Pornografi, Candu yang Berbahaya Melebihi Narkotika

Opini83 Views

 

Penulis: Rumaitsa Fadhillah Hanin | Mahasiswa Dirosat Islamiyah Uin Jakarta

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA- Semua pasti mengetahui betapa berbahayanya narkotika. Narkotika memiliki dampak yang dapat merusak fisik, psikologis dan sosial untuk para penggunanya. Tapi Apakah Kamu mengetahui bahwa ada sebuah candu yang memiliki dampak lebih besar dan berbahaya dari narkotika tersebut?

Kecanduan Pornografi.

Pornografi adalah segala bentuk materi, baik berupa gambar, video, tulisan, maupun suara, yang memperlihatkan tubuh manusia atau aktivitas seksual secara terang-terangan dengan tujuan utama untuk membangkitkan gairah atau nafsu seksual orang yang melihatnya.

Mengacu pada riset Kementerian Kesehatan, bahaya kecanduan pornografi bagi otak ternyata melebihi bahaya narkoba. Kerusakan yang ditimbulkan narkoba mencakup dua sampai tiga komponen otak, sementara pornografi bisa menghancurkan lima komponen.

Saat pertama kali kita melihat konten pornografi, tubuh kita akan merespons secara alami rangsangan visual yang kita dapatkan dari konten pornografi, mulai dari penigkatan detak jantung hingga darah kita yang akan mengalir ke organ seksual. Sampai akhirnya, otak kita akan melepaskan secara langsung dopamine yang memberikan sensasi rasa senang secara terus menerus.

Saat kita melepaskan dopamine ini dalam jangka Panjang, maka secara langsung diri kita akan kecanduan terhadap konten pornografi tersebut.

Kita memiliki otak depan yang biasa disebut Prefrontal Cortex (PFC). Prefrontal Cortex (PFC) berperan penting dalam fungsi kognitif dan perilaku manusia, saperti mengambil sebuah Keputusan, mengelola emosi, memecahkan masalah, dan lain-lain.

Namun, kinerjanya melemah secara signifikan akibat paparan pornografi secara terus-menerus dan dapat menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi.

Dampak dari kerusakan ini terlihat pada ketidakstabilan emosi seperti perilaku impulsive, kesulitan mengingat, depresi, dan lain-lain.

Kerusakan yang terjadi ternyata tidak hanya terletak pada fungsi otak, tetapi perlahan mulai merambat ke kualitas kehidupan sosial kita sehari-hari. Berikut beberapa contoh dari dampak pornografi yang perlu kita waspadai:

1. Isolasi Sosial
Pecandu pornografi sering kali mengalami penurunan kepercayaan diri dan kecemasan saat harus berinteraksi tatap muka dengan orang lain.

Hal ini yang membuat para pecandu pornografi lebih memilih mengisolasi diri dan menghabiskan waktu sendirian di depan layar daripada berinteraksi dengan orang lain.

Inilah yang menyebabkan rasa kesepian berlebih kepada pecandu serta penurunan kepercayaan diri, dan kesulitan untuk bersosialisasi.

2. Gangguan Depresi dan Kecemasan
Kecanduan pornografi dapat memicu gangguan depresi dan kecemasan akibat terganggunya keseimbangan sistem saraf di otak.

Karena terbiasa dengan rangsangan kenikmatan yang berlebihan, seseorang menjadi sulit merasakan kebahagiaan dari hal-hal sederhana dalam hidup, yang kemudian memunculkan perasaan hampa dan gejala depresi.

Di sisi lain, rasa bersalah dan ketakutan akan penilaian orang lain membuat pecandu pornografi cenderung menarik diri dan mengalami kecemasan yang terus-menerus.

Kondisi ini menciptakan sebuah siklus negatif, di mana pornografi digunakan sebagai pelarian sesaat dari tekanan mental, namun pada akhirnya justru memperburuk ketidakstabilan emosi tersebut.

3. Penurunan Daya Konsentrasi
Kecanduan pornografi membuat otak menurunkan daya konsentrasi. Otak menjadi kurang sensitif terhadap dopamin alami dari aktivitas hidup sehari-hari, sehingga mudah merasa jenuh ketika harus menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan fokus mendalam dan durasi yang lama, seperti belajar atau bekerja.

4. Penurunan daya ingat
Penurunan daya ingat pada pecandu pornografi terjadi karena kapasitas memori kerja otak terbebani oleh fantasi visual yang mendominasi pikiran, sehingga informasi baru sulit diproses dan disimpan.

Kondisi ini diperparah oleh gangguan pola tidur yang sering dialami pecandu, yang menghambat proses konsolidasi ingatan jangka panjang secara alami mengakibatkan pecandu pornografi menjadi mudah lupa.

Di balik fatalnya kerusakan yang ditimbulkan, otak kita memiliki mekanisme pertahanan yang disebut neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk menyembuhkan dan menata ulang jaringannya sendiri.

Dengan kata lain, kerusakan struktur otak yang diakibatkan oleh kebiasaan ini dapat diperbaiki. Otak akan merespons penghentian stimulus visual tersebut dengan menata ulang jaringan sarafnya.

Seiring dengan berjalannya waktu dan pengalihan fokus pada hal-hal yang bermanfaat, kemampuan otak untuk mengambil keputusan dan berinteraksi sosial akan kembali berfungsi dengan sehat dan normal.[]

Comment