by

Tentara Israel Geledah Rumah Penduduk Di Sejumlah Tempat 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pasukan Israel malam kemarin hingga dini hari Kamis (4/3/2021) menggelar operasi penggeledahan, pemeriksaan dan penangkapan di sejumlah wilayah di Tepi Barat dan Al-Quds.

Di Betlehem, tentara Israel dini hari Kamis ini menangkap seorang remaja dan dua pemuda, salah satunya eks tawanan.

Tentara Israel menangkap eks tawanan dan aktivis Ahmad Mahmoud Shalah (46) dan anak saudara perempuannya Ahmad Hasan Naji Shalah (20) dari Baldah Hidhr sebelah Selatan, Tamir Raed Hamamirah (16) dari desa Hosan sebelah barat setelah rumah-rumah keluarga mereka diperiksa dan digeledah.

Di Nablus, tentara Israel menangkap tiga warga di distrik tersebut.

Tentara Israel menggeledah baldah Sabsatiyah, Barat Daya kota dan menggeledah sejumlah rumah. Dalam operasinya, Israel menangkap tiga warga; Mufid Shihab (28), Khalid Nadi Azem (21) dan Shahir Arafat Kayed (18).

Di Jenin, serdadu Israel menggeledah siang ini sebuah rumah di baldah Yamun di barat Jenin dan menyita sebuah genset.

Tentara Israel menggeledah rumah warga Raed Shalah Abu Hasan dan menyita sebuah genset.

Dalam waktu yang sama, serdadu penjajah Israel menggeledah kota Jenin dan kamp pengungsi Palestina di sana dan menangkap dua eks tawanan Palestina.

Ketua Klub Tawanan di Jenin, Muntasir Samur menyatakan, serdadu Israel menangkap dua eks tawanan Majid Raja Abu Wafa dan Asyraf Hawil dari kamp pengungsi Jenin saat rumah mereka digeledah.

Tentara Israel menggeledah kota dan kamp di sana serta sejumlah perkampungan disertai dengan penembakan. Israel memasang perlintasan dan mengintensifkan keberadaan mereka.

Di Al-Quds, tentara Israel menggelar operasi penggeledahan dan penangkapan di baldah Isawiyah.

Di antara korban yang ditangkap adalah Mutashim Hamzah Ubaid, Muuhammad Marwan Ubaid, Yazn Basam Ubaid dan bocah Ruhi Yaser Jayar dan Muhammad Hamzah Ubaid.

Ada beberapa tempat lain di mana rumah rumah penduduk digeledahi semua. Mereka melakukan operasi itu terkait aktivitas Mujahidin Al – Qassam yang memang tidak mudah dilacak dan barangkali melakukan penyamaran sebagai warga sipil.

Kami cukup bangga tidak ada yang bersuara tentang keberadaan kami walau kemudian kami juga prihatin dengan penangkapan penduduk.

Situasi memang serba salah tetapi inilah resiko yang mesti dihadapi warga Palestine dan kelompok pembebasan Palestine. (Von)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + two =

Rekomendasi Berita