Peran Srikandi PLN UP3 Nias Mengawal Hingga Suksesnya Event Internasional

Daerah, Kep. Nias146 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Sektor pariwisata di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, masih menjadi primadona. Hal tersebut terbukti dengan hadirnya turis lokal hingga mancanegara pada tiga event besar yang dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan di Pulau Nias.

Ada Festival Budaya Aekhula di Nias Barat, ASC Afulu Pro di Nias Utara dan yang paling tersohor World Surfing League (WSL) Nias Pro 2024 di Nias Selatan dimana berhasil menghadirkan 239 orang peserta dari total 16 negara.

Dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan ajang bergengsi kelas dunia yang dibalut dengan keramahtamahan dan kearifan lokal ini pun dinilai sejumlah pihak tidak terlepas dari peranan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait termasuk PLN.

“Banyak bule (peselantar dari luar negeri-red) yang suka datang kesini (Nias Selatan) karena mereka terbiasa berselancar dari ombak sebelah kiri, sedangkan disini ombaknya dari kanan,” ujar Gea, salah satu pemandu wisatawan mancanegara, Sabtu (30/6/2024).

“Pada awalnya mereka banyak yang salah mengira tentang Nias, dimana mereka menganggap tidak punya peradaban maju dan belum ada fasilitas listrik seperti sekarang ini,” sambung Gea menceritakan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, keberadaan listrik di Kepulauan Nias menjadi salah satu promotor utama dalam menjalankan sektor pariwisata dan menjadi pertimbangan penting bagi turis untuk berlibur, terlebih saat kegiatan berskala internasional.

Bentuk keseriusan PLN dalam menjaga wajah Indonesia di mata dunia, PLN UP3 Nias menyiagakan petugas terlatih dan handal untuk mengoperasikan serta mengkoordinasikan kegiatan selama berlangsungnya event.

Tak hanya sampai disitu, PLN UP3 Nias juga turut melibatkan pegawai wanita yang dikenal sebagai Srikandi PLN pada kegiatan tersebut. Meskipun pada umumnya diberbagai kesempatan acara yang bersifat maskulin, wanita kerap dipandang remeh keikutsertaannya.

“Ini adalah cara PLN untuk menunjukkan bahwa perempuan juga punya kemampuan dan hak yang sama dalam mengawal keberhasilan suatu kegiatan besar,” ujar Sari Manna Simanjuntak, Ketua Srikandi PLN UP3 Nias pada kesempatan terpisah.

Menurut gadis yang juga Team Leader Pemeliharaan, pada Juni 2024 lalu, tercatat dia sudah bolak balik berkoordinasi lintas kabupaten di Nias, guna mengawal kondusifitas pelaksanaan kegiatan di tiga tempat yaitu Aekhula di Nias Barat, WSL Nias Pro di Nias Selatan dan ASC Afulu Pro di Nias Utara.

“Pokoknya lumayan menguras tenaga dan pikiran,” sebutnya.

Hal berbeda diutarakan oleh Srikandi lainnya seperti Ervira Madani misalnya, yang merasa senang bisa ambil bagian. Meskipun ia berdinas Kota Gunungsitoli, ia sukarela ditugaskan untuk mengawal kegiatan Festival Aekhula di Nias Barat.

Menurut gadis rantau asal Palembang ini, aktivitasnya yang lalu tersebut menjadi hal pertama dalam berpartisipasi serta bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

“Excited ya bang, karena bertemu khalayak (masyarakat) ramai, dan mengulik masukan dari masyarakat sehingga bisa membuat kita (insan PLN) lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya, Senin (1/7/2024).

Sementara itu manajer PLN UP3 Nias, Revi Aldrian mengapresiasi penuh pengorbanan dan kontribusi yang dilakukan oleh Srikandi PLN UP3 Nias. Ia merasa bangga dan terharu atas totalitas seluruh tim siaga kegiatan, termasuk Srikandi PLN UP3.

“Terlebih sekarang sudah bukan zamannya lagi wanita tidak dapat berkiprah dalam kehandalan jaringan listrik, dimana peralatan pendukung dan peralatan kerja tidak menjadi barang baru bagi mereka,” jelas Revi kepada awak media di kesempatan terpisah.

Dirinya pun menegaskan Agenda WSL Nias Pro 2024 dan ASC Afulu Pro 2024 silam telah menjadi pembuktian, bahwa para Srikandi PLN Nias secara fisik maupun pikiran berkontribusi langsung dalam proses pengecekan, persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan siaga kedua agenda internasional sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Melihat betapa langsung terlibatnya Para Srikandi dalam setiap perhelatan kegiatan di PLN, saya yakin dan percaya bahwa Srikandi PLN akan semakin cepat melangkah lebih tinggi,” tutupnya dengan nada optimis.

Di PLN UP3 Nias sendiri, terhitung hanya 4 Srikandi PLN. Jumlah mereka bisa dibilang hanya dibawah 10% dari total keseluruhan pegawai PLN UP3 Nias.

Meskipun demikian, keberadaan mereka memberi dampak di masing-masing unit, terlebih lagi ketika dalam kegiatan-kegiatan besar. Srikandi PLN seolah memberi jawaban atas sebuah kenyataan, bahwa emansipasi pekerjaan di lingkungan PLN sudah direalisasikan dengan penuh kesadaran, guna mencapai target yang dicita-citakan.[]

Comment