RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Grup musik rumahsakit akan menggelar rangkaian pertunjukan bertajuk Anomali Tour 2026 pada akhir tahun ini. Tur tersebut menyambangi tiga kota, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, dengan konsep B-Side Concert yang mengangkat lagu-lagu yang jarang dimainkan.
Berbeda dari pertunjukan reguler, rumahsakit menyiapkan sejumlah lagu dari katalog mereka yang selama ini jarang terdengar di panggung. Beberapa di antaranya bahkan disebut belum pernah dimainkan secara langsung.
Tema “Setiap masa ada lagunya, setiap lagu ada masanya” menjadi bagian dari konsep tur yang menandai perjalanan rumahsakit selama lebih dari tiga dekade di skena musik independen Indonesia.
Bekerja sama dengan Crowdmakers.live sebagai promotor, Anomali Tour 2026 dimulai di Yogyakarta pada 5 Desember 2026. Tur berlanjut ke Bandung pada 12 Desember dan berakhir di Jakarta pada 19 Desember 2026 di Senayan Park.
Dari tiga kota tersebut, penyelenggara menargetkan sekitar 4.500 penonton.
Selain membawakan lagu-lagu yang jarang dimainkan, rumahsakit menyiapkan sejumlah format pertunjukan. Salah satunya mini orchestra concert, serta kolaborasi dengan musisi yang berbeda di setiap kota.
Setlist pertunjukan juga dibagi menjadi Side A dan Side B, menyesuaikan konsep utama Anomali Tour 2026. Format tersebut memberi ruang bagi rumahsakit untuk menampilkan repertoar yang selama ini tidak menjadi bagian dari pertunjukan reguler.
Anomali Tour 2026 juga tidak hanya menawarkan pertunjukan musik. Penyelenggara menyiapkan Anomali Experience dan jamming session bersama Ruang Pasien. Sesi tersebut membuka kesempatan bagi sejumlah penonton untuk berinteraksi dan bermain musik bersama rumahsakit.
Ada pula instalasi interaktif “Wall of Hope”. Penonton dapat menuliskan pesan harapan yang kemudian divisualisasikan melalui layar LED selama konser berlangsung.
Bagi rumahsakit, Anomali Tour 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali sisi lain dari katalog musik mereka. Lagu-lagu yang tidak selalu masuk dalam daftar pertunjukan reguler akan mendapat kesempatan untuk kembali dimainkan di atas panggung.
Melalui tur tersebut, rumahsakit mengajak pendengar melihat kembali perjalanan musik mereka melalui repertoar yang mungkin selama ini luput dari perhatian.[]









Comment