by

Yulia Putbuha, S.PdI: Reshuffle Kabinet, Akankah Membawa Dampak Positif ?

-Opini-138 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Reshuffle kabinet santer menjadi perbincangan hangat di negeri ini, pasalnya ada beberapa menteri yang  diganti dengan menteri-menteri yang baru. Menteri-menteri pengganti tersebut merupakan wajah lama dalam dunia perpolitikan.

Seperti dilansir kompas.com (22/12), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang terseret kasus korupsi di KPK. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sandiaga Uno menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto.

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ditunjuk sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi. Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang tersandung kasus korupsi di KPK. Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.

Reshuffle kabinet bukan kali ini dilakukan, sebelumnya sudah empat kali pergantian pada periode 2014-2019 dan kali ini adalah reshuffel ke lima di periode sekarang hingga tahun 2024 nanti.

Reshuffle kabinet dilaksanakan dengan harapan negeri ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun, berkaca dari jejak reshuffle sebelumnya tidak terlihat adanya perubahan yang signifikan.

Jika ditelisik dari permasalahan yang terjadi di negeri ini, maka akan ditemui kasus-kasus yang sama dari tahun ke tahun seperti kemiskinan, korupsi dan kebijakan-kebijakan yang tumpang tindih dan kurang pro rakyat sehingga muncul gejolak dan terjadilah aksi.

Dari persoalan tersebut seharusnya menjadi introspeksi, apa sebenarnya yang menjadi permasalahan utama di negeri ini? Rezim, kabinet atau sistem?

Jika permasalahannya terletak pada rezim, ketika Indonesia dipimpin oleh Rezim Sueharto, Suekarno, Habibi atau SBY apakah dari rezim-rezim tersebut ada yang mampu mengentaskan kemiskinan dan bebas dari koruptor? Nyatanya tidak.

Jika permasalahannya terletak pada kabinet, apakah dengan bergantinya kabinet Indonesia bisa menjadi lebih baik? Perekonomian Indonesia menjadi lebih meningkat dan juga bebas dari koruptor? Sekali lagi, kenyataanya tidak, karena mengingat reshuffle kabinet sudah terjadi lebih dari tiga periode.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa permasalahan-permasalahan yang terjadi di negeri ini tersebab karna sistem yang rusak. Demokrasi semu dan kapitalisme adalah sistem yang saat ini diusung oleh negara negara di dunia ini -nampaknya tidak mampu menyelesaikan segala problematika. Karena demokrasi dengan slogan manisnya “Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”  adalah sebuah sistem buatan manusia yang melahirkan pemimpin atas dasar quantitas bukan kualitas dan kapasitas.

Berbeda dengan sistem Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Sistem yang berasal dari Sang Maha Pencipta yakni Allah SWT. Sistem Islam mampu menyelesaikan segala problematika kehidupan dari hal yang terkecil hingga besar. Dari masalah ekonomi hingga politik. Hal ini terbukti ketika masa pemerintahan Rasulullah SAW dan pada masa kejayaan Islam dahulu. .

Ketika masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, telah digambarkan begitu makmurnya hidup di bawah naungan Islam. Hingga saat itu sulit untuk mencari orang sebagai penerima zakat. Hal itu membuktikan bahwa pada masa itu sulit sekali mencari orang yang masuk dalam kategori miskin.

Terkait dengan masalah korupsi atau mencuri, Islam mampu membuat kebijakan preventif sebelum terjadi dan memberantas masalah ini dengan tegas dan praktis. Seperti ketegasan perkataan Rasulullah ketika memberi peringatan untuk orang yang mencuri atau menggunakan barang yang bukan haknya.

Ketika itu ada seorang wanita Quraisy yang mencuri. Wanita tersebut seorang bangsawan dari Bani Makhzum. Mereka bingung dalam memutuskan perkara tersebut.

Dalam perundingan salah seorang dari mereka mengusulkan untuk membicarakannya kepada Usamah. Melalui Usamah mereka berniat untuk memintakan syafa’at atau ampunan dari Rasulullah SAW atas wanita tersebut. Mereka tahu bahwa Usamah adalah salah seorang yang dicintai oleh Rasulullah SAW. Berharap Rasulullah mengabulkan permintaan Usamah.

Ketika Usamah menyampaikan kepada Rasulullah SAW perihal keinginan mereka. Rasulullah SAW menjawab, “Apakah engkau hendak membela seseorang agar terbebas dari hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT?”

Setelah itu Rasulullah SAW berdiri dan berkhutbah, “Wahai manusia sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah, apabila seorang bangsawan mencuri, mereka biarkan. Akan tetapi apabila seorang yang lemah mencuri, mereka jalankan hukuman kepadanya. Demi Dzat yang Muhammad berada dalam genggaman-Nya. Kalau seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri. Niscaya aku akan memotong tangannya.”

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar memotong tangan wanita tersebut. Setelah itu wanita tersebut bertaubat dan menikah. (HR Bukhari Muslim)

Kasus tersebut merupakan contoh kecil untuk pencuri, jika mencuri saja diberi tindakan tegas dan membuat pelakunya jera apalagi ketika ada yang melakukan tindak korupsi. Karena korupsi adalah perbuatan yang berhubungan dan berdampak terhadap dengan banyak orang.

Dalam sistem Islam,  mengangkat pejabat pemerintah dipastikan dari mereka yang kompeten di bidangnya, amanah dan taat kepada Allah. Hal tersebut dapat dilihat dari rekam jejak sebelumnya.

Dengan demikian reshuffle dalam sistem Islam hanya akan terjadi ketika pejabat pemerintah melanggar hukum syari’ah dan itu sangat kecil kemungkinan untuk terjadi, karena sistem islam mampu mencegah sebelum terjadinya suatu pelanggaran. Prevention is better than cure.

Reshuffle dalam bingkai demokrasi semu ini hanyalah pergantian personal yang masih terbuka kemungkinan dan berpotensi terjadi masalah yang sama karena demokrasi yang diusung belum memberi rasa keadilan dalam banyak hal. Wallahu a’lam bishowab.[]

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =

Rekomendasi Berita