Universitas Paramadina Dorong Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Aksi

Pendidikan47 Views

DARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Universitas Paramadina menjadi tuan rumah International Forum for Entrepreneurship Educators (IFE) 2026, forum yang mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris, serta Vietnam.

Mengusung tema “Glocalizing Entrepreneurship Education: Cultivating Mindsets for a Sustainable Future”, forum tersebut membahas pentingnya memadukan perspektif global dengan aksi lokal untuk membangun pendidikan kewirausahaan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, dalam kesempatan tersebut, Kamis (19/8/2026) mengatakan kewirausahaan tidak cukup diajarkan melalui teori. Menurut dia, pendidikan kewirausahaan perlu diwujudkan melalui tindakan dan pengalaman nyata. Ia juga mendorong agar kerja sama internasional diperluas melalui riset, pertukaran dosen, dan kolaborasi akademik.

Keynote speaker dari Glasgow Caledonian University, Dr. Vasilios Stouraitis, menekankan perlunya pergeseran dari entrepreneurship education menuju entrepreneurial education.

Pendekatan tersebut, kata dia, tidak hanya mengajarkan cara membangun usaha, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa menghadapi ketidakpastian, mengenali peluang, bereksperimen, membangun resiliensi, dan menciptakan nilai secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Prof. Dr. Gancar C. Premanto dari Universitas Airlangga memaparkan konsep Holistic Entrepreneur Ecosystem. Model ini mencakup empat subsistem utama, yakni sistem pembelajaran, ekosistem kemitraan, fasilitas pendukung, dan pengukuran hasil.

Konsep tersebut mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman dan proyek, mentoring alumni, keterlibatan praktisi, platform digital, konsultasi bisnis, serta pengukuran prestasi mahasiswa dalam kompetisi nasional dan internasional.

Dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH), Dr. Angelina Nath Hanh Le mengaitkan pendidikan kewirausahaan dengan perkembangan pemasaran hingga Marketing 7.0 yang menekankan empati, autentisitas, dan storytelling.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak serta-merta menghilangkan peran manusia. Menurut dia, meski AI mampu menghasilkan keluaran yang sangat sempurna, unsur manusia tetap menjadi pembeda.

Dalam paparannya, ia menyampaikan, “something real, something imperfect, is more important than something that looks very perfect.”

Dari Universitas Paramadina, Adrian Azhar Wijanarko, MM, membahas pentingnya integrasi data untuk meningkatkan inklusi keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Adrian, persoalan pembiayaan UMKM bukan semata-mata terkait ketersediaan dana, melainkan juga bankability. Banyak pelaku UMKM belum memiliki agunan, riwayat kredit, serta pencatatan keuangan yang terdokumentasi dengan baik sehingga sulit dinilai oleh lembaga keuangan.

Forum tersebut juga membahas pengembangan ekosistem kewirausahaan, pemanfaatan AI, pemasaran berbasis human empathy, serta penguatan inklusi keuangan UMKM.

Salah satu agenda penting IFE 2026 adalah peluncuran International Research Group for Entrepreneurship & SME (IRGESME) yang diketuai Dr. Iyus Wiadi. Kelompok riset tersebut diarahkan untuk mengembangkan penelitian, publikasi, hibah, proyek buku, dan berbagai bentuk kolaborasi internasional di bidang kewirausahaan dan UMKM.

Pengusaha sekaligus mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, turut menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan berbasis tindakan. Ia mengusung prinsip “Think global, act local.”

Menurut Sandiaga, teknologi seperti AI dan robotika perlu dimanfaatkan untuk mempercepat kreativitas, inovasi, serta pengembangan bisnis.

Sementara itu, founder dan CEO Trusmi Group, Ibnu Riyanto, membagikan pengalamannya dalam membangun usaha. Ia menilai perluasan jejaring menjadi salah satu strategi penting dalam pengembangan bisnis.

“Memperluas network adalah salah satu strategi penting dalam membangun bisnis. Saya percaya, semakin luas kita berjejaring, semakin banyak kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, dan menemukan peluang baru,” ujar Ibnu.

Ia juga menyebut Sandiaga Uno sebagai salah satu sosok yang menjadi teladan dalam membangun bisnis dan memperluas jejaring.

IFE 2026 menegaskan bahwa kewirausahaan tidak semata-mata berkaitan dengan mata kuliah atau kemampuan mendirikan usaha. Pendidikan kewirausahaan juga diarahkan untuk membentuk mindset dan kemampuan yang dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan.

Perguruan tinggi didorong membangun ekosistem kewirausahaan yang interdisipliner, berbasis pengalaman, serta terhubung dengan industri dan masyarakat. Di tengah perkembangan AI, forum tersebut menempatkan autentisitas, empati, dan kepercayaan sebagai sejumlah kekuatan manusia yang tetap penting dalam membangun usaha dan menciptakan nilai.

Comment