by

Tolak Penetapan HAMAS Sebagai Organisasi Teroris

-Opini-20 views

 

 

Oleh : Ukhty Islaba, Founder Akhwat Tongkuno dan Parigi Ngaji

__________

RADARINDONESIAEWS.COM, JAKARTA — Pernahkah kalian mendengar tentang organisasi HAMAS? Sebuah organisasi yang berjuang untuk kemerdekaan negara Palestina itu kini tengah dipersoalkan oleh Inggris

Dikutip dari telisik.id,  Inggris berencana mendeklarasikan Hamas sebagai salah satu organisasi teroris dalam waktu dekat.

Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan keputusan itu akan ditetapkan di bawah Undang-Undang Terorisme 2000.

Jika sudah ditetapkan, setiap warga yang kedapatan menyatakan dukungan terhadap Hamas bisa dihukum dengan ancaman penjara maksimal 14 tahun.

Menurut menteri dalam Negeri Inggris,  Priti Patel, HAMAS memiliki kemampuan terorisme yang signifikan, termasuk akses persenjataan yang luas dan canggih, serta fasilitas teroris dan telah lama terlibat dalam kekerasan teroris.

Theodor Herzl, pendiri dan pemimpin pertama gerakan zionisme yang bercita-cita mendirikan sebuah negara bernama Israel, dipandang sebagai tokoh besar dan telah menciptakan sejarah baru pada masanya.

Tahun 1896 Theodoral Herlz mencetuskan berdirinya negara itu dengan rencana awal perampasan tanah milik Negara Palestina. Sejak saat itu, Negara Palestina tidak pernah lepas dari yang namanya konflik.

Bertahun-tahun lamanya sejak konflik itu dimulai, seharunya PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang dibentuk pada tahun 1945 sebagai organisasi yang berkomitmen menjaga keamanan dan perdamaian dunia pun, ternyata belum mampu mendamaikan atau menyelesaikan konflik yang terjadi antara Negara Palestina dan Israel.

Dalam setiap aksinya Israel tidak segan-segan melakukan pembunuhan, pembataian, pengeboman, dan segala kebiadaban lainnya terhadap bangsa  Palestina yang jarang terekam media.

Melihat kondisi Negara Palestina yang semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu, membuat beberapa orang membentuk organisasi HAMAS (Harakat al-Muqawamah al-Islamiyya) untuk melindungi Negara Palestina dari serangan Israel.

Perlu diketahui bahwa HAMAS adalah “Gerakan Pertahanan Islam”. Salah satu Organisasi Islam Palestina yang didirikan oleh Sheik Ahmed Yassin tahun 1987 yang bermarkas di Jalur Gaza, Palestina. Organisasi ini memiliki sayap politik dan juga militer yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Negara Palestina yang menjajah Israel.

Salah satu organisasi yang dengan lantang menyuarakan kemerdekaan Palestina ini, ternyata membuat negara lain seperti Inggris kalang kabut sehingga berencana menyusun RUU penetapan organisasi HAMAS sebagai organisasi Terorisme.

Tuduhan terorisme yang dialamatkan kepada organisasi HAMAS baru-baru ini tidaklah tepat, sebab HAMAS adalah organisasi yang berjuang mengusir penjajah (Israel) dari tanah Palestina, karena Israel tidak memiliki hak atas tanah Palestina. Selain itu, tidak ada bukti atas aksi-aksi yang dilakukan oleh HAMAS yang menjurus kepada aksi terorisme.

HAMAS bukanlah organisasi terorisme, sebaliknya seharusnya Israel lah yang pantas disebut sebagai terorisme.

Israel yang kerap melakukan penindasan dan kekerasan kepada penduduk Palestina seperti menembak mati, melempar bom bahkan mereka tak segan-segan melakukan pelecehan untuk menjatuhkan harkat dan martabat kaum perempuan.

Bukankah!
Israel yang memulai, mengapa Palestina yang di salahkan,
Bukankah!
Israil yang mengancam, mengapa Palestina yang di tuduh,
Bukankah!
Israil yang menakut-nakuti, mengapa HAMAS yang akan dibubarkan.
Sungguh ironis!

Sebagai kaum muslim, seharusnya kita tidak memberikan ruang dan membiarkan upaya penyusunan RUU penetapan organisasi HAMAS sebagai organisasi terorisme tidaklah tepat dan perlu di tindak lanjuti agar tidak jatuh kepada fitnah, selain itu RUU yang nantinya akan disusun oleh Negara Inggris tersebut juga tidak diikuti oleh negara-negara lain.

Sudah seharusnya kaum muslim hari ini bersatu di bawah satu naungan agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang tertindas di berbagai negara dan menutup segala tuduhan terorisme yang terus dialamatkan kepada Islam serta bisa mewujudkan penerapan aturan secara menyeluruh dan bersifat global. Wallahu A’lam bisawwab.[]

Comment

Rekomendasi Berita