia,” ujarnya.

Alasan kedua, majelis hakim mengesampingkan barang bukti 4 yang menyebutkan hasil pemeriksaan sianida dalam cairan lambung Mirna yang diambil 70 menit seusai korban meninggal, dinyatakan negatif.

“Kalau di lambung tidak ada sianida bagaimana dikatakan mati karena sianida. Kalau dia bukan mati karena sianida, berarti tidak ada pembunuhan,” ujarnya.

Ketiga, pengacara juga mempertanyakan penggunaan rekaman kamera CCTV sebagai barang bukti yang dinyatakan sah dalam putusan yang dibacakan pada Kamis (27/10/2016). Menurutnya, tidak seorang satu saksi pun yang dihadirkan di persidangan untuk memastikan keaslian rekaman CCTV di kafe Olivier tersebut

“Hakim buat pertimbangan berdasarkan CCTV, padahal CCTV sama sekali tidak asli. Karena aslinya sudah dihapus, sedangkan yang ditayangkan di pengadilan tidak diketahui siapa yang mengambil dan dari mana apa itu lengkap atau tidak? direkayasa atau tidak?” imbuhnya.

Keempat, tim pengacara keberatan dengan asumsi majelis hakim soal penguasaan gelas VIC oleh Jessica yang lebih dulu berada di Olivier.

“Siapa yang bisa memastikan pada waktu gelas itu Mirna itu dihidangkan belum ada sianida di gelas? Nggak ada yang bisa pastikan, yang kuasai gelas lama itu barista, dia yang menentukan, kenapa justru Jessica?” tutur Otto.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita