by

Tidak Sepaham, Paguyuban Wartawan Depok (PWD) Dibekukan Jajaran Pendiri

 

RADARINDONESIANEWS.COM,  DEPOK — Jajaran pendirii dan Pembina Paguyuban Wartawan Depok (PWD) secara resmi membekukan semua aktifitas kegiatan yang mengatas-namakan PWD.

Pembekuan itu disepakati mayoritas pendiri dan pembina karena tata tertib pemilihan belum ada dan penasehat maupun pendiri untuk membuat tata tertib pemilihan kepengurusan baru saat rapat di Balai Wartawan Kota Depok, Kamis (9/6/22).

Jhony Kalmanutu selaku pimpinan Sidang Kepengurusan PWD Depok mengatakan dirinya terpaksa melakukan pembekuan tersebut.

“Kami terpaksa membekukan kepengurusan Sutapa yang dibentuk Desember 2022 dan pemilihan Ketua PWD Depok Wahyudin 8 Juni 2022,
termasuk kepengusan lama Alm. Ferry Sinaga sejak tahun 2020,” ujar Jhony .

Jhony menambahkan, usai digelar digelar rapat konsiliasi PWD berujung tanpa titik temu pasca munculnya dua kubu kepemimpinan yang saling bertentangan.

“Kami para jajaran pendiri dan pembina PWD bersepakat membekukan segala aktifitas kerja PWD hingga satu bulan ke depan”, ujar Jhony.

Jadi, masih kata Jhony, di bawah kepengurusan PWD pimpinan Sutapa, Wahyudin bahkan era almarhum Ferry Sinaga tidak boleh ada kegiatan. Untuk sementara waktu PWD dinyatakan vakum.

Hal serupa disampaikan Yoyo Efendi selaku pendiri PWD bahwa kehadiran PWD Kota Depok bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok namun lebih mengguyub wartawan dan organisasi yang ada di Kota Depok.

“Kami pribadi dan penasehat PWD telah menetapkan serta meminta seluruh anggota untuk sabar menunggu pembuatan tata tertib jangka waktu satu bulan.” ungkap Yoyo.

Menyikapi adanya masalah PWD yang di bekukan Oleh para pendiri, keputusan bersama yang telah disepakati oleh mayoritas pendiri dan pembina itu sudah tepat, sebab, dampak dari pengurusan yang lama tidak melanjutkan untuk di buatkan tata tertib.

“Bila sejak awal kemimpinan ketua Alm Ferry Sinaga sudah ada tatibnya saya rasa itu tidak ada dua kubu, Sutapa dan Wahyudin.” ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Lanjut sumber itu, PWD nanti setelah ada tatib, untuk pengurus yang nanti terpilih dapat dirangkul para pengurus yang telah berjuang di PWD bukan orang orang yang tidak pernah bergabung di PWD. Karena nanti akan menimbulkan kecemburuan sosial. Apa lagi ini sudah menyangkut kepentingan Individu.

“Mudah mudahan masalah di tubuh PWD dapat cepat selesai.” ujar sumber itu.(GI)

Comment