Telaah Kurikulum Pendidikan dan Komparasi

Opini168 Views

 

 

Penulis: Qisti Pristiwani, S.Farm | Aktivis Muslimah

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jatuh pada setiap tanggal 2 Mei dan dirayakan setiap tahun. Pada tahun ini, Hardiknas diperingati dengan mengusung Tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”.

Namun, semangat masyarakat melemah seketika melihat potret suram dunia pendidikan bila dikaitkan dengan prilaku generasi saat ini dan berbagai insiden kekerasan yang semakin marak terjadi di dalam lingkungan pendidikan. Insiden-insiden tersebut melibatkan baik peserta didik maupun pendidik.

Sekretaris Ditjen PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen, Kemendikbud) Praptono mengungkapkan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan saat ini mengalami kondisi darurat.

Laman Medcom.id (29 April 2024) mengungkapkan bahwa sebanyak 20% anak laki-laki dan 25,4% anak perempuan usia 13 hingga 17 tahun mengakui telah mengalami berbagai jenis kekerasan dalam setahun terakhir. Termasuk di antaranya adalah kekerasan seksual, fisik, serta menjadi korban pornografi dan kejahatan cyber.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan pendidikan saat ini?

Meningkatnya insiden kekerasan di lingkungan pendidikan ini mengindikasikan bahwa gonta-ganti kurikulum hingga penerapan kurikulum saat ini gagal dalam upaya membentuk generasi berkarakter mulia. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi penyelenggara pendidikan.

Kurikulum yang gagal ini perlu dikaji ulang dan perlu dievaluasi. Terlebih lagi, kurikulum yang dipakai sekarang ini tidak mengintegrasikan agama sebagai prinsip karakter yang ingin dibentuk. Akibatnya, generasi memiliki kebebasan penuh dalam berpikir dan bertindak. Agama seakan diabaikan dalam kehidupan sehingga terbentuklah generasi sekuler.

Inilah akar permasalahan dan problematika pendidikan yang harus segera diperbaiki secara menyeluruh agar berjalan sesuai harapan. Pendidikan sangat penting dalam upaya membangun generasi bangsa. Jika sekularisme tidak mampu membentuk generasi mulia, maka sudah saatnya pendidikan diatur dengan nilai-nilai agama.

Sebagai komparasi, pendidikan dalam Islam merupakan upaya yang sadar, terstruktur, dan sistematis untuk mewujudkan visi penciptaan manusia sebagai hamba dan khalifah di dunia. Oleh karena itu, landasan pendidikan dibangun sejalan dengan aqidah Islam.

Pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk kepribadian Islam pada peserta didik dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap Islam serta ilmu kehidupan (iptek dan kecakapan hidup). Orientasi pendidikan ini ditujukan untuk umat dan bertujuan untuk membangun peradaban yang mulia.

Oleh karena itu, metode pendidikan dalam islam dirancang sesuai dengan tujuan pendidikan dan tidak akan menyimpang dari tujuan tersebut.

Kecemerlangan sistem pendidikan Islam pernah diimplementasikan dan telah terbukti dengan munculnya cendekiawan yang cerdas dan bertakwa. Mereka bukan hanya ulama tetapi juga pakar dalam berbagai ilmu terapan. Sebagai contoh, Al Khawarizmi, yang memberikan kontribusi besar dalam bidang matematika dan astronomi. Ibnu Sina, yang ahli dalam bidang kedokteran. Fatimah Al Fihri, sebagai pendiri universitas pertama di dunia, dan lainnya.

Kehadiran ilmuwan seperti ini tentu menjadi harapan besar bagi bangsa untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu, sudah waktunya bagi negara ini untuk menerapkan sistem pendidikan dengan landasan Islam. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Comment