RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK — Tokoh ekonomi syariah sekaligus motivator bisnis, Valentino Dinsi, kembali aktif berdakwah dan membina usaha umat setelah sempat vakum akibat kondisi kesehatan dan stagnasi sejumlah usaha yang dirintisnya.
Kebangkitan tersebut ditandai dengan pembukaan kelas perdana “Ngaji Bisnis” di Masjid Darussalam, Tugu, Depok, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan itu dihadiri Ketua DPRD Depok Ade Supriatna sebagai keynote speaker. Selain Valentino, hadir pula Wanto dari SB Consulting serta Irsal Suardi sebagai pemateri.
Valentino dikenal sebagai penggagas sejumlah program ekonomi berbasis komunitas dan syariah, seperti 212 Mart, Family Mart, serta konsep Badan Usaha Milik Masjid (BUMM).
Melalui program tersebut, ia mendorong penguatan kemandirian ekonomi umat melalui pengelolaan usaha berbasis masjid.
Dalam sambutannya, Valentino mengungkapkan masa vakumnya dipengaruhi kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani operasi hati.
“Ini adalah babak baru. Fokus saya sekarang mendampingi masjid agar menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Valentino di hadapan peserta yang datang dari wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Banten.
Program “Ngaji Bisnis” dirancang sebagai pelatihan praktis bagi para takmir masjid untuk mempelajari manajemen usaha, penyusunan perencanaan bisnis, hingga tata kelola keuangan syariah. Peserta pelatihan juga disebut berkesempatan mengakses skema pendanaan usaha produktif.
Dalam kesempatan itu, Valentino menyampaikan telah tersedia dukungan modal hingga Rp300 miliar dari para donatur untuk disalurkan kepada takmir masjid yang ingin mengembangkan usaha produktif berbasis masjid.
Menurut dia, penyaluran modal tersebut akan disertai pendampingan manajemen agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Tanpa manajemen yang baik, modal besar pun bisa habis. Karena itu pendampingan menjadi syarat utama,” katanya.
Ia berharap program tersebut mampu menghidupkan kembali fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat.
Kelas “Ngaji Bisnis” direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan materi mencakup studi kasus, perencanaan usaha, hingga evaluasi bisnis.
Pendaftaran dibuka bagi takmir masjid yang ingin mengikuti pelatihan pada tahap berikutnya.
Inisiatif Valentino Dinsi juga mendapat perhatian dari kalangan pegiat ekonomi syariah yang menilai program tersebut sebagai upaya memperkuat ekosistem bisnis umat melalui institusi masjid.[]










Comment