Perkuat Pilar Ekonomi Nasional, MBPP Muhammadiyah Gelar Seminar dan Rakornas

Nasional27 Views

RADARINDONESIANEWS .COM, YOGYAKARTA — Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MBPP Muhammadiyah) menegaskan komitmennya memperkuat pilar ekonomi sebagai kekuatan strategis organisasi sekaligus kontribusi bagi perekonomian nasional.

Komitmen itu mengemuka dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar di Yogyakarta, 5–6 Februari 2026.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, mengatakan penguatan ekonomi Muhammadiyah bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi nasional yang berkelanjutan. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan internal, terutama terkait pembentukan mental kewirausahaan.

“Ekosistem kita belum sepenuhnya mendukung keberanian mengambil risiko. Kegagalan sering kali belum ditoleransi,” ujar Muhadjir.

Menurut Muhadjir, karakter ekonomi Muhammadiyah berbeda dengan praktik ekonomi konvensional. Muhammadiyah mengembangkan model social corporation, yakni menjalankan usaha untuk memperoleh keuntungan, tetapi hasilnya dikembalikan bagi kepentingan organisasi dan umat, bukan untuk kepentingan individu.

“Berbisnis untuk organisasi sudah menjadi kultur Muhammadiyah sejak masa KH Ahmad Dahlan. Keuntungan tidak dinikmati pribadi, tetapi digunakan untuk memperkuat gerakan,” kata Muhadjir.

Ia menilai, selama sekitar satu dekade terakhir Muhammadiyah berupaya menjadikan ekonomi sebagai pilar ketiga setelah pendidikan dan kesehatan. Potensi sumber daya yang besar, menurutnya, masih memerlukan konsolidasi yang lebih kuat, baik secara fisik maupun pemikiran.

Muhadjir menyebut penguatan pilar ekonomi sebagai capaian penting sekaligus tantangan besar ke depan. Karena itu, ia mendorong kerja kolektif dan kesinambungan program agar peran ekonomi Muhammadiyah dapat semakin nyata dalam mendukung pembangunan nasional.

“Saya berharap pilar ekonomi ini mendapat dukungan luas. Kita perlu berjuang bersama untuk memperkokohnya di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah, Muhammad Zainul Fatah, mengatakan Rakornas dan seminar nasional ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah-langkah ekonomi Muhammadiyah dengan arah kebijakan dan outlook perekonomian nasional.

“Transformasi yang dijalankan harus memastikan pilar ekonomi mampu tumbuh sejajar dengan pilar pendidikan dan kesehatan,” kata Zainul. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda Muhammadiyah dalam menopang keberlanjutan agenda ekonomi organisasi.

Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy, serta perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, BUMN, dan kalangan akademisi.[]

Comment