by

Ujian, Penghapus Dosa

-Opini-32 views

 

Oleh: Puput Hariyani, S.Si, Pendidik Generas

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ketika kita diuji oleh Allah dengan suatu masalah, maka saatnya kita bangun _awareness_ bahwa Allah ingin membersihkan diri kita dari dosa. Allah menginginkan perjumpaan kita dengan-Nya dalam keadaan bersih tanpa noda.

Terkadang kita ngerasa atau mungkin sering merasa banyak dosa, kesalahan, kekeliruan, dan kekhilafan. Dalam kondisi demikian perbanyaklah istigfar, istigfar, istigfar, teruslah memohon kepada Allah agar ditunjukki jalan kebenaran. Dimudahkan untuk mentaubati dosa-dosa di masa silam. Yakinlah bahwa Allah akan mengganti berbagai ujian kehidupan dengan kebaikan.

Jangan pernah menyalahkan orang lain atas ujian yang menimpa diri kita. Sebelum mencari kambing hitam atas masalah yang mendera, marahlah kepada diri kita sendiri atas dosa dan kesalahan yang baru saja kita lakukan. Ada baiknya kita tengok apa yang sudah kita lakukan di masa lalu.

Jika masa lalu kita penuh lumpur dosa, mungkin itulah alasan Allah memberikan ujian kepada kita setelah hijrah. Terasa berat, jatuh bangun dan berdarah-darah perjuangan setelah hijrah, anggap saja itu adalah cara Allah membersikan diri kita dari dosa masa lalu.

Kelak ketika kita kembali kepada Allah, kelak ketika waktu perjumpaan itu tiba berharap kita menjadi orang-orang yang bersih dan beruntung. Jangan pernah tenang dan berbangga ketika lolos dari ujian Allah di dunia. Bisa jadi perhitungan Allah di akhirat jauh lebih berat.

Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit yang terus menerus, rasa capek, kekhawatiran pada masa depan, sedih akan masa lalu, kesusahan hati berduka cita, atau sesuatu yang menyakiti sampai pada duri yang menusuknya, itu semua akan menghapuskan dosa-dosanya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika telah menumpuk dosa seorang hamba namun dia tidak punya amal kebaikan untuk menghapusnya, maka Allah akan berikan ujian kepadanya dengan kesedihan untuk menghapusnya,” (Ibn Abid Dunya).

Tidaklah Allah memberikan ujian kecuali salah satunya adalah untuk menghapuskan dosa. Ya Allah Ya Rabb, sesungguhnya semua rasa sakit ini, rasa sedih, letih, kecewa, sakit hati dan perih ini adalah tanda sayang dari-Mu untuk kami.

Bersabar adalah senjata seorang muslim menghadapi pahit getirnya ujian. Bersamanya Allah hendak menaikkan derajat manusia di sisi-Nya.

Sehingga ketika ada masalah dengan orang lain, berfokus lah untuk menghisab diri sendiri, memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu. Jangan sibukkan dirimu mengoreksi orang lain.

Bisa jadi hadirnya orang lain dalam hidup kita yang kita anggap menyebalkan, menyakitkan kata-katanya, tidak menyenangkan, dan sering menggoreskan luka. Sesungguhnya mungkin saja dia adalah utusan Allah untuk menguji kita.

Ujian bisa jadi datang dari orang lain, diri kita sendiri atau semesta untuk mengingatkan dan jalan penghapus dosa. Agar kita kembali ke jalan yang benar.

Ingatlah satu hal. Inna maal-usri yusra, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Allah menyandingkan kesulitan bersama kemudahan. Artinya dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang Allah persiapkan. Di setiap ujian pasti ada dosa yang hendak dihapuskan. So, keep spirit and fight! Wallahu’alam bi ash-showab.[]

Comment

Rekomendasi Berita