Tradisi Toet Leumang Membawa Dampak Positif bagi Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya

Opini1452 Views

Penulis: Rhaishul Huda | Mahasiswa S2 KPI UIN Ar-Raniry

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Kabupaten Aceh Barat Daya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abdya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang berada di kawasan barat selatan. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2002.

Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan pertanian, terutama pertanian padi yang menjadi identitas daerah berjuluk “Breuh Sigupai” tersebut.

Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Salah satu tradisi yang hingga kini masih bertahan adalah toet leumang atau tradisi membakar lemang.

Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan biasanya dilaksanakan menjelang hari meugang, baik Idulfitri maupun Iduladha.

Lemang bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Aceh Barat Daya.

Proses pembuatannya yang dilakukan secara bersama-sama menjadikan tradisi ini sarat nilai sosial dan budaya. Mulai dari menyiapkan bambu, memasukkan beras ketan, hingga proses pembakaran, semuanya dilakukan dengan semangat gotong royong.

Di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.Si., pemerintah daerah berupaya melestarikan tradisi toet leumang agar tidak hanya dilakukan saat hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas budaya masyarakat sehari-hari.

Upaya tersebut terlihat dari penyelenggaraan sayembara toet leumang dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2025.

Kegiatan yang digelar di kawasan tepi Sungai Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Sayembara tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarwarga. Masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul dan berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Suasana kebersamaan begitu terasa ketika warga saling membantu menciptakan lemang terbaik untuk memenangkan perlombaan. Tradisi ini menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran pemerintah dalam kegiatan budaya tersebut juga menciptakan kedekatan emosional antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Lebih dari sekadar perlombaan, toet leumang menjadi simbol persatuan masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu menjadi media pemersatu sekaligus sarana memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Penulis berharap kegiatan sayembara toet leumang dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada masa mendatang.

Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diyakini mampu membawa Kabupaten Aceh Barat Daya menuju kemajuan, terutama dalam memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi masyarakat.

Dirgahayu negeriku Breuh Sigupai, Kabupaten Aceh Barat Daya. Semoga Abdya terus maju menuju masa depan yang lebih baik. ARAH BARU ABDYA MAJU.[]

Comment