Ulama Serukan Penghentian Perang Permanen, Wahdah Islamiyah Dorong Persatuan Dunia Islam

Nasional387 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menyerukan penghentian perang secara total dan permanen dalam konferensi pers ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Konferensi pers bertema Urgensi Persatuan Dunia Islam untuk Penciptaan Tata Dunia Baru yang Damai, Adil, Sejahtera, dan Beradab itu diselenggarakan oleh Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) bersama Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam.

Zaitun menilai momentum tersebut penting bagi dunia Islam untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat persatuan.

“Ini momentum bagi dunia Islam untuk introspeksi. Dialog harus terus dilakukan untuk menguatkan persatuan, iman, ilmu, dan akhlak,” ujarnya.

Menurut dia, persatuan umat Islam tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi ketidakadilan global. Ia menyinggung konflik yang melibatkan Palestina dan Iran sebagai contoh situasi yang memerlukan respons kolektif dunia Islam.

“Dunia tidak akan damai jika kebiadaban dan penjajahan masih dibiarkan berlangsung,” kata Zaitun usai acara.

Dalam kesempatan itu, para ulama membacakan pernyataan resmi hasil dialog tokoh ormas Islam yang digelar di kediaman Din Syamsuddin pada 2 April 2026 lalu.

Pernyataan tersebut memuat enam poin utama, antara lain mengecam agresi militer, menyerukan penghentian perang secara permanen, serta mendorong rekonsiliasi dan persatuan dunia Islam.

Dokumen itu juga mendesak lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai sebagai penyebab konflik, melalui mekanisme hukum internasional.

Prof. Din Syamsuddin, yang menjadi koordinator CDCC, mengatakan seruan tersebut tidak semata bersifat politis, melainkan berlandaskan nilai moral dan teologis.

“Ini berbasis nilai-nilai normatif untuk menghadirkan tatanan dunia yang lebih adil dan beradab,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga kini pernyataan tersebut telah ditandatangani oleh 53 ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia, dan diharapkan menjadi dasar gerakan moral global lintas negara.[]

Comment