by

Yuri Ayu Lestari, S.Pd*: Layakkah Belajar Dari Korean Wave?

-Opini-59 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang berharap tren Korean Pop atau K-Pop dapat mendorong berkembangnya kreativitas anak muda Indonesia. Ia pun berharap anak muda lebih giat mempromosikan budaya bangsa Indonesia ke dunia internasional.

“Maraknya budaya K-pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangannya untuk peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia, Ahad (20/9/2020).

Berbicara tentang Hallyu atau Korean Wave memang tidak aka nada habisnya. Bagi para penggemar segala hal tentang korea atau mereka yang masuk dalam gelombang 오빠 /Oppa (오빠, dibaca Oppa sebutan untuk kakak laki-laki dari adik perempuan), Korean Wave merupakan gelombang besar dimana segala hal yang datang dari negeri para Idol, yaitu negeri gingseng Korea selatan.

Itu artinya bukan hanya sekedar Musik K-pop tapi, Korean drama, Korean food, Korean style, Korean Skincare, Korean Culture, Korean Tourism dan masih banyak lagi.

Bagi kaum muda, jatuh cinta terhadap hal yang berbau Korea bukanlah hal yang sulit. Sekali nonton MV Korea dari salah satu Idol Grup atau menonton salah satu drama akan membuat orang tertarik dan ingin mencari tahu lebih dalam lagi.

Melihat paras tampan dan cantik standar materi saat ini membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong melirik dan memborong skincare negeri gingseng.

Dengan melihat adegan makan makanan khas Korea di salah satu drama saja sudah membuat restoran Korea diminati banyak lapisan masyarakat karena tertarik dengan santapan dan budayanya.

Jika pemuda sudah suka dengan salah satu idol grup maka dia akan terus menjadi pengikut dan menamai mereka dengan fandom tertentu sesuai idol grup favorit mereka hingga rela berkorban apapun demi bisa menyaksikan idolnya tampil atau membeli berbagai macam peralatan untuk fans atau K-stuff.

Pada intinya berkiblat atau mencari inspirasi dari Korean wave bukanlah cara untuk menumbuhkan kreatifitas, karena pada faktanya masyarakat Indonesia banyak yang sangat mengidolakan mereka yang hanya sebagai orang yang bersorak, berteriak-teriak untuk mereka bukan menciptakan hal bernilai yang layak untuk dibanggakan.

Meski banyak krisis moral melanda generasi muda saat ini dan banyaknya kasus bunuh diri para idol tapi tak membuat pemuda berhenti mengidolakan mereka.

Mengapa sedemikian besarnya pengaruh Korean Wave di berbagai belahan dunia? Karena Hallyu atau Korean wave merupakan program besar yang dirancang dengan sangat serius oleh pemerintahan Korea Selatan. Dimana Gelombang ini merupakan hasil sejarah Panjang.

Diawali dari Five-Year Economic and Social Development Plan tahun 1962-1966 hingga berkembangan industri hiburan Korea Selatan atau Korean Wave saat ini yang telah menghasilkan devisa besar bagi negara Korea Selatan.

Pada faktanya, kecintaan pemuda masa kini pada industri hiburan mereka telah membawa bahaya besar bagi pemuda itu sendiri. Mayoritas masyarakat Indonesia adalah beragama Islam, sudah selayaknya menjadi Muslim Muslimah yang memiliki kepribadian islam. Dengan menjadikan mereka sebagai kiblat akan berusaha mengikuti apapun yang mereka lalukan.

Korea Selatan merupakan negara yang minim dalam hal agama, bahkan menurut survey sensus kependudukan Korea Selatan tahun 2015 lebih ari 56% masyarakat tidak beragama atau atheis dan angka tersebut terus meningkat semakin bertambah tahun.

Bisa dikatakan mereka tidak memiliki standar aturan kehidupan seperti yang ada dalam Islam. maka aka nada banyak hal yang bertentangan dengan Islam, mulai dari life style, makanan dan mimunan beralkohol, cara berbusana, cara berias, cara berinteraksi dengan lawan jenis dan bahkan sesama jenis.

Ditambah lagi banyak dari kalangan entertainer mereka yang tidak keberatan dan bahkan merupakan pelaku gay juga lesbian.

Fanatik alias kecandua berlebihan terhadap hal seperti dapat membawa perpecahan antar sesama Muslim, seperti fan war atau perang antar penggemar fandom Idol grup yang mana kebanyakan mereka adalah pemuda-pemudi islam.

Islam telah memiliki sejarah Panjang tentang lahirnya sebuah peradaban besar yang datang dari aturan yang berasal dari Al-quran dan Assunnah. Maka sudah selayaknya aktifitas kita sebagai seorang Muslim mengikuti panutan kita yaitu Rasulullah SAW. Berkiblat dan menjadikan Korea sebagai panutan dapat mengkhianati Rasulullah SAW dan tidak mencerminkan seorang Muslim.

Karena Korea Selatan marak dengan budaya perzinahan, budaya tabaruj, Budaya makanan dan minuman beralkohol, budaya tidak mempercayai tuhan atau konsep tuhan yang berbeda dan masih banyak lagi budaya yang bertentangan dengan Islam.

Maka perlu dipahami petunjuk kehidupan  untuk para pemuda muslim dan muslimah seperti yang ditulis dalam Al-Quran, Surat Yunus ayat 57 yang berbunyi:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Sedang apa yang kita lakukan akan dimintakaann pertanggung- jawaban sesuai yang tertera dalam terjemarah Quran surat Al Isro’: 36 :

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”

Maka berkiblatlah pada islam dan menjadikan Islam juga dengan para pemudanya sebagai panutan karena terbukti telah melahirkan peradaban besar.

Wahai para generasi muda cemerlanglah dengan menggunakan Islam sebagai standar perbuatan. Dakwahkanlah Islam yang akan membawamu ke Surga Allah kepada mereka yang merasa asing pada Islam.

Karena hanya dengan Islam yang akan menciptakan Life Style global yang rahmatan lil ‘alaamiin. Wallahu ‘alam bish Shawwab. []

*Pengajar Bahasa Inggris SDIT Khairul Ikhwan Paseh dan Pemerhati Remaja)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − four =

Rekomendasi Berita