Penyerangan Zionis Yahudi Terhadap Palestina Makin Membabi Buta

Daerah104 Views

 

 

Oleh: Indha Tri Permatasari, S. Keb., Bd | Aktifis Muslimah

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Laman CNN Indonesia (3/11/2023) mennsinyalir bahwa penyerangan Zionis Yahudi terhadap rakyat Palestina semakin membabi buta. Rumah sakit, kamp pengungsian yang dihuni anak-anak dan perempuan.

Bulan itu saja, rombongan ambulans di depan gerbang Rumah Sakit Al Shifa yang hendak membawa korban luka ke selatan Gaza melintasi perbatasan Rafah menuju Mesir, semuanya menjadi sasaran. Akibatnya, belasan orang tewas dalam serangan tersebut.

Namun, yang mengejutkan, situasi ini tidak sedikit pun membuat kaum Muslim Palestina ciut atau patah semangat. Sebaliknya, tekad mereka semakin kuatĀ  bertahan dan melawan hingga titik darah penghabisan. Bahkan anak-anak sekalipun yakin bahwa Palestina adalah tanah yang diberkahi oleh Allah dan harus dibela hingga mati.

Dalam sebuah unggahan, seorang Muslimah Palestina ditanya, “Mengapa pakai kerudung saat tidur?” Ia menjawab, “Kalau rumah saya dibom, mereka menjumpai mayat saya menutup aurat.” Masyaallah, kita yang tinggal di negeri yang diberi kemudahan dan ketenangan merasa sangat malu terhadap mereka.

Kondisi ini menjadi pelajaran berharga untuk kita memperjuangkan Islam hingga Islam menjadi rahmatan alamin dan mampu menyelesaikan masalah Palestina.

Menurut laporan The Guardian (3-11-2023), Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan jumlah korban tewas mencapai 9.061 orang, termasuk 3.760 anak-anak dan 2.326 perempuan. Sebanyak 32.000 orang lainnya terluka. Serangan entitas Yahudi yang membabi buta ini menimbulkan simpati dunia yang mengusulkan berbagai solusi.

Namun, solusi-solusi seperti two-state solution (solusi dua negara), gencatan senjata, atau menyeret PM Zionis Yahudi ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang hanyalah solusi pragmatis yang tidak menyentuh akar masalah.

Tanah Palestina adalah milik kaum Muslim. Tanah ini dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khaththab ra. pada tahun 15 H dan kemudian oleh Shalahuddin al-Ayyubi pada tahun 583 H.

Selama 13 abad masa kejayaan Islam, Palestina tetap berada dalam naungan Islam. Namun, sejak runtuhnya Ottoman atau Utsmaniyah pada 1924, Zionis Yahudi berhasil mendirikan entitas negara mereka pada 1948 dengan merampas paksa 77% tanah Palestina dan mengusir dua pertiga rakyat Palestina dari tanah mereka.

Sejak pendudukan entitas Yahudi tahun 1948, bangsa Palestina sudah akrab dengan penderitaan. Banyak orang Palestina tewas, terluka, kehilangan rumah, pekerjaan, dan wanita dilecehkan.

Namun, situasi ini tidak mengendurkan semangat untuk mempertahankan tanah mereka. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Senantiasa akan ada sekelompok orang dari umatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka hingga ketentuan Allah datang.” Mereka yang dimaksud berada di Baitul Maqdis dan sekitarnya.

Keutamaan tanah Palestina dan penderitaan yang dialami rakyatnya menjadi panggilan bagi umat Islam di seluruh dunia untuk membela mereka. Allah Swt. memperingatkan, “Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, kalian wajib memberikan pertolongan.” (QS Al-Anfal [8]: 72).

Rasulullah saw. juga menegaskan pentingnya membela sesama Muslim. Umat Muslim, termasuk kaum Muslimah, memiliki peran penting dalam upaya memperjuangkan kembalinya Tanah Palestina ke pangkuan kaum Muslim. Di antaranya, mengopinikan pemahaman yang benar tentang Palestina, mendakwahkan Islam, bergabung dalam kelompok dakwah dan mempersiapkan anak-anak menjadi pembela Islam. Solusi tuntas masalah Palestina adalah jihad san membangun persatuan umat Islam dunia di bawah satu kepemimpinan.

Kita semua punya tanggung jawab untuk memperjuangkan keadilan bagi Palestina dan mendukung mereka dalam setiap aspek. Inilah jalan yang harus kita tempuh untuk memastikan bahwa tanah yang diberkahi ini kembali ke tangan yang berhak.[]

Comment