RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK– Presiden Nusantara Foundation sekaligus Direktur Jamaica Muslim Center New York, Dr. Shamsi Ali, Lc., menilai kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan menjadi salah satu penanda bergesernya lanskap politik Amerika Serikat.
Menurut dia, perubahan tersebut menunjukkan semakin kuatnya dukungan publik terhadap figur-figur politik yang menawarkan alternatif di luar arus utama.
Hal itu dikatakan Shamsi melalui rilis yang dikirim ke Redaksi, Kamis (6/8/2026).
“Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan, dan tentu saja kemenangan fenomenal Zohran Mamdani di New York, adalah bukti paling nyata bahwa transformasi politik itu bukan ilusi,” kata Shamsi Ali.
Shamsi menyebut kemenangan Abdul El-Sayed tidak berdiri sendiri. Ia mengaitkannya dengan keberhasilan sejumlah kandidat lain, termasuk beberapa calon anggota Kongres di Kota New York.
Menurut Shamsi, perubahan politik di Amerika dipicu oleh meningkatnya kejenuhan masyarakat terhadap sistem politik yang dinilainya telah lama didominasi kepentingan kelompok tertentu.
“Perubahan itu nyata. Masyarakat Amerika mulai menginginkan arah baru setelah terlalu lama berada dalam situasi politik yang stagnan,” ujarnya.
Ia berpandangan, masyarakat Amerika mulai mempertanyakan berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak lagi mencerminkan aspirasi publik. Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan keinginan yang semakin kuat untuk menghadirkan kepemimpinan dengan pendekatan berbeda.
Selain itu, Shamsi menilai perang di Gaza turut memengaruhi perubahan sikap sebagian masyarakat Amerika. Menurut dia, perkembangan media digital dan media sosial membuat informasi mengenai situasi kemanusiaan di wilayah tersebut semakin mudah diakses publik.
“Peristiwa di Gaza telah membangkitkan nurani banyak warga Amerika, termasuk kalangan muda dan sebagian warga Yahudi, sehingga memengaruhi pilihan politik mereka,” katanya.
Shamsi juga menyoroti dinamika di Kongres Amerika Serikat yang, menurutnya, mulai memperlihatkan perubahan pandangan terhadap kebijakan bantuan militer kepada Israel. Ia menilai kondisi itu menjadi salah satu indikator adanya pergeseran sikap di kalangan politisi Amerika.
Di sisi lain, ia mengkritik kebijakan pemerintahan dari Partai Demokrat maupun Partai Republik yang dinilai belum mampu menjawab harapan masyarakat.
Menurut Shamsi, kekecewaan publik terhadap kedua partai tersebut turut membuka ruang bagi munculnya figur-figur politik baru.
“Kebijakan pemerintah Amerika justru menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses perubahan politik di negara itu,” ujarnya.
Shamsi juga menilai Zohran Mamdani menjadi salah satu tokoh yang memberi inspirasi bagi munculnya gelombang politik baru di Amerika.
Ia menyebut identitas Mamdani sebagai seorang Muslim serta sikap politiknya terhadap isu Gaza menjadi faktor yang menarik perhatian banyak pemilih.
“Keberanian dan konsistensi itulah yang mengantarkan Zohran pada kemenangan, sekaligus menginspirasi kandidat-kandidat lain,” kata Shamsi.
Di akhir tulisannya, Shamsi meyakini transformasi politik di Amerika Serikat masih akan terus berlangsung, meski hasilnya belum sepenuhnya terlihat.
Ia mengatakan kemenangan sejumlah kandidat, termasuk Abdul El-Sayed dan Zohran Mamdani, menjadi sinyal bahwa perubahan politik di Negeri Paman Sam sedang berlangsung.
“Amerika memang sedang berada dalam proses transformasi politik yang nyata. Doakan,” ujarnya.[]














Comment