Pramono Buka Jakarta Kreatif Festival 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Menuju Kota Global

Metro45 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026. Mengusung tema A Creative Movement for a Sustainable Global City, festival yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.

Pramono mengatakan Jakarta Kreatif Festival menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan menuju kota global.

“JKF menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif,” kata Pramono.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat transformasi agar Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota global pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, pembangunan ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga diperkuat melalui ekonomi kreatif, sektor sports and lifestyle, serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).

“Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Pramono juga memaparkan kinerja ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Jakarta juga menyumbang sekitar 38 persen transaksi QRIS nasional dan didukung oleh 422.261 pelaku UMKM.

“Fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat. Kami akan terus mendorong inovasi dan digitalisasi agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Untuk memperkuat daya saing UMKM, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan program JakPreneur melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, pengembangan pasar, dan digitalisasi.

“Kami ingin memastikan setiap pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sehingga dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, Jakarta Kreatif Festival 2026 juga mencatatkan Rekor MURI melalui pajangan hasil pertanian perkotaan dengan jenis terbanyak. Sebanyak 157 petani terlibat dengan menampilkan 64 jenis komoditas.

“Pencapaian ini menunjukkan inovasi tidak hanya lahir dari industri kreatif, tetapi juga berkembang di sektor pertanian perkotaan,” kata Pramono.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan Jakarta Kreatif Festival merupakan wujud kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi Jakarta melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berfokus pada olahraga, musik, dan film.

Menurut dia, sebanyak 67 lembaga dan instansi terlibat dalam penyelenggaraan puncak JKF 2026. Berbagai program, seperti business matching, QRIS Jelajah Indonesia, dan edukasi kebanksentralan, disiapkan untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif.

“Selama penyelenggaraan JKF 2026, nilai transaksi ditargetkan mencapai Rp40 miliar,” kata Iwan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan beriringan dalam mendorong pertumbuhan sektor riil.

“Melalui Jakarta Kreatif Festival, Bank Indonesia akan terus mendorong lahirnya inovasi, memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional,” ujar Filianingsih.[]

Comment