Oleh: dr. Airah Amir, Dokter dan Pemerhati Kesehatan Masyarakat
_________\
RADARINDONESIANEWS COM, JAKARTA– Jalanan rusak menjadi viral di Lampung, apalagi setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke Lampung pada Jumat 5/5/2023 untuk mengecek jalanan rusak yang viral tersebut.
Menarik untuk membahas kondisi Infrastruktur jalan yang tidak memadai. Apalagi jika dikaitkan dengan angka kecelakaan lalu lintas dan juga sulitnya masyarakat untuk mengakses sarana kesehatan.
Benar, bahwa angka kecelakaan lalu lintas memang dapat berkaitan dengan kondisi sarana jalanan yang tidak memadai. Infrastruktur jalan yang rusak, kurangnya rambu lalu lintas dan ketidakteraturan jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Apalagi saat ini jalanan telah menjadi lingkungan yang tidak aman disebabkan oleh pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang cukup tinggi sehingga kebutuhan jalanan yang aman semakin mendesak.
Bisa jadi, sarana kendaraan telah optimal dan pengendara pun dalam kondisi prima tetapi karena kondisi jalan yang rusak maka kecelakaan pun tidak terelakkan, ada yang mengalami cedera ringan, cedera parah bahkan ada yang meninggal, lalu siapa yang bertanggung jawab?
WHO dalam rilisnya mencatat ada 1,24 juta kematian di jalanan setiap tahun yang setara dengan 3400 kematian setiap harinya. Sedangkan di Indonesia, Korlantas Polri pada 2021 menyebutkan ada sekira 103.645 kasus pada tahun 2021. Dari jumlah tersebut korban tewas mencapai angka 25.266 atau 70 orang per harinya. (katadata.co.id)
Dilansir dari data Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo 2017, faktor penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas adalah 61 persen karena faktor manusia, 9 persen karena faktor kendaraan dan 30 persen faktor prasarana dan lingkungan.
Faktor prasarana dan lingkungan dapat diminimalisir dengan memaksimalkan peran negara dalam meningkatkan kualitas saranan jalanan yang aman dan memadai dengan melakukan perbaikan dan perawatan jalan, meningkatkan sistem pengaturan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat
Kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan berbagai jenis cedera dan penyakit yang dapat memengaruhi Kesehatan seseorang. Ada beberapa cedera yang dapat timbul di jalanan yaitu cedera kepala, cedera tulang belakang, cedera dada dan perut, cedera kulit dan jaringan lunak dan stres pasca trauma.
Pada cedera kepala yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga kepala dapat menyebabkan tanda mual, muntah, nyeri kepala ringan hingga berat bahkan penurunan kesadaran. Seperti yang kita ketahui bahwa isi dari kepala kita sifatnya konstan atau tetap sehingga bila terjadi perubahan volume akan meningkatkan tekanan dalam rongga kepala dan menyebabkan gejala seperti diatas.
Cedera tulang belakang meliputi tulang belakang dan segala struktur didalamnya yang menyebabkan gangguan jalannya informasi antara otak dan alat gerak yang menimbulkan gejala pada penderita seperti kelumpuhan.
Cedera dada mengenai rongga dada yang dapat disebabkan oleh hantaman benda tumpul yang cukup keras pada saat kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan kerusakan pada dinding dada maupun isi dari rongga dada. Sedangkan pada cedera perut menyebabkan cedera pada organ lambung, usus, hati, limpa, pankreas, empedu dan ginjal.
Cedera dapat berasal dari benturan benda tumpul maupun tusukan dari benda tajam saat kecelakaan lalu lintas atau saat diatas kendaraan. Cedera pada tubuh jika tidak mendapatkan penanganan segera dapat menyebabkan perdarahan dengan segala komplikasinya yang berisiko menyebabkan kematian.
Hal penting lainnya yang kadang luput dari perhatian adalah sulitnya masyarakat mengakses sarana Kesehatan akibat rusaknya infrastruktur jalan.
Dilansir dari detikjabar (19/4/2023), memperlihatkan sebuah video dimana seorang ibu hamil yang ditandu menggunakan kain sarung dan batang bambu akibat dari kondisi jalan yang rusak. Ibu hamil tersebut hendak melahirkan dan jarak ke puskesmas yang cukup jauh hanya bisa dilalui dengan jalanan yang berada pada kondisi yang rusak apalagi jika kondisi hujan.
Khalifah Umar bin Khattab pernah mengatakan bahwa jika seekor keledai terperosok karena jalanan yang rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah SWT tentang mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya?
Namun hal sebaliknya terjadi di negara kita. Dengan fakta keberlimpahan sumber daya alam justru berbanding terbalik dengan infrastruktur jalan yang pada sebagian wilayah justru sangat buruk.
Padahal dengan sumber daya alam yang ada yang jika dikelola secara seksama untuk membangun infrastruktur tentu dapat meminimalisir kasus kecelakaan lalu lintas dan juga infrastruktur tersebut dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat bahkan tanpa harus berbayar.
Dengan fakta banyaknya infrastruktur transportasi yang tak layak pakai menjadi pertanyaan apakah negara telah benar-benar membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab Infrastruktur jalan yang memadai dan terjaga dengan baik sangat penting bagi sektor kesehatan. Ketersediaan jalan yang baik akan memudahkan akses masyarakat untuk mencapai fasilitas kesehatan.
Pemerintah harus memprioritaskan pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan yang berkualitas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat sektor kesehatan secara keseluruhan.
Bagi masyarakat sikap tanggung jawab dengan tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara di jalan raya karena faktor kesehatan bisa sangat berpengaruh terhadap sikap kita saat di jalan.
Dengan adanya upaya bersama baik dari pemerintah, masyarakat, dan individu, diharapkan infrastruktur jalan dan sektor kesehatan terus diperhatikan agar memberi manfaat yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan.[]










Comment