Peringatan Tahunan ke-3 KTT Perdamaian Antaragama (WARP) Dunia

Berita1769 Views
Peringatan tahunan KTT Perdamaian Antaragama dunia akan dihelat oleh World Alliance of Religions’ Peace (WARP) ke 2
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Peringatan tahunan KTT Perdamaian Antaragama dunia akan dihelat oleh World Alliance of Religions’ Peace (WARP) dengan Pembahasan Pembentukan Tata Kelola Kolaboratif untuk Pengembangan dan Implementasi Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW). Peringatan akan dilangsungkan di Seoul, Korea Selatan, 17-19 September 2017.
Peringatan Tahunan ke-3 KTT Perdamaian Aliansi Perdamaian Antaragama Dunia (WARP) akan diadakan di Seoul, Korea Selatan untuk mencari kerja sama global untuk pembangunan perdamaian global. Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL), sebuah LSM perdamaian di bawah Departemen Informasi Publik PBB (DPI) menyelenggarakan acara ini pada tanggal 17-19 September bekrjasama dengan International Peace Youth Group (IPYG) dan Kelompok Perdamaian Wanita Internasional (International Women’s Peace Group) IWPG).
Pertemuan puncak perdamaian tahunan ini sejak tahun 2014 menyatukan pemimpin politik dan agama, kepala kelompok perempuan dan pemuda, masyarakat sipil, dan pers dari seluruh dunia dan menyediakan sebuah platform untuk diskusi dan kerjasama untuk perdamaian. 
Tahun ini, lebih dari 1.000 tokoh global dari 120 negara diharapkan ikut berpartisipasi untuk membahas pembentukan pemerintahan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sipil untuk pelaksanaan Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW), pengembangan pendidikan sebagai budaya perdamaian, dan promosi harmoni antaragama.
Mantan presiden, menteri, pejabat PBB, hakim, kepala kelompok sipil, pemimpin perempuan, pemuda, dan agama, dan wartawan akan melakukan diskusi dalam kelompok mengenai topik: arah pendidikan perdamaian untuk perdamaian yang berkelanjutan, peran media dalam menyebarkan budaya damai dan cara membangun jaringan media global, dan cara untuk mendorong keharmonisan damai antar agama.
Pemimpin HWPL, Mr. Man Hee Lee, menekankan pentingnya pendidikan perdamaian dengan mengatakan, “Agar setiap orang menjadi pembawa damai, menyebarkan budaya pendidikan perdamaian dan perdamaian dengan pengembangan materi perdamaian dan pelatihan pemimpin perdamaian penting.”
Pertemuan khusus kawasan juga direncanakan untuk pelaksanaan proyek perdamaian yang bekerja sama antara pemerintah dan kelompok masyarakat sipil. Setiap perwakilan dari masing-masing sektor membahas strategi mengembangkan rencana aksi untuk membangun perdamaian yang dapat mencerminkan lingkungan budaya dan sosial di kawasan ini dengan sebaik-baiknya.
Pemimpin IWPG, Ibu Nam Hee Kim, menyoroti kekuatan perempuan untuk mencapai perdamaian dengan mengatakan, “3,6 miliar wanita, separuh dari populasi dunia, memiliki kekuatan untuk memimpin kemanusiaan ke dunia damai. Jika kita tidak dapat menggunakan potensi kita, kita tidak akan pernah bisa mencapai dunia yang damai.”
Pemimpin wanita dunia diharapkan membuat satu suara untuk mengubah DPCW menjadi bentuk yang mengikat secara hukum untuk penghentian perang di ‘2017 IWPG Network Forum’.
Sebuah festival perdamaian dengan 100.000 peserta dan warga setempat juga akan diadakan pada hari kedua KTT tersebut. Dengan slogan ‘Together for Peace as Messenger of Peace’, pertunjukan budaya oleh 8.000 pemuda akan ditunjukkan untuk menyampaikan pesan inti perdamaian sebagai budaya masyarakat global.[Breeana Juhye Jeong]

Comment