Penulis; Suci Halimatussa’diah | Ibu Pemerhati Umat
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Duka nestapa kembali menyelimuti. Lagi, kita disuguhi fakta memprihatinkan yang memperlihatkan rendahnya moral dan rapuhnya keimanan serta krisis adab pada generasi muda hari ini. Sungguh menyakitkan perundungan kembali terjadi dengan kasus yang mengerikan dengan quantitas semakin tinggi.
Dikutip dari detiksulsel, viral video yang memperlihatkan aksi perundungan atau bullying sekelompok anak dengan kekerasan fisik. Aksi tersebut terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Terlihat korban yang mengenakan baju merah dipukul bahkan dibanting oleh sejumlah orang yang mengenakan seragam pramuka.
Kadiv Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Yusuf Sutejo seperti ditulis detiksulsel (11/10/2023) membenarkan adanya kejadian tersebut. Yusuf mengatakan kejadian itu terjadi pada sabtu (23/9) di TPA Masjid Darussalam Balikpapan Utara.
Kasus perundungan serupa juga terjadi di berbagai tempat. Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan dengan video viral perundungan di Cilacap yang dilakukan sekelompok pelajar hingga membuat korban luka cukup parah seperti ditis detikjateng (29/9/2023).
Sederet kasus ini tentu sangat memprihatinkan sekaligus meresahkan. Bagaimana tidak? Kasus perundungan kian masif dan dilakukan oleh para pelajar. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, mengapa selalu dari ranah pendidikan? Para pelajar ini seperti tak punya etika bahkan tak punya hati ketika berbuat kasar dan menyakiti hingga membuat orang lain terluka bahkan berujung kematian.
Jika kondisinya seperti ini, orang tua mana yang tidak khawatir akan keselamatan anaknya? Menyekolahkan anak menadi sebuah dilema. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencari ilmu dan meraih masa depan malah menjadi ancaman yang bisa membahayakan jiwa. Alih-alih mendapatkan masa depan cerah, justru masa depan suram didapat karena berakhir dalam jeruji besi.
Jika mencermati berbagai kasus perundungan ini tampak bahwa hal tersebut bukan terjadi karena satu sebab, tetapi merupakan hal yang kompleks. Tak dapat dimungkiri hilangnya nilai-nilai adab dan etika serta jauhnya ajaran agama menjadi salah satu faktor penyebab generasi muda kehilangan pegangan dan mengambil jalan kebebasan. Baik dan buruk menurut hanya menurut pemikiran mereka yang sarat dengan hawa nafsu dan emosi. Lingkungan sekolah pun hanya mengarahkan agar pintar ilmu umum dan mementingkan prestasi akademis saja.
Mereka disiapkan untuk mengejar kesuksesan dunia dan mengabaikan nilai-nilai agama. Hal ini sangatlah fatal akibatnya. Akhirnya mereka menjelma menjadi monster tanpa hati dan tega menyakiti orang lain bahkan teman sendiri hanya demi eksistensi dan dipandang mata manusia.
Lingkungan keluarga pun tak luput menjadi salah satu penyebab kasus ini terjadi. Misalnya anak sering menyaksikan dan merasakan kekerasan fisik atau verbal dari orang-orang terdekat atau karena tidak harmonisnya hubungan kedua orang tua. Hal yang paling penting adalah kurangnya pemahaman orang tua terkait bagaimana mendidik anak menjadi beradab dan berilmu.
Anak-anak dibiarkan begitu saja mencari jati diri tanpa arahan dan peran orang tua sehingga dengan kondisi seperti itu muncul sikap ingin berkuasa yang mereka lampiaskan dengan cara negatif seperti membully temannya.
Selain itu, minimnya pengetahuan agama berdampak terhadap rapuhnya keimanan pada diri anak. Sedari kecil anak seharusnya dibentengi dengan akidah yang kuat agar kelak mereka tahu arah dan tujuan hidup. Diharapkan mereka tidak mudah terbawa arus zaman sebagaimana kita saksikan betapa bobroknya keimanan yang menjangkiti masyarakat hari ini.
Miris rasanya menyadari bahwa semua fakta yang terjadi adalah potret buruknya sistem yang diadopsi negara. Sistem kapitalisme yang hanya berujung kepada kerusakan, memisahkan kehidupan dari agama mengakibatkan hilangnya nilai-nilai agama pada setiap individu. Alhasil kemaksiatan semakin meningkat.
Maka, berdasarkan peristiwa di atas, kita ketahui bahwa permasalahan ini bersifat sistemis maka butuh solusi sistemik pula agar kasus perundungan ini berakhir.
Hanya sistem Islam yang mampu memberikan solusi tuntas untuk setiap permasalahan kehidupan. Hal ini telah terbukti ratusan tahun mampu melahirkan peradaban yang gemilang. Hukum syariat sebagai acuan, akidah Islam sebagai landasan.
Namun, perlu adanya sinergi dari semua pihak baik keluarga, masyarakat terutama negara sebagai pemegang kendali.
Oleh karena itu, harus ada institusi yang menerapkan sistem Islam secara kafah. Jika sistem Islam menjadi pilihan maka keberkahan dari langit dan bumi akan kita dapatkan. Tentu saja kasus perundungan seperti ini dapat dituntaskan hingga ke akarnya.. Wallahu a’lam bissawab.[]










Comment