by

Prostitusi Melibatkan Anak Semakin Marak

-Opini-73 views

 

 

Oleh: Nurul Husna Nasution
Mahasiswi UMN Al-Washliyah Medan

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Kembali terbongkar prostitusi online yang makin marak terjadi di tengah pandemi Covid-19 dengan melibatkan artis dan puluhan anak-remaja, dikutip dari CNN Indonesia (19/03).

Demi keuntungan yang menggiurkan, menjalankan bisnis perdagangan orang pun tetap dijalankan dengan alasan untuk menutup biaya operasional hotel bintang 2 selama masa pandemi Covid-19.

Praktik ini sebenarnya sudah meresahkan warga selama 2 tahun di sekitar  RT04/RW01 kawasan Kreo Selatan, Larangan, Tangerang, Banten, yang menjadi lokasi prostitusi online. Berbagai cara dilakukan dari keluhan mantan pekerja hotel dan warga sekitar untuk menghentikan praktik haram ini. Namun, baru  membuahkan hasil saat ini.

Prostitusi online menjadi masalah yang tak kunjung selesai dalam sistem kehidupan hari ini. Kapitalisme yang lebih mengagungkan kebebasan berpendapat, berkepemilikan, berekspresi, beragama dan berperilaku menjadikan manusia bebas melakukan perbuatan apapun yang dia sukai tanpa memikirkan dampak baik-buruknya, apalagi halal-haram.

Asalkan menguntungkan, suka sama suka maka bisnis apa pun itu walaupun menjual diri mereka nilai sah-sah saja, apalagi jika mendapat bayaran fantastis. Maka tidak heran jika kemaksiatan semakin merajalela karena sudah tidak memikirkan tentang dosa.

Sekulerisme inilah yang menjadi biangkerok dari permasalahan semua ini, sehingga membuat individu jauh dari hukum agama, tidak menggunakan aturan agama dalam kehidupannya seperti tidak menutup aurat, tidak menjaga pergaulan dan lain sebagainya.

Individu cenderung dengan gaya hidup hedonis dan berpenghasilan instan. Ketika diiming imingi dengan uang ataupun materi langsung terhasut untuk meraihnya. Rendahnya keimanan pun didapat dari pendidikan sekolah yang minim pelajaran agamanya. Hingga sulitnya ekonomi membuat peran orang tua lepas dari tanggung jawab dalam mendidik anak.

Sungguh ironis, kehidupan modern yang diklaim sebagai wujud perkembangan zaman menghasilkan model masyarakat rendah yang tidak mencerminkan sebuah keluarga.

Prostitusi online yang sudah lama terjadi seakan kontrol masyarakat lemah karena tidak memiliki pemikiran Islami. Masyarakat dalam sekularisme  dipandang sebagai kumpulan individu semata tanpa adapemikiran yang benar.

Negara memiliki peran luar biasa dalam hal penanganan dan pencegahan prostitusi online.

Namun negara yang katanya sebagai pengawas tetapi tidak memiliki kekuasaan penuh dalam pencegahan dari penyalahgunaan bermedia sosial. Sehingga prostitusi yang dulunya hanya ada di lokalisasi kini menjamah ranah online tidak pernah tertuntaskan hingga keakar-akarnya.

Inilah hasil penerapan sistem sekuler-kapitalis yang memandang manfaat sebagai tolak ukurnya dengan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa mengenal halal ataupun haram.

Negara kurang tegas dalam memberikan hukuman bagi pelaku dan membiarkan siapa saja untuk memilih pekerjaannya halal ataupun haram. Kurangnya perhatian negara dalam menangani kebutuhan masyarakat sehingga pada masa dan kondisi sulit, masyarakat akhirnya memilih jalan pintas demi keberlangsungan hidup mereka.

Negara kurang signifikan dalam hal mengatasi pencegahan prostitusi online dengan tidak adanya pengawasan dalam bermedia massa, sehingga hal-hal yang mengarah kepada prostitusi online mudah untuk diakses baik anak-remaja maupun orang dewasa hanya bermodalkan gadjet dan paket.

Berbeda dengan penerapan sistem Islam secara total, dimana dapat meminimalisir bahkan menuntaskan segala bentuk kekerasan dan prostitusi.

Pemahaman yang menyeluruh terhadap akidah Islam menjadi salah satu benteng yang akan menjaga anak terjebak pada kondisi yang mengancam dirinya. Orang tua juga mempunyai peran penting dalam menyayangi, mendidik dan menjaga anak-anak dari ancaman, kekerasan, kejahatan serta terjerumus pada azab neraka.

Allah SWT. berfirman yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; …”.(Q.S at-Tahrim[66]:6)

Salah satu materi yang diberikan orang tua adalah terkait Syariat Islam seperti batas aurat, konsep mahram, khalwat, meundukkan pandangan, batasan berinteraksi dengan orang lain (baik dalam memandang, berbicara, berpegangan maupun bersentuhan), pemisahan tempat tidur dan meminta izin dalam tiga waktu aurat.

Di dalam sistem Islam terbentuk masyarakat Islami dengan pemikiran, peraturan dan perasaan yang sama. Sehingga, masyarakat sebagai kontrol masyarakat wajib melindungi anak-anak dari kekerasan dengan melakukan amar makruf nahi munkar dengan tidak membiarkan kemaksiatan berada di lingkungan sekitar.

Negara bertanggung jawab menghilangkan penyebab utama kerusakan dari penerapan ekonomi kapitalis, berikut sistem politiknya dan penyebaran budaya Barat.

Negara sebagai penanggungjawab penghapusan segala bentuk kekerasan dan prostitusi dilihat dari mekanisme perlindungan yang dilakukan secara sistematis dengan penerapan aturan yang integral dan komprehensif.

Seperti, penerapan sistem ekonomi Islam dengan menyediakan lapangan kerja yang cukup dan layak, sistem pendidikan dengan kurikulum berdasarkan akidah  Islam, penerapan sistem sosial yang menjamin interaksi antara laki laki dan perempuan berlangsung sesuai syariat, pengaturan media massa dengan berita dan informasi yang disampaikan hanyalah konten yang membina ketakwaan dan menumbuhkan ketaatan, dan penerapan sistem sanksi yang tegas dengan membuat jera orang yang terlanjur terjerumus pada kejahatan serta akan mencegah orang lain melakukan kemaksiatan tersebut.

Maka dari itu, perlu penerapan Islam secara kaffah bukan hanya menutup tempat prostitusi. Wallahu’alam Bishawab[]

_____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − five =

Rekomendasi Berita