by

Sumiati Abdullah: Layakkah Korean Wave Jadi Panutan?

-Opini-32 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Perkembangan jaman, idola anak muda terus berganti. Tidak terkecuali generasi millinial saat ini yang cenderung menggemari hal-hal yang berkaitan dengan korean wave (gelombang korea).

Korean wave atau dalam bahasa koreanya di sebut hallyu amat digemari oleh kalangan anak muda di Tanah Air. Mulai dari K-Pop (korean Pop), drama dan filim, makanan, fashion, kosmetik hingga berniat mempelajari bahasa korea.

Tentunya kita tidak mengiginkan masuknya budaya liberal dan tren korean wave ini semakin merusak generasi anak muda.

Generasi muda kita seharusnya diajak untuk semakin bertakwa bukan malah didorong untuk mrnjadikan korean wave sebagai inspirasi. Sudah seharusnya generasi muda memiliki panutan yang benar. Banyak pemuda islam yang tercatat dalam sejarah dapat mejadi inspirasi.

Lihatlah  Ali bin Abu Thalib, beliau merupakan pemuda cerdas dan salah satu yang masuk islam saat usianya baru 7 tahun. Bahkan kelak menjadi salah satu khalifah.

Selain itu ada sultan Mahmet II yang dikenal dengan sebutan Muhammad Al-Fatih karena keberhasilannya menaklukkan ibu kota Byzantium (Romawi Timur).

Saat itu beliau masih berusiah 23 tahun ketika menaklukkan kota tersebut pada tanggal 29 mei 1453.

Kemudian Al-Biruni, selain menguasai beragam ilmu pengetahuan, juga fasih sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi, dan Suriah. Al-Biruni mudah menimba ilmu matematika dan astronomi dari Abu Nasir Mansur.

Menginjak usia yang ke-20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya dibidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Ibnu Sina,  ilmuan besar muslim yang begitu berpengaruh di Eropa. Masih banyak lagi pemuda lain yang bisa kita contoh.

Demikianlah, seyogianya sebelum menjadikan sesuatu sebagai panutan mesti dilihat apa efek yang akan ditimbulkan di kemudian hari. Jangan hanya melihat manfaat sesaat.

Sepatutnya generasi saat ini didorong untuk menguasai sains dan teknologi, tanpa mengenyampingkan ilmu agama. Sehingga generasi yang ada benar-benar memiliki kualitas yang membanggakan. Maka dari itu pentingnya generasi muda mencontoh tokokh yang tepat untuk jadi inspirasi.

Tentunya hal ini juga harus didukung oleh negara dengan memfilter budaya luar yang negatif sehingga akan terwujud generasi terbaik yang bebas dari gaya hidup yang rusak.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 2 =

Rekomendasi Berita