Yayasan Humaniora Bekasi, Bantu Anak Keluarga Pemulung Agar Bisa Sekolah

Bekasi, Daerah940 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, KOTA BEKASI — Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan mendorong akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pemulung dan kelompok rentan sosial melalui program pembinaan dan penyekolahan.

Ketua Umum yayasan tersebut, Eddie Karsito, mengatakan anak-anak yang tumbuh di lingkungan kumuh dengan sanitasi buruk berisiko mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental. Kondisi itu, menurut dia, kerap dialami anak pemulung, pengamen jalanan, hingga anak dengan kerentanan sosial lainnya.

“Lingkungan yang tidak layak menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka,” kata Eddie dalam pengarahan kepada orang tua calon siswa binaan Humaniora Rumah Pintar di Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Sabtu (18/4/2026).

Ia menekankan pentingnya pendidikan dasar dan menengah, termasuk skema sekolah berasrama, untuk memutus siklus kemiskinan pada kelompok tersebut. Pendidikan, kata dia, tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja yang lebih baik.

“Dengan begitu, anak-anak tidak harus mengulang pekerjaan orang tuanya sebagai pemulung,” ujarnya.

Pada tahun ajaran baru 2026, yayasan itu telah mendaftarkan 21 anak binaan ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama serta program pendidikan kesetaraan Paket A.

Secara keseluruhan, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan membina 94 anak dari latar belakang keluarga marginal, seperti pemulung, pengamen, pedagang asongan, buruh pabrik, pekerja rumah tangga, hingga sopir angkutan umum. Sebagian di antaranya merupakan anak yatim piatu.

Eddie menilai kesempatan bersekolah penting untuk membangun karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan adaptasi anak-anak tersebut agar dapat tumbuh seperti anak pada umumnya.

Selain pendidikan formal, yayasan juga memberikan pembinaan nonformal untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan.

Menurut dia, pendidikan berperan sebagai perlindungan dari risiko eksploitasi terhadap anak.

Yayasan ini juga aktif mendampingi ratusan warga miskin kota di wilayah perbatasan Bekasi, Depok, Bogor, dan Jakarta Timur. Pendampingan mencakup pengurusan dokumen kependudukan, seperti kartu tanda penduduk, kartu keluarga, akta kelahiran, hingga membantu akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus yayasan dan pemerhati sosial, antara lain Dewan Pembina Iwan Gardiawan, Dewan Penyantun Ageng Kiwi, serta Ketua Bidang Sosial Imam Dzaky Syukria Darmawan.[]

Comment